Donor Darah HUT Bhayangkara ke-80, Ratusan Peserta Padati Polres Ponorogo
ANEWS.co, Ponorogo– Aula Pos Satgatra Kepolisian Resor (Polres) Ponorogo mendadak ramai dipadati oleh ratusan peserta pada Rabu pagi, 24 Juni 2026.
Kehadiran para personel berseragam, anggota TNI, hingga warga sipil tersebut bukan tanpa alasan.
Mereka datang untuk menyumbangkan darah dalam aksi sosial bertajuk donor darah massal.
Agenda besar ini diselenggarakan oleh Polres Ponorogo yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ponorogo. Kegiatan kemanusiaan ini digelar secara khusus sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 tahun 2026.
Implementasi Nyata Tema Pengabdian "Polri untuk Masyarakat"
Aksi donor darah massal ini menjadi salah satu bukti konkret pergeseran paradigma kepolisian yang kini jauh lebih humanis dan dekat dengan warga.
Kegiatan sosial ini mengakar kuat pada tema besar yang diusung secara nasional pada peringatan tahun ini, yaitu "Polri untuk Masyarakat".
Di wilayah hukum Bumi Reog sendiri, tema tersebut diimplementasikan melalui slogan pengabdian daerah: "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat".
Wakapolres Ponorogo, Kompol Tri Widianto Fauzal, S.IK., M.Si., memantau langsung jalannya proses pengambilan darah.
Tidak sekadar memantau, perwira menengah ini juga ikut menggulung lengan baju untuk menjadi pendonor aktif dalam kesempatan tersebut.
Kolaborasi Strategis dan Target Peserta
Kompol Tri Widianto Fauzal memaparkan bahwa kegiatan ini dirancang secara inklusif. Pihak Polres Ponorogo sengaja menggandeng berbagai unsur lintas sektoral demi mengamankan ketersediaan stok darah di wilayah Ponorogo.
Berdasarkan data registrasi meja medis, tercatat kurang lebih 100 peserta yang mendaftarkan diri secara sukarela.
Unsur pendaftar yang ikut menyukseskan acara ini terbagi menjadi beberapa elemen penting:
- Personel Internal Polri: Jajaran anggota dari berbagai satuan fungsi dan polsek di bawah naungan Polres Ponorogo.
- Mitra Sektoral TNI: Prajurit aktif dari Komando Distrik Militer (Kodim) Ponorogo yang hadir sebagai wujud nyata sinergisitas TNI-Polri.
- Masyarakat Sipil & Ormas: Warga lokal, anggota Persit Kartika Chandra Kirana, dan organisasi kepemudaan yang tergerak membantu sesama.
Kompol Tri Widianto Fauzal memberikan rilis resmi mengenai tujuan utama dari pengerahan massa donor darah ini:
"Dalam rangka hari Bhayangkara ini kita melaksanakan kegiatan donor darah sebagai bentuk wujud kepedulian Polri dalam hal ini khususnya Polres Ponorogo untuk menyumbangkan darah para anggota Polri yang harapan kami bisa bermanfaat nanti bagi masyarakat pada umumnya.
Ia menjelaskan
"Pesertanya selain dari anggota masyarakat, kami mengundang dari TNI dalam hal ini Kodim Ponorogo, kemudian juga kita mengundang masyarakat umum juga untuk berpartisipasi dalam donor darah ini,".
Ia menambahkan
"Tujuannya untuk memberikan sumbangsih kepada masyarakat dalam hal keperluan darah nantinya yang diperlukan oleh masyarakat umum.".
Kesaksian Nyata Manfaat Donor Darah Bagi Kesehatan
Banyak orang yang masih merasa ragu untuk mendonorkan darah karena alasan takut lemas atau jarum suntik. Padahal, dari sudut pandang medis, donor darah berkala merupakan metode detoksifikasi dan sirkulasi sel darah merah yang sangat baik bagi kesehatan tubuh pendonor itu sendiri. Studi kasus nyata ini dibagikan langsung oleh para peserta aktif di lokasi acara.
Pengalaman Menurunkan Hipertensi dari Kasat Res Narkoba
Kasat Res Narkoba Polres Ponorogo, Mohmmad Mustofa Sahid, S.H., M.H., yang ikut mengantre di sela-sela kesibukannya, memberikan kesaksian hidup yang menarik.
Sebagai seorang pendonor aktif, ia merasakan perubahan fisik yang signifikan setelah rutin mendonorkan darah.
Ia mengisahkan pengalamannya dalam menstabilkan tekanan darah yang semula tidak teratur:
"Bagi saya pribadi, donor darah ini sangat bagus untuk kesehatan. Saya merasakan sendiri, melalui donor darah berkala, tensi saya yang dulunya sering tinggi kini bisa stabil dan normal di angka 120/90 atau 120/80. Dulu waktu jarang donor, tensi saya tinggi dan kondisi fisik terasa kurang bugar,".
Ia berharap
"Harapan saya, di HUT Bhayangkara ke-80 ini, kegiatan serupa bisa membuat PMI semakin terdepan dalam aksi kemanusiaan. Untuk Polri, semoga selalu dan semakin jaya. Bravo Polri!"
Harapan dari Persit dan Elemen Wanita
Senada dengan hal tersebut, Dwi Ani, seorang anggota Persit dari Koramil Jenangan yang ikut hadir sebagai pendonor aktif, menyampaikan rasa sukacitanya dapat berpartisipasi langsung dalam agenda kemanusiaan Polres Ponorogo ini.Dwi Ani menyampaikan harapannya terkait kontribusi darah yang ia berikan:"Melalui donor darah ini, kita bisa saling membantu antar-sesama warga yang sedang kesulitan. Pasien yang rutin cuci darah, misalnya, sangat membutuhkan bantuan pasokan darah darurat,".
"Melalui donor darah ini, kita bisa saling membantu antar-sesama warga yang sedang kesulitan. Pasien yang rutin cuci darah, misalnya, sangat membutuhkan bantuan pasokan darah darurat,".
Ia berharap
"Harapan saya, apa yang kita sumbangkan hari ini bisa menjadi berkah bagi yang membutuhkan."
Apresiasi serupa juga datang dari Rahmawati, seorang anggota Polri yang ikut mengantre sebagai peserta donor darah.
Menurutnya, inisiatif kepolisian ini sangat luar biasa dan memberikan manfaat langsung yang tidak ternilai bagi masyarakat sipil yang kesulitan mencari pendonor saat kondisi darurat.
Rahmawati menambahkan pandangannya mengenai esensi acara kemanusiaan ini:
"Bisa mendonorkan darah di hari Bhayangkara ke-80 ini merupakan hal yang sangat luar biasa, terutama untuk menolong sesama yang sedang membutuhkan pasokan darah darurat. Semoga agenda kemanusiaan ini membawa berkah. Harapan saya untuk Polri, semoga semakin jaya, lebih maju, dan terus konsisten dalam mengayomi serta melayani masyarakat dengan sepenuh hati."
Apresiasi Palang Merah Indonesia Ponorogo
Langkah tanggap dari Polres Ponorogo ini mendapatkan sambutan hangat dan apresiasi tinggi dari jajaran pengurus Palang Merah Indonesia Kabupaten Ponorogo. Ketua PMI Kabupaten Ponorogo, Luhur Karsanto, melalui Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Ponorogo, dr. Barunanto Ashadi, turun langsung ke lapangan untuk meninjau jalannya pengumpulan darah di Aula Pos Satgatra.
Mengatasi Kelangkaan Stok Darah Darurat Rumah Sakit
Dokter Barunanto Ashadi menjelaskan bahwa aksi massal yang dimotori oleh kepolisian sangat membantu meringankan beban PMI dalam menjaga stabilitas pasokan darah darurat, terutama untuk kebutuhan di luar jadwal rutin medis.
Ia memuji dedikasi sosial kemanusiaan tinggi yang ditunjukkan oleh para aparat penegak hukum tersebut:
"Kegiatan ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan stok darah di PMI, tetapi juga menunjukkan jiwa sosial budaya tinggi dari anggota kepolisian. Donor darah adalah salah satu cara terbaik untuk berkontribusi kepada masyarakat. Setiap tetes darah yang disumbangkan sangat berarti, terutama dalam situasi darurat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin."
Edukasi Kesadaran Kolektif Donor Darah massal
Lebih lanjut, pihak PMI Ponorogo menegaskan pentingnya menumbuhkan kesadaran kolektif di tengah warga masyarakat. Keterlibatan instansi besar seperti Polres dan Kodim diharapkan mampu memicu organisasi kemasyarakatan lain untuk ikut menggelar acara serupa secara berkala.
PMI Ponorogo optimis target pemenuhan darah daerah akan selalu aman dengan skema gotong royong instansi ini:
"Dengan dukungan dari berbagai pihak, kami yakin kebutuhan darah di wilayah kita dapat terpenuhi dengan baik."
Komitmen Pengabdian yang Berkelanjutan
Aksi donor darah massal dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke-80 di Polres Ponorogo berhasil diselesaikan dengan tertib dan melampaui target partisipasi. Seluruh kantong darah yang terkumpul langsung diserahkan secara higienis kepada tim medis UDD PMI Kabupaten Ponorogo untuk dilakukan uji klinis laboratorium sebelum didistribusikan ke rumah sakit yang membutuhkan.
Dokter Barunanto Ashadi menutup kunjungannya dengan menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kemitraan yang terjalin erat ini:
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Ponorogo yang telah mempercayakan PMI untuk menjadi mitra dalam kegiatan sosial budaya kemanusiaan ini. Semoga darah yang telah disumbangkan bermanfaat bagi yang membutuhkan. Dirgahayu Bhayangkara '80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat'."
Melalui kolaborasi nyata yang harmonis antara PMI, Polres Ponorogo, Kodim Ponorogo, serta segenap elemen warga sipil, peringatan hari jadi kepolisian tahun ini tidak hanya menjadi sebuah pesta pora perayaan semata, tetapi menjelma menjadi gerakan sosial kemanusiaan berdampak masif bagi kelangsungan hidup masyarakat Kabupaten Ponorogo.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:

Post a Comment