Usai Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Advance, PMI Banyuwangi Siap Sinergi dengan Lintas Sektor dan Dunia Usaha
anews.co, Banyuwangi - PMI Kabupaten Banyuwangi sukses menggelar penutupan Pelatihan dan Penyegaran Pertolongan Pertama (PP) Advance Level. Minggu, tanggal 10 Mei 2026.
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dan antusiasme tinggi baik dari internal PMI maupun dari mitra lintas sektor, menjadikannya momentum penting dalam penguatan kapasitas kolaboratif di bidang kemanusiaan dan kegawatdaruratan.
Pelatihan ini menekankan pentingnya kerjasama antarinstansi, menghadirkan Wahyu dari Badan SAR Nasional (Basarnas) sebagai salah satu perwakilan peserta.
Wahyu mengutarakan rasa terima kasih kepada PMI Banyuwangi yang telah melibatkan Basarnas dalam kegiatan ini.
"Besar harapan kami, setelah pelatihan ini, seluruh peserta bisa lebih aktif membantu Basarnas dalam berbagai kegiatan SAR dan kegawatdaruratan lainnya. Kita siap menjembatani dan memperkuat sinergi antara PMI dengan Basarnas," ujar Wahyu.
Ia juga menyarankan agar kelompok pelatihan ini bertransformasi menjadi Tim Resque, sehingga ilmu yang diperoleh dapat terus dikembangkan dan bermanfaat.
Drs. Hery Suwarsono, M.Pd., selaku trainer dalam pelatihan ini, memberikan apresiasi tinggi terhadap seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, keberhasilan pelatihan ini adalah hasil kerja keras panitia dan seluruh peserta, baik internal relawan PMI maupun dari instansi terkait seperti Basarnas dan Damkar.
"Koordinasi yang dilakukan oleh pengurus PMI Banyuwangi sangatlah kompak. Meskipun dengan keterbatasan personel, namun kualitas dan militansi peserta pelatihan sangat luar biasa. Kolaborasi yang terjalin dengan Basarnas dan Damkar dalam pelatihan ini mencerminkan kapasitas Banyuwangi yang dapat bersaing dengan kota-kota besar," ungkap Hery.
Harapan besar disematkan agar PMI Banyuwangi dapat terus meningkatkan citra organisasinya dengan memperluas jaringan kerjasama lintas sektor. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang peningkatan pendapatan melalui pelatihan dan pendidikan yang sah. Selain itu, peningkatan kompetensi relawan diharapkan mendorong mereka untuk lebih aktif berpartisipasi dalam posko PMI dan menyebarkan ilmu ke sesama rekan.
Pengurus PMI Kab. Banyuwangi, Drs. Dwiyanto, MAP., turut menyampaikan rasa bangga dan optimismenya terhadap pelatihan ini.
"Praktek sebenarnya terjadi ketika kita menghadapi kecelakaan dan memberikan pertolongan langsung. Di situlah ilmu hasil pelatihan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami berharap akan ada 'penularan virus kompetensi,' yaitu semangat untuk berbagi ilmu kepada sesama relawan dan lingkungan sekitar," tegas Dwiyanto.
Beliau juga menambahkan rencana PMI untuk terus menggandeng Dinas Tenaga Kerja dalam menggelar pelatihan rutin di perusahaan, hotel, dan klinik.
Penutupan pelatihan ini ditandai dengan pengumuman peserta dengan peringkat tiga terbaik oleh Training Officer dari PMI Provinsi Jawa Timur, yang sekaligus menyampaikan laporan hasil pelatihan. Agenda selanjutnya adalah implementasi ilmu dengan terjun langsung ke masyarakat, sebagai bentuk komitmen dalam upaya memberikan pertolongan pertama yang cepat dan tepat.
Melalui kegiatan pelatihan ini, PMI Banyuwangi semakin mempertegas langkahnya untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam memastikan kesiapsiagaan dan respons yang efektif terhadap situasi darurat. Ini adalah langkah maju menuju peningkatan kapasitas layanan masyarakat di bidang kesehatan dan keselamatan, sejalan dengan visi PMI untuk kemanusiaan yang lebih baik.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:

Post a Comment