PMI, Cabdin, dan Kemenag Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama untuk PMR Wira Se-Banyuwangi
anews.co, Banyuwangi - Dalam upaya membentuk generasi muda yang siap siaga dan tangguh dalam situasi darurat, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyuwangi bekerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan Pelatihan Pertolongan Pertama Kegawatdaruratan di Lingkungan Sekolah.
Kegiatan ini ditujukan kepada anggota Palang Merah Remaja (PMR) Wira dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Banyuwangi.
Drs. Yaseni Bachtiar, M.Pd., selaku Pengurus Bidang Pendidikan dan Pelatihan PMI Kabupaten Banyuwangi, menyatakan bahwa tujuan utama dari pelatihan ini adalah memberikan pembinaan serta dukungan teknis dalam pengembangan kegiatan PMR melalui terbentuknya Tim Pertolongan Pertama (PP) pada satuan pendidikan.
"Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, peserta dapat meningkatkan keterampilan dan kapasitas mereka dalam memberikan pertolongan pertama, sehingga mereka siap untuk menangani situasi darurat di lingkungan sekolah," ujarnya.
Berkenaan dengan tingginya minat dari para peserta, pelatihan ini dibagi menjadi dua angkatan.
Angkatan pertama diselenggarakan pada tanggal 11-12 Mei 2026 di SMAN 1 Genteng, dengan partisipasi 19 tim yang masing-masing terdiri dari 5 peserta, sehingga total pesertanya mencapai 95 orang. Sedangkan angkatan kedua diadakan pada tanggal 18-19 Mei 2026 di SMAN 1 Glagah, dengan 16 tim yang terdiri dari 80 peserta.
Pada pembukaan pelatihan angkatan pertama, Wakil Ketua PMI Kabupaten Banyuwangi, Dr. H. Nurhadi, MM., menekankan pentingnya semangat sukarela dalam setiap tindakan pertolongan.
"Anggota PMR adalah relawan masa depan PMI yang harus selalu dilandasi oleh prinsip kemanusiaan tanpa mengharapkan imbalan. Kegiatan pelatihan ini adalah bagian dari pelaksanaan Tri Bakti PMR," kata Dr. Nurhadi.
Beliau juga menambahkan,
"Jangan mengikuti kegiatan ini dengan setengah hati. Tanyakan sebanyak mungkin kepada fasilitator dan pastikan kemampuan yang didapat bisa diteruskan ke anggota PMR lainnya di sekolah dan lingkungan sekitar."
Salah seorang peserta, Almira Ramadani dari SMAN 1 Genteng, mengungkapkan pengalamannya yang mengesankan selama mengikuti pelatihan ini.
"Materi yang diberikan sangat aplikatif dan relevan dengan kondisi darurat sebenarnya. Kami diajarkan bagaimana menerapkan teori medis dasar dalam tindakan cepat dan tepat. Ini memberikan kami kepercayaan diri lebih dalam mengabdi di unit kami masing-masing. Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah mengemas acara ini dengan luar biasa!" ucap Almira dengan penuh semangat.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Eko Budi Santoso, S.Sos. MM., turut memberikan apresiasi terhadap pelatihan ini.
Beliau menyatakan,
"Adanya Tim Pertolongan Pertama di sekolah sangat penting. Relawan PMR yang tangguh harus terus belajar untuk meningkatkan potensi. Di setiap event sekolah, tunjukkan bahwa PMR bisa diandalkan dan Tim PP bisa diberdayakan."
Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan setiap sekolah di Kabupaten Banyuwangi memiliki Tim Pertolongan Pertama yang solid, siap memberikan bantuan bila diperlukan.
Kerja sama antara PMI, Cabang Dinas Pendidikan, dan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi ini merupakan langkah progresif untuk memastikan keselamatan dan kesiapan relawan muda dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:


Post a Comment