Resmi Miliki Kepengurusan 2026-2031, PMI Ponorogo Siap Perkuat Sinergi dan Kader Muda
anews.co, Ponorogo - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ponorogo meresmikan langkah baru dalam kiprah kemanusiaannya dengan pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus baru untuk masa bakti 2026-2031. Rabu, (29/5)
Pelantikan ini dilangsungkan di Pendopo Agung Ponorogo dan dihadiri oleh H. Imam Utomo S., Ketua PMI Jawa Timur.
Momen ini menjadi sebuah pijakan penting bagi PMI Ponorogo untuk merumuskan strategi yang lebih progresif dan terarah demi mencapai visi kemanusiaan yang lebih luas dan inklusif.
Dalam sambutannya, Imam Utomo menekankan pentingnya kepatuhan terhadap pakta integritas dan tujuh prinsip dasar kepalangmerahan. Beliau menekankan bahwa semua kegiatan PMI harus mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan.
"Semangat utama PMI adalah kemanusiaan, yakni menolong sesama tanpa pamrih," ujarnya dengan penuh semangat.
Imam Utomo juga menyoroti standar kualitas pelayanan darah yang aman, yang sesuai dengan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari BPOM. Berdasarkan data, beberapa wilayah di Jawa Timur seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, dan Lumajang telah meraih sertifikasi CPOB, sementara wilayah seperti Bojonegoro, Jember, dan Tulungagung tengah dalam proses pemeriksaan.
"PMI Ponorogo diminta segera melengkapi persyaratan yang dibutuhkan," tegas Imam Utomo, memastikan agar setiap langkah diambil dalam rangka perlindungan maksimal bagi masyarakat.
Selain itu, regenerasi kader relawan turut menjadi fokus Imam Utomo.
Ia menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan dan sertifikasi melalui program Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah-sekolah, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan.
"Relawan harus disiapkan sejak dini, termasuk melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan. Tidak perlu banyak, tetapi harus terlatih dan siap," jelasnya, memberikan dasar kuat untuk pengembangan kapasitas anak muda.
Lebih jauh, Imam Utomo mengurai pentingnya kesiapsiagaan bencana. Dengan potensi bencana seperti tanah longsor di Jawa Timur, ia mendorong koordinasi lebih erat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
"Bencana tidak mengenal musim, sehingga kesiapsiagaan menjadi kunci utama," tegasnya, mengingatkan akan peran strategis PMI dalam mitigasi bencana.
Ketua PMI Ponorogo terpilih, Luhur Karsanto, menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dengan rumah sakit.
"Kami bertekad meningkatkan mutu pelayanan darah melalui proses CPOB demi keamanan masyarakat," katanya, mencerminkan tekad bulat untuk memenuhi standar internasional.
Mendukung proyek besar ini, Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo Hj. Lisdyarita menyoroti peran strategis PMI dalam penanggulangan bencana dan penyediaan darah.
"Pengelolaan PMI harus dilandasi keikhlasan dan tanggung jawab besar," tekannya, menggarisbawahi nilai-nilai inti yang harus memandu setiap langkah PMI.
Acara ini juga dihadiri oleh jajaran pengurus PMI Jawa Timur, termasuk Sekretaris Dewan Kehormatan Fattah Jasin, Wakil Ketua Eddy Indrayanan, serta kepala bidang lainnya.
Pelantikan ini menandai langkah awal dalam memperkuat sinergi dan pengembangan kader muda PMI di Ponorogo, sejalan dengan visi kemanusiaan tanpa pamrih dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai tantangan masa depan.
Dengan kepemimpinan yang baru, PMI Ponorogo siap berdiri di garis depan dalam perjuangan kemanusiaan, mengedepankan kualitas dan kesiapsiagaan dalam setiap tindakan, memastikan bahwa bantuan dapat sigap sampai pada tangan-tangan yang paling memerlukan.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:

Post a Comment