PMI Terus Gerak Layani Warga Terdampak Banjir di Tapanuli Tengah
0 minutes read
anews.co, Tapanuli Tengah – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Utara terus bergerak dalam memberikan pelayanan pasca bencana bagi warga terdampak banjir di posko pengungsian Aek Horsik, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Minggu (11/1).
Kegiatan kemanusiaan ini melibatkan 20 personel gabungan yang terdiri dari relawan, dokter, dan tenaga ahli lainnya yang berkomitmen membantu masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit.
Menghormati kearifan lokal, pelayanan dimulai pada siang hari setelah warga menyelesaikan ibadah Minggu, sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi dan kepercayaan masyarakat setempat. Dalam giat ini, PMI Sumut menitikberatkan pada pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi yang terdampak banjir.
Sebanyak 200 penerima manfaat mendapatkan layanan kesehatan gratis. Mayoritas warga mengeluhkan gejala flu, batuk, dan gatal-gatal pada kulit yang muncul akibat paparan air banjir. Selain pengobatan, PMI juga menyalurkan bantuan logistik yang sangat dibutuhkan, sepert Paket sembako, air mineral, dan biskuit. Sanitasi: Hygiene kit, sapu lidi, serta alat kebersihan lainnya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan pengungsian.
Tidak hanya berfokus pada kebutuhan fisik, PMI juga memberikan perhatian pada aspek pencegahan penyakit dan kesehatan melalui Promosi Kesehatan (Promkes). Warga pengungsian diedukasi mengenai cara merawat luka pasca bencana serta informasi penting tentang kesehatan reproduksi.
Keunikan dari pelayanan PMI kali ini adalah kampanye aktif pencegahan tindak eksploitasi, penyalahgunaan, dan pelecehan seksual di lingkungan pengungsian. Masyarakat dibekali pengetahuan tentang langkah-langkah darurat dan nomor kontak pengaduan jika menemukan tindakan mencurigakan, sehingga tercipta lingkungan pengungsian yang aman dan nyaman.
Bagi anak-anak yang tinggal di pengungsian, PMI Sumut menghadirkan layanan Dukungan PsikoSosial Budaya(PSS). Suasana haru berubah menjadi ceria ketika anak-anak diajak bermain, bernyanyi, dan mewarnai. Aktivitas ini bertujuan membantu mereka mengekspresikan perasaan serta memulihkan trauma yang dialami akibat bencana banjir.
Koordinator Lapangan PMI Sumut, Ade Yudiansyah, MH., menegaskan bahwa kehadiran PMI bertujuan untuk menyisir kebutuhan dasar yang paling krusial bagi penyintas.
Respons positif juga datang dari warga pengungsian yang sangat terbantu dengan kehadiran PMI. Eka Harefa, salah satu penyintas di Aek Horsik, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian para relawan.
Giat pelayanan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan masyarakat di Kecamatan Badiri agar mereka dapat segera kembali beraktivitas normal setelah masa tanggap darurat berakhir. PMI terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat sebagai garda terdepan dalam membantu korban bencana dengan layanan yang komprehensif dan penuh empati.
Menghormati kearifan lokal, pelayanan dimulai pada siang hari setelah warga menyelesaikan ibadah Minggu, sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi dan kepercayaan masyarakat setempat. Dalam giat ini, PMI Sumut menitikberatkan pada pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi yang terdampak banjir.
Sebanyak 200 penerima manfaat mendapatkan layanan kesehatan gratis. Mayoritas warga mengeluhkan gejala flu, batuk, dan gatal-gatal pada kulit yang muncul akibat paparan air banjir. Selain pengobatan, PMI juga menyalurkan bantuan logistik yang sangat dibutuhkan, sepert Paket sembako, air mineral, dan biskuit. Sanitasi: Hygiene kit, sapu lidi, serta alat kebersihan lainnya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan pengungsian.
Tidak hanya berfokus pada kebutuhan fisik, PMI juga memberikan perhatian pada aspek pencegahan penyakit dan kesehatan melalui Promosi Kesehatan (Promkes). Warga pengungsian diedukasi mengenai cara merawat luka pasca bencana serta informasi penting tentang kesehatan reproduksi.
Keunikan dari pelayanan PMI kali ini adalah kampanye aktif pencegahan tindak eksploitasi, penyalahgunaan, dan pelecehan seksual di lingkungan pengungsian. Masyarakat dibekali pengetahuan tentang langkah-langkah darurat dan nomor kontak pengaduan jika menemukan tindakan mencurigakan, sehingga tercipta lingkungan pengungsian yang aman dan nyaman.
Bagi anak-anak yang tinggal di pengungsian, PMI Sumut menghadirkan layanan Dukungan PsikoSosial Budaya(PSS). Suasana haru berubah menjadi ceria ketika anak-anak diajak bermain, bernyanyi, dan mewarnai. Aktivitas ini bertujuan membantu mereka mengekspresikan perasaan serta memulihkan trauma yang dialami akibat bencana banjir.
Koordinator Lapangan PMI Sumut, Ade Yudiansyah, MH., menegaskan bahwa kehadiran PMI bertujuan untuk menyisir kebutuhan dasar yang paling krusial bagi penyintas.
"Giat ini kami laksanakan sebagai bentuk komitmen PMI dalam memberikan pelayanan yang menyeluruh, baik dari sisi kesehatan fisik maupun mental. Kami memastikan bahwa distribusi bantuan dan layanan medis menyasar warga yang benar-benar membutuhkan, dengan tetap menghormati waktu ibadah masyarakat setempat," ujar Ade.
Respons positif juga datang dari warga pengungsian yang sangat terbantu dengan kehadiran PMI. Eka Harefa, salah satu penyintas di Aek Horsik, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian para relawan.
"Kami sangat bersyukur dan merasa terbantu dengan adanya pengobatan gratis ini, apalagi anak-anak mulai banyak yang sakit setelah banjir. Bantuan alat kebersihan juga sangat berguna bagi kami untuk mulai berbenah," ungkap Eka.
Giat pelayanan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan masyarakat di Kecamatan Badiri agar mereka dapat segera kembali beraktivitas normal setelah masa tanggap darurat berakhir. PMI terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat sebagai garda terdepan dalam membantu korban bencana dengan layanan yang komprehensif dan penuh empati.
Penulis: amin
Editor: Redaksi
