Adu Banteng Truk Telur vs Dump Truk di Jalur Ponorogo Trenggalek Dua Terluka
Kecelakaan melibatkan truk bermuatan telur bernomor polisi AG 8515 RW dengan kendaraan dump truck bernomor polisi AG 9412 UQ. Benturan keras di tengah malam yang sunyi tersebut mengejutkan warga sekitar lokasi kejadian yang sebagian besar sudah mulai beristirahat.
Berdasarkan data resmi di lapangan, truk bermuatan telur tersebut dikemudikan oleh BS (47), seorang warga Dusun Demok, Desa Demok, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung. Sementara armada dump truck dikendarai oleh AK (28), pria asal Dusun Sumber Agung, Desa Sumber Agung, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.
Berdasar keterangan warga sekitar kejadian yang juga komandan Pokdarkamtibmas Bhayangkara Sektos Sawoo, Baito, menjelaskan, kronologi kejadian bermula saat truk bermuatan telur melaju dari arah selatan menuju ke arah utara, yakni dari Trenggalek mengarah ke Ponorogo. Sesampainya di lokasi kejadian yang kondisi medannya berupa tikungan tajam Km 27, armada truk telur mendadak mengalami gagal fungsi pengereman atau rem blong. Akibatnya, Bambang Suharto selaku pengemudi kehilangan kendali atas laju kendaraan berat tersebut.
Nahas, pada saat bersamaan dari arah berlawanan melaju dump truck yang dikemudikan oleh Angga Kurniawan. Karena jarak antar kedua kendaraan sudah terlampau dekat dan posisi truk telur sudah memakan marka jalan lawan, tumbukan hebat di bagian depan kabin tidak dapat terhindarkan lagi.
Kerasnya benturan mengakibatkan bodi depan kedua truk tersebut ringsek parah ke dalam. Kondisi ini membuat kedua pengemudi langsung terjepit di dalam ruang kemudi. Dua saksi mata warga setempat, Triono (45) dan Bito (50), segera bergegas mencari bantuan tim evakuasi.
Tidak ada korban meninggal dunia dalam musibah ini, namun kedua sopir menderita luka berat (LB). Bambang Suharto mengalami patah kaki kanan dengan luka terbuka akibat jepitan besi bodi kabin. Sedangkan Angga Kurniawan menderita luka patah pada bagian paha kaki kanan. Total kerugian material akibat kerusakan kendaraan ditaksir mencapai Rp 75 juta rupiah.
Proses evakuasi para korban berjalan dramatis dengan melibatkan tim gabungan dari PSC Sawoo, Piket Jaga Polsek Sawoo, satu unit ambulans Puskesmas Sawoo, serta armada ambulans dari organisasi kemitraan Pokdarkamtibmas Sawoo.
Petugas piket Kepolisian Sektor Sawoo, Aiptu Rio, mengonfirmasi perihal pengerahan anggotanya guna mempercepat penanganan evakuasi di tempat kejadian perkara agar korban segera tertolong.
"Kami segera mengerahkan personel ke lokasi kejadian sesaat setelah menerima laporan dari masyarakat untuk membantu proses evakuasi. Bersama petugas medis, dan warga, ambulans Puskesmas dan Pokdarkamtibmas Sawoo langsung melarikan kedua korban luka berat ke rumah sakit terdekat agar segera mendapatkan penanganan medis darurat secara intensif," ujar Rio,
Kasus kecelakaan lalu lintas ini kini telah ditangani sepenuhnya oleh Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Ponorogo guna penyelidikan lebih lanjut. Petugas juga mengamankan bangkai kendaraan untuk melancarkan arus lalu lintas.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:

Post a Comment