Ratusan Remaja Berkumpul di UIN SATU Tulungagung, Belajar Menolong Sesama dan Menjadi Relawan Masa Depan
ANEWS.co, TULUNGAGUNG – Latgab PMR Tulungagung 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat pembinaan generasi muda Palang Merah Indonesia (PMI) di Kabupaten Tulungagung. Korps Sukarela (KSR) Unit UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung menyelenggarakan Latihan Gabungan (Latgab) Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Madya dan Wira pada Minggu, 1 November 2026, dengan melibatkan sebanyak 468 peserta dari berbagai sekolah.
Kegiatan yang mengusung tema “JAWARA (Jalinan Aksi Wasana Rama)” tersebut tidak sekadar menjadi ajang berkumpulnya anggota PMR dari berbagai sekolah. Latihan gabungan ini menjadi ruang belajar bersama, meningkatkan keterampilan kepalangmerahan, memperluas jejaring pertemanan, sekaligus memperkuat karakter kemanusiaan yang menjadi fondasi utama gerakan PMI.
Sebanyak 28 tim PMR Madya dari 20 sekolah dan 24 tim PMR Wira dari 21 sekolah mengikuti kegiatan tersebut. Ratusan peserta menjalani berbagai aktivitas pembelajaran, perjalanan pos kepalangmerahan, simulasi pertolongan pertama, hingga unjuk kreativitas seni yang dirancang untuk melatih kemampuan teknis maupun soft skill peserta.
Di tengah berbagai tantangan sosial dan kemanusiaan yang dihadapi generasi muda saat ini, kegiatan semacam ini menjadi penting karena menghadirkan ruang pembelajaran yang membentuk kepedulian, kemampuan kerja sama, serta kesiapsiagaan dalam membantu sesama.
Latgab PMR Tulungagung Jadi Ajang Pembelajaran dan Evaluasi
Pelaksanaan latihan gabungan diawali dengan berbagai rangkaian kegiatan yang menitikberatkan pada penguatan kompetensi anggota PMR.
Setiap tim terdiri dari sembilan peserta. Sebanyak tujuh peserta mengikuti travelling kepalangmerahan yang berisi berbagai materi dan praktik di sejumlah pos pembelajaran. Sementara dua peserta lainnya mengikuti simulasi pertolongan pertama dalam skema non-travelling.
Melalui mekanisme tersebut, peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik yang menyerupai kondisi nyata di lapangan.
Berbagai materi dasar kepalangmerahan, pertolongan pertama, kerja sama tim, komunikasi, hingga penyelesaian masalah diberikan dalam bentuk yang lebih interaktif sehingga mudah dipahami oleh peserta dari berbagai jenjang pendidikan.
Selain itu, seluruh tim juga mengikuti kegiatan kreativitas seni. Agenda ini menjadi bagian penting karena mengembangkan kemampuan peserta dalam berkolaborasi, berkomunikasi, serta menampilkan potensi yang dimiliki masing-masing sekolah.
Dr. Susanto, M.P., mengapresiasi tingginya antusiasme yang ditunjukkan peserta sepanjang kegiatan berlangsung.
“Peserta Latgab hari ini sangat antusias sekali. Hal ini bisa dilihat dari masing-masing jenjang tingkatan, baik Madya maupun Wira. Bukan hanya dari peserta saja, tetapi partisipan, baik official kegiatan maupun pihak lainnya yang mendukung, juga menunjukkan semangat sehingga kegiatan latihan gabungan ini berjalan dengan sangat semangat dan lancar,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan suatu kegiatan kepalangmerahan tidak hanya ditentukan oleh panitia, tetapi juga oleh semangat seluruh pihak yang terlibat, mulai dari peserta, pembina, relawan, hingga mitra yang mendukung.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para fasilitator PMI yang selama ini telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan ilmunya untuk membina anggota PMR di Kabupaten Tulungagung.
Pentingnya Pembinaan PMR bagi Generasi Muda
Keberadaan PMR selama ini memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap sesama.
PMR tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis seperti pertolongan pertama, kesehatan remaja, dan kesiapsiagaan bencana. Lebih dari itu, organisasi ini menanamkan nilai kemanusiaan, kepemimpinan, disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja dalam tim.
Di lingkungan sekolah, anggota PMR sering menjadi pelopor perilaku hidup sehat, edukasi kesehatan, hingga relawan pada berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Karena itulah, kegiatan latihan gabungan menjadi sangat relevan. Melalui forum seperti ini, anggota PMR dari berbagai sekolah dapat bertukar pengalaman dan belajar memahami tantangan yang dihadapi masing-masing unit.
Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan PMI Kabupaten Tulungagung, Imam Safii, menilai latihan gabungan memiliki nilai strategis dalam proses pembinaan anggota PMR.
“Terima kasih kepada KSR Unit UIN SATU yang hari ini telah melaksanakan kegiatan latihan gabungan PMR Madya dan Wira. Harapannya, ke depan kegiatan latihan gabungan seperti ini bisa menjadi kegiatan rutin. Melalui kegiatan ini, ilmu kepalangmerahan dapat semakin tersebar kepada adik-adik PMR Madya dan Wira,” tuturnya.
Menurut Imam, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana evaluasi untuk mengetahui sejauh mana proses pembelajaran dan pembinaan PMR yang telah dilaksanakan di masing-masing sekolah.
Evaluasi tersebut penting untuk memastikan materi kepalangmerahan benar-benar dipahami dan dapat diterapkan ketika peserta menghadapi situasi nyata.
Antusiasme Peserta Menunjukkan Semangat Kemanusiaan
Salah satu kekuatan utama kegiatan ini terlihat dari antusiasme peserta yang datang dari berbagai sekolah.
Bagi banyak peserta, latihan gabungan bukan hanya tentang kompetisi atau penyelesaian tugas di setiap pos. Mereka memperoleh pengalaman baru, teman baru, serta kesempatan untuk belajar bersama dalam suasana yang menyenangkan.
Cantika Charmelita Rahwa Wijaya, anggota PMR Madya SMPN 1 Boyolangu, mengaku sangat senang mengikuti kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat menyenangkan banget, bisa mengenal banyak teman. Karena mengikuti kegiatan ini masih pertama kali, harapannya saya bisa ikut lagi di masa mendatang karena bermanfaat. Semoga kegiatan serupa bisa diadakan terus-menerus,” ujarnya.
Pengalaman pertama yang diperoleh Cantika menunjukkan bahwa kegiatan kepalangmerahan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna.
Kesan positif juga disampaikan oleh Oktaviana Aliya Risty dari PMR Wira SMAN 1 Ngunut.
“Semoga ke depannya lebih seru dan variatif untuk bidang kegiatannya. Saya di sini bertemu teman-teman yang asyik dan juga pendamping yang kece-kece, dan tentunya mendapatkan banyak pengalaman. Harapannya Latgab mendatang bisa lebih meriah lagi,” katanya.
Bagi peserta tingkat Wira, latihan gabungan menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat jejaring sesama anggota PMR dari berbagai sekolah.
Menumbuhkan Jiwa Relawan dan Kepemimpinan
Selain meningkatkan keterampilan teknis, Latgab PMR Tulungagung juga berperan dalam membentuk calon-calon relawan kemanusiaan masa depan.
Melalui berbagai simulasi dan aktivitas kelompok, peserta belajar mengambil keputusan, bekerja sama, berkomunikasi secara efektif, dan membantu orang lain dalam kondisi darurat.
Kemampuan tersebut menjadi bekal penting yang dapat digunakan tidak hanya dalam kegiatan PMR, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Marsyanda H.PP dari PMR Wira SMAN 1 Kauman menilai kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi pengembangan diri anggota PMR.
“Sangat senang, lewat kegiatan ini bisa lebih mengenal teman-teman dari sekolah lain. Tentunya banyak teman, kegiatannya sangat seru, bisa melatih pengetahuan materi kepalangmerahan, dan juga penguasaan dalam menyampaikan materi kepalangmerahan,” tuturnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa anggota PMR tidak hanya belajar menerima materi, tetapi juga belajar menjadi agen edukasi yang mampu menyampaikan nilai-nilai kemanusiaan kepada orang lain.
Dalam jangka panjang, proses seperti inilah yang mendukung regenerasi relawan PMI di masa depan.
Harapan untuk Pembinaan PMR yang Berkelanjutan
Keberhasilan Latgab JAWARA 2026 memberikan gambaran bahwa pembinaan PMR di Kabupaten Tulungagung terus berkembang dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.
Kolaborasi antara KSR Unit UIN SATU Tulungagung, PMI Kabupaten Tulungagung, pembina PMR sekolah, dan para peserta menjadi modal penting dalam memperkuat gerakan kemanusiaan di daerah.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat diselenggarakan secara berkelanjutan dan menjangkau semakin banyak peserta.
Selain memperkuat pengetahuan kepalangmerahan, latihan gabungan juga menjadi sarana membangun karakter generasi muda yang tangguh, kreatif, peduli, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.
Di tengah perubahan sosial yang terus berlangsung, Indonesia membutuhkan lebih banyak generasi muda yang memiliki empati, kemampuan bekerja sama, dan semangat membantu sesama.
Latgab PMR Tulungagung 2026 menunjukkan bahwa harapan tersebut bukan sekadar cita-cita. Melalui pembinaan yang konsisten dan kolaborasi yang kuat, lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kemanusiaan yang kuat untuk menjadi relawan dan pemimpin masa depan.
