Raih Lencana Emas Grahadi, 21 Pendonor Darah Sukarela Lumajang Diapresiasi Jajaran PMI Jatim
ANEWS.co, SURABAYA — Konsistensi para Pendonor Darah Sukarela (DDS) di tingkat daerah memegang peranan yang sangat krusial terhadap ketahanan stok pasokan darah di tingkat regional. Menunjukkan dampak makro tersebut, sebanyak 21 pendonor aktif dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lumajang yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 75 kali menghadiri acara Penganugerahan Piagam dan Lencana Penghargaan DDS di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kehadiran puluhan delegasi dengan pakaian batik rapi ini menjadi cerminan kontribusi konkret daerah terhadap pemenuhan hak-hak kesehatan publik.
Dalam acara tersebut, Ketua PMI Provinsi Jawa Timur membeberkan data makro yang sangat signifikan mengenai potret manajemen logistik darah di wilayah kerjanya. Saat ini, total kebutuhan darah di Provinsi Jawa Timur tercatat menembus angka 908.889 kantong setiap bulannya. Angka kebutuhan yang sangat tinggi ini menempatkan para DDS yang bergerak secara mandiri tanpa pamrih sebagai pilar utama keselamatan dunia medis. Ditambahkan pula data lapangan bahwa di Kota Surabaya saja, rata-rata terdapat 400 orang yang mendonorkan darah per hari, atau setara dengan 12.000 kantong darah yang berhasil diambil dalam waktu satu bulan penuh.
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan darah yang dinamis ini, PMI Jawa Timur tengah melakukan langkah taktis berupa pengembangan infrastruktur fasilitas kesehatan. Di Kota Surabaya, saat ini sedang dalam proses pengembangan 2 Unit Donor Darah (UDD) baru yang bersertifikasi CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Jaringan laboratorium modern ini dibangun agar seluruh proses pengambilan darah ke depan bisa berjalan lebih lancar, steril, dan masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan tempat atau antrean panjang saat ingin melakukan aksi kemanusiaan.
Di sisi lain, perwakilan pengurus UDD PMI Lumajang yang mendampingi rombongan, Rini Jamilah, mengagumi stamina luar biasa dari para pejuang kemanusiaan tersebut. Walaupun secara akumulatif mereka rata-rata telah menyumbangkan sekitar 26 liter darah sepanjang hidupnya bagi kemanusiaan, para DDS asal Lumajang ini terpantau tetap terlihat cerah, bugar, dan sangat sumringah sesampainya di kompleks Gedung Grahadi Surabaya.
Dalam sambutannya, Ketua PMI Jawa Timur menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya Gubernur Jawa Timur yang telah memfasilitasi jalannya agenda penganugerahan akbar ini. Terkait tata kelola dan birokrasi penghargaan bagi pendonor 100 kali yang secara regulasi menjadi kewenangan pemerintah pusat, pihak PMI Jawa Timur memberikan klarifikasi operasional agar para peserta memahami alur yang berlaku.
"Kami memohon maaf untuk para pendonor 100 kali belum bisa semuanya diberangkatkan ke Jakarta, karena saat ini mendahulukan sisa antrean tahun 2021 dan sangat tergantung informasi perkembangan dari Pusat. Namun, PMI Jawa Timur sudah resmi menyampaikan saran ke pusat supaya ke depan penghargaan 100 kali dari pemerintah pusat didelegasikan saja untuk diberikan langsung oleh Gubernur di daerah masing-masing agar proses penyerahan lencana dan piagam bisa berjalan lebih lancar dan tidak menumpuk antreannya," urai Ketua PMI Jatim secara detail di hadapan ratusan pasang mata peserta.
Ketulusan yang menjadi dasar gerakan donor darah sukarela ini juga ditegaskan oleh Nurhadi Santoso, SP, selaku Sekretaris dan Kepala Markas PMI Kabupaten Lumajang yang turut menjadi salah satu penerima penghargaan 75 kali tersebut. Menurutnya, aksi mendonorkan darah secara berkala merupakan implementasi nyata untuk menyambung rantai kehidupan sesama manusia yang sedang berada dalam kondisi darurat medis.
"Alhamdulillah, bersyukur sekali bisa membantu sesama lewat jalan donor darah sukarela ini. Semoga saya dan teman-teman semua bisa terus diberikan kesehatan agar tetap rutin berdonor darah secara konsisten sampai menyentuh angka 100 kali nanti," tutur Nurhadi Santoso dengan rona wajah penuh kebahagiaan.
Melalui integrasi fasilitas laboratorium UDD baru yang bersertifikasi CPOB serta pemberian penghargaan berkala ini, tata kelola dan pemenuhan kebutuhan darah di seluruh Jawa Timur diharapkan semakin mandiri dan berkelanjutan. Langkah taktis ini sekaligus memastikan bahwa setiap tetes darah yang disumbangkan oleh para DDS dapat tersalurkan dengan standar medis tertinggi demi menyelamatkan lebih banyak jiwa manusia di masa depan.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:
.webp)
Post a Comment