Edukasi Gempa Bumi dan Dukungan Psikososial Libatkan Anak-anak hingga Akademisi di Ende


ANEWS.co, ENDE – Ketangguhan menghadapi bencana tidak hanya dibangun melalui pengetahuan tentang penyelamatan diri, tetapi juga melalui kemampuan mengelola emosi dan menjaga kesehatan mental. Kesadaran inilah yang menjadi dasar pelaksanaan edukasi kesiapsiagaan gempa bumi dan layanan dukungan psikososial yang digelar di Teras Baca Anmok, Rewarangga, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama satu jam mulai pukul 16.30 hingga 17.30 WITA tersebut melibatkan anak-anak sekolah serta kalangan akademisi. Sebanyak 24 penerima manfaat hadir dalam kegiatan, terdiri atas 20 siswa dan empat akademisi dari unsur mahasiswa dan dosen.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap mitigasi bencana di Indonesia, pendekatan yang dilakukan kali ini menawarkan sesuatu yang berbeda. Pendidikan kebencanaan tidak hanya berfokus pada aspek teknis penyelamatan diri, tetapi juga mengintegrasikan penguatan kesehatan mental melalui metode Ekspresi Kreatif.

Melalui pendekatan ini, anak-anak tidak sekadar menerima penjelasan mengenai gempa bumi. Mereka diajak berinteraksi, mengekspresikan perasaan, berbagi pengalaman, dan mengembangkan rasa aman melalui aktivitas kreatif yang dirancang sesuai usia mereka.

Metode tersebut dipilih karena anak-anak sering kali menjadi kelompok yang rentan ketika menghadapi situasi darurat. Ketakutan, kebingungan, hingga kecemasan pascabencana dapat memengaruhi kondisi psikologis mereka apabila tidak ditangani dengan baik.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman tentang langkah-langkah keselamatan dasar saat gempa bumi. Mereka diperkenalkan pada tindakan yang perlu dilakukan ketika terjadi guncangan, pentingnya tetap tenang, serta bagaimana melindungi diri hingga situasi kembali aman.

Tidak hanya untuk anak-anak, kegiatan ini juga membuka ruang diskusi bagi kalangan akademisi. Pada waktu yang sama, mahasiswa dan dosen mengikuti Focus Group Discussion (FGD) yang membahas pengembangan layanan dukungan psikososial serta strategi mitigasi bencana yang lebih terintegrasi.

Forum tersebut menjadi wadah bertukar gagasan antara praktisi kemanusiaan dan dunia akademik. Berbagai masukan muncul terkait penguatan program kesehatan mental, pendidikan kebencanaan, hingga kolaborasi yang dapat dikembangkan pada masa mendatang.

Founder Teras Baca Anmok, Dominika Dhapa, M.Pd., memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh PMI Ende ini. Program ini sangat bermanfaat untuk mengembalikan keceriaan anak-anak, memberikan edukasi sederhana terkait mitigasi bencana gempa, serta melibatkan mahasiswa dalam FGD hingga menghasilkan rekomendasi-rekomendasi penting bagi pengembangan layanan PSS PMI," ujarnya.

Menurutnya, program seperti ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan bencana bukan hanya tanggung jawab lembaga tertentu, melainkan membutuhkan keterlibatan komunitas, lembaga pendidikan, dan masyarakat secara luas.

Hasil kegiatan menunjukkan sejumlah capaian positif. Pertama, meningkatnya pemahaman anak-anak mengenai tindakan yang perlu dilakukan saat terjadi gempa bumi. Kedua, tersedianya ruang aman bagi peserta untuk mengekspresikan emosi melalui aktivitas kreatif.

Selain itu, kegiatan ini berhasil memperkuat sinergi antara Teras Baca Anmok dan tim pelaksana dalam mendukung kesehatan mental anak-anak serta pengembangan program pendidikan kebencanaan berbasis komunitas.

Melalui FGD, lahir pula sejumlah rekomendasi penting. Salah satu fokus utama adalah perlunya memperluas jangkauan layanan psikososial kepada anak-anak putus sekolah atau kelompok pendidikan informal yang selama ini relatif belum banyak terjangkau.

Rekomendasi lain adalah pengembangan variasi metode layanan psikososial agar lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat yang beragam.

Kegiatan yang dipandu Yosef Rayrego dan Yohana H. Riti serta didampingi Yolandy Dolonseda ini menjadi bukti bahwa upaya membangun ketangguhan masyarakat dapat dimulai dari ruang-ruang sederhana. Dari sebuah teras baca di Rewarangga, lahir langkah kecil yang membawa harapan besar bagi masa depan anak-anak dan masyarakat yang lebih siap menghadapi bencana.

Penulis: Amin 
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • Edukasi Gempa Bumi dan Dukungan Psikososial Libatkan Anak-anak hingga Akademisi di Ende
  • Edukasi Gempa Bumi dan Dukungan Psikososial Libatkan Anak-anak hingga Akademisi di Ende
  • Edukasi Gempa Bumi dan Dukungan Psikososial Libatkan Anak-anak hingga Akademisi di Ende
  • Edukasi Gempa Bumi dan Dukungan Psikososial Libatkan Anak-anak hingga Akademisi di Ende
  • Edukasi Gempa Bumi dan Dukungan Psikososial Libatkan Anak-anak hingga Akademisi di Ende
  • Edukasi Gempa Bumi dan Dukungan Psikososial Libatkan Anak-anak hingga Akademisi di Ende

Post a Comment