Dari Jakarta ke Jepang, 12 Pelajar Bawa Misi Budaya Betawi
ANEWS.co, JAKARTA - Budaya Betawi di Jepang akan menjadi salah satu wajah Indonesia yang diperkenalkan oleh para pelajar asal DKI Jakarta dalam program pertukaran pelajar bersama Palang Merah Jepang pada 5-11 November mendatang.
Sebelum berangkat, para peserta mengikuti pemusatan pelatihan yang digelar di Gedung PMI Provinsi DKI Jakarta, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting untuk mempersiapkan kemampuan peserta agar mampu membawa nama baik Jakarta dan Indonesia selama mengikuti program internasional.
Ketua Bidang Anggota dan Relawan PMI Provinsi DKI Jakarta, Maeza Angga Rizki, mengatakan program tersebut sejalan dengan semangat Jakarta sebagai kota global yang terus membuka ruang kolaborasi internasional bagi generasi muda.
Menurutnya, kerja sama dengan Palang Merah Jepang telah menjadi wadah bagi anggota PMR untuk bertukar pengalaman, budaya, dan wawasan dengan generasi muda dari negara lain.
Dalam program itu, peserta akan memperkenalkan berbagai unsur budaya Betawi, mulai dari kesenian hingga kuliner khas Jakarta. Selain menjadi sarana promosi budaya, kegiatan tersebut juga membuka ruang pembelajaran mengenai kehidupan masyarakat Jepang.
Maeza menjelaskan pemusatan pelatihan juga diisi pembelajaran kepalangmerahan, aktivitas keseharian PMR, hingga latihan percakapan bahasa Jepang.
“Kegiatan ini akan berlangsung di tanggal 5 sampai dengan 11 November. Dan pemusatan pelatihan hari pertama ini kita memiliki pembahasan terkait tentang kepalangmerahan, kegiatan-kegiatan keseharian PMR dan juga membahas tentang bagaimana kita belajar kosa kata atau percakapan Jepang sehari-hari sehingga teman-teman PMR ini bisa mempresentasikannya dengan lebih baik ketika nanti waktu pelaksanannya,” ujarnya.
Sebanyak 16 peserta mengikuti program tersebut yang terdiri atas 12 siswa dan empat pendamping. Para siswa berasal dari berbagai wilayah DKI Jakarta dan mewakili tingkat PMR Madya maupun PMR Wira.
Bagi para peserta, kesempatan ini bukan sekadar perjalanan luar negeri. Mereka juga membawa tanggung jawab sebagai duta budaya yang memperkenalkan Indonesia kepada dunia.
Maeza menegaskan program pertukaran pelajar menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda yang memiliki kepedulian sosial sekaligus kemampuan beradaptasi dalam pergaulan internasional.
“Pelaksanaan pertukaran pelajar ini menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda PMR yang tidak hanya memiliki kepedulian terhadap sesama, tetapi juga mampu beradaptasi dan berkontribusi dalam lingkungan global,” katanya.
Salah satu peserta, Windaru Naina Nindiasyam dari SMPN 95 Jakarta, mengaku tidak pernah membayangkan dapat terpilih mengikuti program tersebut.
“Awalnya saya benar-benar tidak percaya dengan hasilnya. Saya juga tidak pernah membayangkan bisa sampai terbang ke Jepang. Bagi saya, ini merupakan pengalaman yang sangat bermakna sekaligus penuh perjuangan hingga akhirnya saya bisa terpilih menjadi salah satu perwakilan, bukan hanya dari Jakarta Utara, tetapi juga mewakili Provinsi DKI Jakarta dan Indonesia,” kata Windaru.
Ia memanfaatkan masa pelatihan untuk memperkaya berbagai pengetahuan yang akan berguna selama berada di Jepang.
“Persiapan pertama yang saya lakukan adalah mempelajari berbagai pengetahuan yang nantinya bisa berguna selama berada di Jepang. Kemudian, saya juga mempersiapkan materi tentang kebudayaan Betawi yang akan saya perkenalkan di sana,” imbuhnya.
Selain ingin memperkenalkan budaya Indonesia, Windaru berharap dapat mempelajari sistem kesiapsiagaan bencana yang selama ini menjadi salah satu keunggulan Jepang. Ia tertarik melihat bagaimana anak-anak di negara tersebut dilatih untuk tetap tenang dan sigap ketika menghadapi situasi darurat.
Ia pun berharap pengalaman yang diperoleh selama program berlangsung dapat menjadi bekal berharga sekaligus membantu memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat internasional.
Penulis: Benhil M.
Editor: Redaksi

Post a Comment