Board Game Urban Heat Hadir dalam Bulan PRB Nasional 2026
ANEWS.co, SERANG — Isu suhu panas perkotaan atau urban heat menjadi salah satu materi edukasi yang diperkenalkan dalam rangkaian Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Nasional 2026 di Serang, Banten. Melalui permainan papan bertajuk Misi Kota Hijau, pengunjung diajak memahami hubungan antara pembangunan kota, ketersediaan ruang terbuka hijau, dan peningkatan suhu lingkungan yang kini menjadi perhatian banyak wilayah perkotaan.
Permainan tersebut ditampilkan dalam Disaster Management Expo yang digelar selama peringatan Bulan PRB Nasional pada 13–15 Oktober 2026. Melalui simulasi yang disusun menyerupai pengelolaan sebuah kawasan perkotaan, peserta diminta mengambil berbagai keputusan terkait tata ruang, pembangunan infrastruktur, hingga penyediaan area hijau sebagai bagian dari upaya mengurangi dampak panas ekstrem.
Dalam permainan tersebut, setiap keputusan yang diambil akan memengaruhi kondisi lingkungan kota yang disimulasikan. Peserta dapat melihat bagaimana berkurangnya ruang hijau atau meningkatnya pembangunan kawasan padat dapat berdampak terhadap kenaikan suhu lingkungan. Sebaliknya, kebijakan yang mempertimbangkan keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan lingkungan dapat membantu menciptakan kawasan yang lebih nyaman untuk dihuni.
Kasubid Penanggulangan Bencana PMI Kota Surabaya, Pungky Sugiarto, mengatakan isu perubahan iklim dan urban heat perlu disampaikan melalui pendekatan yang mudah dipahami masyarakat.
“Kami ingin membawa isu perubahan iklim dan urban heat ini dengan cara yang lebih membumi. Melalui board game, pengunjung tidak hanya mendengarkan teori, tetapi diajak berpikir taktis, berdiskusi, dan memahami peran penting setiap individu dalam menjaga lingkungan perkotaan agar tetap sejuk dan berkelanjutan,” ujarnya.
Fenomena urban heat atau pulau panas perkotaan menjadi salah satu tantangan yang semakin sering dibahas dalam konteks perubahan iklim. Kondisi tersebut umumnya terjadi akibat dominasi bangunan, permukaan beton dan aspal, serta minimnya vegetasi yang berperan menjaga keseimbangan suhu lingkungan.
Selain menghadirkan permainan edukatif, kegiatan tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai berbagai tantangan perubahan iklim yang dihadapi wilayah perkotaan. Pengunjung yang terdiri dari relawan, pelajar, mahasiswa, dan pegiat kebencanaan memperoleh gambaran mengenai keterkaitan antara tata kota dan risiko lingkungan di masa mendatang.
Melalui simulasi tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai pilihan tindakan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketahanan perkotaan terhadap suhu panas ekstrem. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pemahaman mengenai pentingnya adaptasi dan mitigasi sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko perubahan iklim.
Penyampaian materi melalui media permainan dipilih untuk membantu memperjelas konsep yang sering kali dianggap kompleks. Dengan pendekatan yang lebih interaktif, peserta dapat melihat secara langsung konsekuensi dari berbagai keputusan yang diambil dalam pengelolaan kawasan perkotaan.
Kegiatan ini menjadi salah satu bagian dari upaya edukasi publik mengenai risiko bencana yang berkaitan dengan perubahan iklim. Melalui pemahaman yang lebih baik, diharapkan masyarakat dapat mengenali tantangan yang dihadapi wilayah perkotaan sekaligus memahami langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampaknya.
Penulis: Intan Mauludi Lestari
Editor: Redaksi

Post a Comment