BAZNAS Ponorogo Siapkan Beasiswa untuk Empat Anak Yatim Piatu di Slahung
ANEWS.co, PONOROGO – BAZNAS Ponorogo memastikan dukungan pendidikan bagi empat anak yang menjadi yatim piatu setelah ibunya, Lu'luatun Nikmah (38), warga Desa Banggel, Kecamatan Slahung, meninggal dunia. Komitmen tersebut disampaikan saat jajaran pimpinan BAZNAS Ponorogo mengunjungi rumah duka pada Rabu (21/10/2026).
Kunjungan dilakukan oleh Wakil Ketua I BAZNAS Ponorogo Yuni Ahad Diana, S.Si., M.E., Wakil Ketua II Bahrun Nasikin, S.Ag., M.A., dan Wakil Ketua IV Suyitno, S.H.I., M.A. Mereka hadir bersama Plt. Bupati Ponorogo Hj. Lisdyarita, S.H., serta Kapolres Ponorogo untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus menyerahkan bantuan awal.
Perhatian publik terhadap keluarga tersebut muncul setelah kisah Lu'luatun Nikmah menjadi perbincangan luas di media sosial. Almarhumah diketahui meninggal dunia saat berada di atas sepeda motor bersama anak bungsunya.
Peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Keempat anak yang ditinggalkan kini harus menjalani kehidupan tanpa kedua orang tua karena ayah mereka lebih dahulu meninggal dunia sekitar satu tahun lalu.
Di tengah situasi itu, keberlangsungan pendidikan anak-anak menjadi perhatian utama berbagai pihak.
Wakil Ketua II BAZNAS Ponorogo, Bahrun Nasikin, menegaskan bahwa lembaganya akan mengambil peran dalam memastikan pendidikan anak-anak tersebut tetap berjalan.
“Kami sangat prihatin dan tersentuh dengan musibah yang menimpa keluarga almarhumah Ibu Lu'luatun Nikmah. Kehadiran kami di rumah duka ini adalah untuk memastikan bahwa keempat anak almarhumah tidak berjuang sendirian. BAZNAS Ponorogo siap memberikan beasiswa pendidikan agar masa depan anak-anak ini tetap terjamin,” ujarnya.
Menurut Bahrun, bantuan pendidikan akan disesuaikan dengan jenjang sekolah masing-masing anak. Pendampingan juga akan dilakukan agar kebutuhan pendidikan mereka dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Langkah tersebut dinilai penting karena anak-anak yang kehilangan orang tua berisiko mengalami hambatan dalam mengakses pendidikan akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
Kehadiran beasiswa diharapkan dapat memberikan kepastian sehingga mereka tetap dapat bersekolah dan melanjutkan pendidikan sesuai cita-cita masing-masing.
Selain memberikan bantuan, BAZNAS Ponorogo juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial memiliki peran penting ketika masyarakat menghadapi kondisi sulit. Kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, serta masyarakat menjadi faktor penting untuk memastikan anak-anak yang terdampak musibah tetap mendapatkan hak-haknya, termasuk hak memperoleh pendidikan.
BAZNAS Ponorogo menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang harus dijaga, terutama bagi anak-anak yang sedang menghadapi situasi rentan.
Melalui program beasiswa tersebut, lembaga itu berharap masa depan keempat anak almarhumah tetap terbuka dan mereka memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang serta meraih cita-cita.
Penulis: Rudi/Amin
Editor: Redaksi
%20(1)%20(1)%20(1)%20(1)%20(1)%20(1-1.webp)
Post a Comment