Tim Promkes PMI Sisir Posko Pengungsian di Manggarai
ANEWS.co, MANGGARAI — Manajemen kedaruratan bencana yang akuntabel menuntut adanya integrasi yang kuat antara pemenuhan kebutuhan fisik jangka pendek dan perlindungan kesehatan preventif di area pengungsian. Ketika ratusan jiwa terpaksa hidup berdampingan dalam keterbatasan ruang di tenda-tenda darurat, risiko penularan infeksi pernapasan dan penyakit berbasis lingkungan akan meningkat drastis. Menghadapi ancaman nyata ini, Palang Merah Indonesia (PMI) mengoptimalkan peran Tim Promosi Kesehatan (Promkes) untuk melakukan penyisiran menyeluruh ke kantong-kantong pengungsian terpencil di Manggarai.
Operasi pemetaan dan edukasi kesehatan ini dikonsentrasikan di Desa Golo, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai. Fokus pergerakan tim dibagi ke dalam dua klaster pemukiman darurat, yakni Dusun Golo dan Dusun Laci. Langkah taktis ini didesain sebagai respons cepat untuk membangun kesadaran personal para korban bencana mengenai pentingnya proteksi dini terhadap kesehatan keluarga di tengah keterbatasan sarana air bersih yang melanda wilayah Kecamatan Cibal pascabencana.
Dalam menjalankan misinya, kekuatan personel PMI diperkuat oleh sinergi lintas tingkatan organisasi. Sebanyak 4 orang relawan ahli diturunkan langsung ke lokasi, dengan rincian 2 orang personel merupakan utusan teknis dari PMI Pusat dan 2 orang lainnya merupakan kader lokal dari PMI Kabupaten Manggarai. Kolaborasi ini membuat materi edukasi yang disampaikan tidak hanya memenuhi standar baku nasional, namun juga disampaikan dengan pendekatan bahasa dan kearifan lokal yang mudah dicerna oleh masyarakat setempat.
Pola penanganan di Dusun Laci memiliki karakteristik yang berbeda dengan Dusun Golo. Di wilayah RT 001 Dusun Laci, selain memberikan materi pencegahan ISPA dan diare, tim Promkes PMI secara khusus memasukkan materi kesiapsiagaan terhadap ancaman virus Rabies. Hal ini dipicu oleh tingginya populasi hewan peliharaan di sekitar pemukiman darurat yang berpotensi mengalami perubahan perilaku agresif akibat stres pascabencana, sehingga berisiko menggigit para pengungsi yang tidur di tenda-tenda terbuka.
Ketua PMI Kabupaten Manggarai, Hironnymus A. Kaunang, memaparkan bahwa temuan lapangan mengenai potensi ancaman zoonosis seperti rabies di area pengungsian harus disikapi secara serius oleh semua pemangku kebijakan.
Pria yang akrab disapa Ronny ini mendorong adanya tindakan proteksi ganda, baik dari sisi manusianya melalui edukasi maupun dari sisi kesehatan hewannya melalui tindakan medis veteriner.
"Di pengungsian Dusun Laci, tantangannya tidak hanya masalah kebersihan, tetapi juga ada risiko penularan penyakit dari hewan seperti rabies. Oleh karena itu, tim Promkes kami di lapangan bergerak cepat mengedukasi warga mengenai langkah pencegahan dan penanganan pertama jika terjadi gigitan hewan. Kami juga merekomendasikan kepada dinas terkait untuk segera turun melakukan vaksinasi pada hewan peliharaan anjing di sekitar kamp pengungsian. Bagi PMI Manggarai, keselamatan masyarakat adalah prioritas mutlak yang harus dilindungi dari segala arah ancaman penyakit," tegas Hironnymus A. Kaunang dalam laporan tertulisnya mengenai perkembangan situasi Cibal.
Giat layanan ini berhasil menyentuh komponen warga secara masif. Data agregat PMI menunjukkan di Dusun Golo terdapat 115 jiwa yang mendapatkan manfaat edukasi, dengan komposisi 52 laki-laki dan 63 perempuan. Sedangkan di Dusun Laci, layanan kesehatan darurat ini diakses oleh 65 jiwa penyintas yang terdiri dari 29 laki-laki dan 36 perempuan. Sebagian besar penerima manfaat merupakan kelompok rentan seperti ibu menyusui dan lansia yang rentan terpapar hawa dingin malam.
Dari hasil pengamatan langsung dan wawancara mendalam bersama para kepala keluarga di posko pengungsian, Tim Promkes PMI menemukan kendala kesehatan masyarakat yang bersifat mendesak. Jika di Dusun Golo masalah utama terletak pada tiadanya wadah pembuangan limbah padat, maka di Dusun Laci kendala terbesar yang ditemukan adalah belum adanya program vaksinasi massal untuk Hewan Penular Rabies (HPR), khususnya jenis anjing, pasca-terjadinya bencana alam di wilayah tersebut.
Temuan klinis di lapangan ini segera direspon oleh pimpinan PMI dengan mengeluarkan surat rekomendasi darurat yang ditujukan kepada Dinas Peternakan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai. PMI mendorong dilakukannya operasi vaksinasi HPR jemput bola di Dusun Laci untuk mengamankan perimeter pengungsian dari risiko penularan rabies. Melalui langkah mitigasi yang komprehensif ini, PMI membuktikan komitmennya untuk mendampingi warga Manggarai secara utuh—tidak hanya menyelamatkan mereka dari dampak langsung bencana, melainkan juga menjaga keselamatan jiwa mereka dari ancaman penyakit sekunder selama berada di pengungsian.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:

Post a Comment