Terima Penghargaan PMI, Dosen Unmer Malang Kampus Ponorogo Buktikan Dedikasi 22 Tahun Donor Darah AB Lebih dari 50 Kali
Dalam kurun waktu lebih dari dua dekade, akademisi ini tercatat telah mendonorkan darahnya sebanyak lebih dari 50 kali. Kehadiran pendonor rutin seperti Rahmad memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga kestabilan ketersediaan pasokan darah di daerah, terutama untuk pemilik golongan darah AB yang tergolong langka dan membutuhkan penanganan ketersediaan pasokan secara khusus dari Palang Merah Indonesia (PMI).
"Alhamdulillah sudah lebih dari 50 kali donor dan bisa terima penghargaan ini. Awalnya diajak teman pada tahun 2004, tetapi setelah dirasakan manfaatnya, aktivitas ini menjadi kebiasaan dan kebutuhan. Rasanya ada hal yang kurang dalam rutinitas harian jika belum mendonorkan darah," ujar Rahmad Kurniawan saat memberikan keterangan kepada awak media pada Rabu (23/9/2026).
Di tengah padatnya aktivitas akademis dan kewajiban mengajar, tantangan utama yang dihadapi oleh pendonor aktif dari kalangan profesional adalah tata kelola waktu. Rahmad mengungkapkan bahwa komitmen pribadi menjadi pilar utama agar aktivitas kemanusiaan tidak tergeser oleh kesibukan harian di kampus.
"Kendalanya cuma masalah waktu. Kadang jadwal mengajar sangat padat, jadi harus pandai mencari waktu luang untuk datang ke PMI. Namun, komitmen harus tetap dijaga karena pasokan darah ini sangat ditunggu oleh pasien yang sedang membutuhkan," tambahnya.
Sebagai akademisi, Rahmad juga menyoroti pentingnya modernisasi serta fleksibilitas layanan medis kedaruratan daerah. Ia berharap PMI Kabupaten Ponorogo dapat terus meningkatkan jangkauan pelayanan publik, seperti memperluas operasional unit donor darah keliling (mobile unit) ke lingkungan kampus untuk menjaring potensi pendonor pemula dari kalangan mahasiswa, sekaligus memberikan fleksibilitas waktu bagi para pekerja profesional.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:

Post a Comment