Santri Ponorogo Tepis Mitos Takut Donor Darah


ANEWS.co, PONOROGO – Mengalahkan rasa takut demi alasan kemanusiaan menjadi pengalaman berharga bagi Aulia Hani'atur Rofi'ah. Santriwati Pondok Pesantren Al-Iman Putri Ponorogo yang berasal dari Batam ini akhirnya mematahkan anggapan negatif tentang donor darah setelah ia sendiri turun langsung menjadi pendonor pemula.

Sebelum memberanikan diri mendaftar, Hani mengaku terdorong oleh rasa penasaran atas berbagai anggapan bahwa mendonorkan darah dapat membuat kondisi tubuh mendadak drop, pusing, dan mual.

"Pengalaman pertama ini berawal dari rasa penasaran ingin merasakan bagaimana rasanya donor darah. Soalnya kata orang-orang kan bisa bikin pusing, mual, terus lemas. Jadi saya ingin membuktikan fakta yang sesungguhnya itu seperti apa," tutur Hani menceritakan motivasi awalnya.

Saat berada di ruang pelayanan donor, ketegangan sempat menyelimuti dirinya. Hani tak menampik jika jantungnya berdegup kencang dan tubuhnya terasa dingin sesaat sebelum petugas medis menancapkan jarum pengambilan darah.

"Awalnya di sana tentu berdebar-debar dan sempat merasa panas dingin. Tetapi setelah dijalani ternyata biasa saja. Oh, ternyata seperti ini rasanya, jadi saya tidak takut lagi," tegasnya mengenang proses tersebut.

Sensasi takut yang semula membayangi ternyata menguap begitu saja setelah prosedur donor darah selesai dilakukan. Hani merasa lega karena kondisi tubuhnya tetap stabil dan tidak mengalami keluhan berarti seperti cerita-cerita yang beredar.

Lebih dari sekadar memuaskan rasa penasaran, aksi donor darah pertama ini memberikan kesadaran baru bagi Hani mengenai pentingnya sirkulasi darah serta nilai kepedulian sosial bagi sesama manusia.

"Semoga darah ini bisa bermanfaat bagi orang yang membutuhkan. Saya berharap semua orang yang diberikan kesempatan bisa mengikhlaskan darahnya untuk didonorkan. Selain berguna untuk orang lain, sirkulasi darah di dalam tubuh kita juga bisa berganti dengan yang lebih segar," harapnya.

Melalui pengalaman perdananya ini, Hani berharap dapat menginspirasi rekan-rekan sesama santri dan masyarakat luas untuk tidak ragu lagi mendonorkan darah mereka.

"Semoga kalian diberikan keikhlasan untuk mendonorkan darah, karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain," ucap Hani mengakhiri ceritanya.

Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • Santri Ponorogo Tepis Mitos Takut Donor Darah
  • Santri Ponorogo Tepis Mitos Takut Donor Darah
  • Santri Ponorogo Tepis Mitos Takut Donor Darah
  • Santri Ponorogo Tepis Mitos Takut Donor Darah
  • Santri Ponorogo Tepis Mitos Takut Donor Darah
  • Santri Ponorogo Tepis Mitos Takut Donor Darah

Post a Comment