Santri Al Iman Putri Ponorogo Ikuti Edukasi PMI
Pondok Pesantren Al-Iman Putri Ponorogo merupakan lembaga pendidikan Islam modern khusus putri berbasis kurikulum Kulliyatul Mu'allimat Al-Islamiyah (KMI) yang berkiblat pada Pondok Modern Darussalam Gontor.
Berdiri sejak tahun 1991 di bawah Yayasan Al-Iman Ponorogo, pesantren yang berlokasi di Jalan Raya Ponorogo–Madiun KM 5, Babadan, Ponorogo, dan didirikan oleh KH. Mahfudz Hakiem ini terus berkomitmen mencetak generasi muslimah yang berjiwa sosial serta berkarakter ikhlas.
Hadir dalam agenda tersebut jajaran teras PMI Ponorogo, antara lain Sekretaris PMI Ponorogo Sumani, Kepala UDD PMI Ponorogo Barunanto Ashadi, serta tim medis Rumah Sehat PMI Ponorogo dr. M. Mustamik Sunayya.
Pihak pesantren diwakili oleh Edi Sujarwo dari jajaran Pimpinan Pondok serta Hani Nur Asma selaku Perwakilan Bagian Kesehatan Pesantren.
Perwakilan Bagian Kesehatan Pesantren, Hani Nur Asma, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian tim PMI yang telah berkenan membagikan ilmu serta memfasilitasi aksi sosial di pondok mereka.
"Kami ucapkan terima kasih atas kehadiran dan kebaikan hati rekan-rekan semua di sini. Mari kita jadikan momen sederhana ini sebagai awal untuk lebih peduli dan berbagi kepada sesama," tutur Hani Nur Asma saat membuka acara.
Sekretaris PMI Ponorogo, Sumani, menyoroti pentingnya pembentukan karakter kepedulian sosial di kalangan santriwati. Menurutnya, nilai-nilai kemanusiaan yang diusung PMI sangat sejalan dengan ajaran keikhlasan di dalam Islam.
"PMI adalah organisasi independen dan mandiri yang selalu bekerja demi kemanusiaan tanpa memandang asal-usul, ras, dan latar belakang lainnya. Seseorang yang menyumbangkan darahnya tidak memikirkan darah tersebut akan digunakan oleh siapa. Semangat itulah contoh keikhlasan itu sendiri. Karena di pesantren ini dibangun karakter calon ustadzah dan pemimpin bangsa, sangat tepat apabila kita bermitra. Kami memohon agar kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut secara rutin," pasar Sumani.
Menambahkan dari aspek penyediaan stok darah, Kepala UDD PMI Ponorogo, Barunanto Ashadi, menekankan bahwa donor darah merupakan bentuk sedekah yang tidak bernilai harganya karena langsung membantu menyambung nyawa sesama.
"Lembaga inilah yang menyediakan kebutuhan darah bagi pasien yang memerlukan. Sedekah melalui donor darah ini bisa mendatangkan keridaan Allah dan menjadi bentuk sedekah yang paling utama. Tentu ada proses dan persyaratan khusus, seperti berat badan minimal 48 kg agar pengambilan darah sebanyak 250 sampai 300 cc tetap aman bagi tubuh pendonor," terang Barunanto Ashadi.
Di sisi lain, dr. M. Mustamik Sunayya memberikan panduan praktis mengenai penerapan pola hidup higienis di area asrama guna mencegah potensi penularan penyakit.
"Yang disampaikan untuk kegiatan hari ini adalah penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Kita mengajarkan santri untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan agar pondok pesantren menjadi tempat belajar yang jauh lebih sehat," ungkap dr. M. Mustamik Sunayya.
Respon hangat juga datang dari para peserta. Shakila Aulia, santriwati asal Solo, menuturkan bahwa sesi sosialisasi ini memberi pemahaman baru yang sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari di pesantren.
"Materi ini membuat kami paham pentingnya donor darah serta menjaga kebersihan lingkungan. Kami diajarkan untuk tidur teratur, tidak bergantian memakai handuk, memperbanyak minum air putih, dan menguras genangan air agar tidak menjadi sarang nyamuk. Semoga seluruh keluarga besar Pondok Al-Iman semakin sadar akan pentingnya pola hidup sehat dan tergerak untuk mendonorkan darah," pungkas Shakila Aulia.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:





Post a Comment