RFL PMI Bantu Pengungsi Sampaikan Kabar Selamat






ANEWS.co, MANGGARAI - Layanan RFL menjadi salah satu kebutuhan penting dalam situasi bencana. Ketika gempa terjadi, banyak warga kehilangan akses komunikasi akibat keterbatasan jaringan, kerusakan infrastruktur, atau kondisi darurat yang membuat mereka sulit menghubungi keluarga. Dalam situasi seperti itu, kepastian informasi mengenai keselamatan anggota keluarga sering kali menjadi kebutuhan yang sama pentingnya dengan bantuan logistik.

Melalui layanan tersebut, PMI Kabupaten Manggarai berupaya memastikan para penyintas tetap dapat menyampaikan kabar kepada keluarga sekaligus memperoleh informasi mengenai keberadaan kerabat mereka apabila terjadi pemisahan akibat bencana.

Di Posko Pengungsian Golo Conggo, tim RFL hadir langsung memberikan pendampingan kepada masyarakat. Relawan membantu warga memahami fungsi layanan RFL, mengisi formulir "Saya Selamat", hingga memfasilitasi komunikasi melalui layanan telepon gratis.

Koordinator Tim RFL PMI Kabupaten Manggarai, Goedelfridus Gunansa Jahu, menjelaskan bahwa layanan tersebut didukung perangkat komunikasi berupa telepon seluler dan koneksi internet Starlink untuk memastikan komunikasi tetap berjalan.

"Dalam menghadapi bencana, layanan RFL memiliki beberapa jenis, mulai dari pencarian anggota keluarga, pemulihan kontak keluarga, penyampaian pesan keluarga, pendataan orang yang mencari anggota keluarga, penyampaian informasi keluarga hingga rujukan kasus RFL," ujar Goedelfridus.

Menurutnya, RFL merupakan layanan kemanusiaan yang dirancang untuk membantu masyarakat mempertahankan hubungan keluarga ketika situasi darurat menyebabkan hilangnya kontak.

Ia menjelaskan, setiap bencana memiliki potensi memisahkan keluarga atau memutus akses komunikasi. Dalam kondisi tersebut, masyarakat membutuhkan saluran yang aman, cepat, dan terpercaya untuk mengabarkan kondisi mereka kepada keluarga.

Berdasarkan hasil asesmen lapangan PMI, kebutuhan RFL di Posko Golo Conggo saat ini meliputi edukasi layanan RFL, pengisian formulir "Saya Selamat", serta penyediaan fasilitas telepon gratis bagi warga terdampak.

"Ada 12 orang yang telah mendapatkan edukasi mengenai RFL, mengisi formulir 'Saya Selamat', dan memperoleh akses layanan telepon gratis. Saat ini dua orang telah menggunakan fasilitas telepon tersebut untuk menghubungi keluarga," katanya.

Menurut Goedelfridus, angka tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan komunikasi menjadi bagian penting dari proses pemulihan masyarakat pascabencana.

Meski sederhana, layanan komunikasi memiliki dampak besar terhadap kondisi psikologis penyintas. Ketika masyarakat berhasil menghubungi keluarga dan menyampaikan kabar keselamatan, kecemasan yang mereka rasakan dapat berkurang secara signifikan.

Hal tersebut dirasakan langsung oleh salah seorang pengungsi, Daftosa Adoka. Warga yang mengungsi di Golo Conggo itu mengaku lega setelah berhasil menghubungi anaknya yang tinggal di Sorong, Papua.

Sebelum memperoleh bantuan dari PMI, dirinya kesulitan menyampaikan kabar kepada anggota keluarga yang berada jauh dari lokasi bencana.

"Saya berterima kasih kepada PMI Kabupaten Manggarai yang sudah memberikan akses kepada kami. Lewat telepon gratis ini saya bisa mengabari anak saya yang ada di Sorong bahwa kami sekeluarga selamat dari bencana gempa dan sekarang merasa sedikit aman berada di tempat pengungsian," ungkap Daftosa.

Menurutnya, kesempatan untuk berbicara langsung dengan anggota keluarga menjadi pengalaman yang sangat berarti.

Di tengah informasi yang berkembang cepat setelah bencana, keluarga di luar daerah sering kali mengalami kecemasan karena belum memperoleh kepastian mengenai kondisi kerabat mereka.

Karena itu, satu panggilan telepon singkat dapat memberikan ketenangan bagi kedua belah pihak.

Selain Daftosa, seorang pengungsi lainnya, Susana Ada, juga memanfaatkan layanan telepon gratis untuk menghubungi keluarganya di Hong Kong.

Kedua panggilan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan komunikasi tidak mengenal batas geografis. Banyak keluarga Manggarai yang memiliki anggota keluarga bekerja atau merantau ke berbagai daerah bahkan luar negeri. Ketika bencana terjadi, mereka membutuhkan kepastian mengenai kondisi keluarga di kampung halaman.

Layanan RFL menjawab kebutuhan tersebut dengan menyediakan sarana komunikasi yang aman dan mudah diakses masyarakat.

Lebih dari sekadar fasilitas telepon gratis, program RFL juga memiliki nilai edukatif yang penting bagi masyarakat.

Melalui sosialisasi yang dilakukan relawan, warga memperoleh pemahaman mengenai berbagai mekanisme pemulihan hubungan keluarga yang dapat digunakan saat terjadi bencana.

Masyarakat diperkenalkan pada prosedur pencarian anggota keluarga, penyampaian pesan keluarga, hingga proses pelacakan apabila terjadi kehilangan kontak dalam waktu lama.

Pengetahuan tersebut menjadi bekal penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana di masa depan.

Bagi PMI, pemulihan hubungan keluarga merupakan bagian tidak terpisahkan dari respons kemanusiaan.

Kebutuhan masyarakat terdampak bencana tidak hanya berupa makanan, air bersih, layanan kesehatan, maupun tempat tinggal sementara. Kebutuhan untuk mengetahui kondisi orang-orang terdekat juga menjadi aspek penting dalam proses pemulihan.

Sejumlah penelitian kemanusiaan menunjukkan bahwa dukungan sosial dan komunikasi keluarga memiliki peran besar dalam membantu penyintas mengatasi tekanan psikologis pascabencana.

Karena itulah layanan RFL terus menjadi bagian dari respons kemanusiaan PMI di berbagai daerah terdampak bencana di Indonesia.

Di Manggarai, layanan tersebut menjadi bukti bahwa pendekatan kemanusiaan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga kebutuhan sosial dan emosional masyarakat.

Daftosa berharap layanan ini tetap tersedia selama masyarakat masih berada di lokasi pengungsian.

"Harapan saya, selama gempa susulan masih berlangsung, layanan ini tetap ada di pengungsian supaya kami bisa terus berkabar kepada keluarga yang ada di perantauan," katanya.

PMI Kabupaten Manggarai memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, relawan, dan berbagai pihak terkait untuk menghadirkan layanan kemanusiaan sesuai kebutuhan masyarakat.

Melalui layanan RFL, PMI berharap para pengungsi dapat tetap terhubung dengan keluarga, memperoleh kepastian informasi, sekaligus mendapatkan dukungan moral selama menjalani masa pemulihan pascagempa.

Penulis: Edho 
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • RFL PMI Bantu Pengungsi Sampaikan Kabar Selamat
  • RFL PMI Bantu Pengungsi Sampaikan Kabar Selamat
  • RFL PMI Bantu Pengungsi Sampaikan Kabar Selamat
  • RFL PMI Bantu Pengungsi Sampaikan Kabar Selamat
  • RFL PMI Bantu Pengungsi Sampaikan Kabar Selamat
  • RFL PMI Bantu Pengungsi Sampaikan Kabar Selamat

Post a Comment