Asap Tebal Tak Surutkan Langkah, 100 Relawan Muda PMI Nabire Turun Berbagi Masker

Sekitar 100 relawan PMI dan PMR Nabire membagikan 1.000 masker saat kabut asap. PMI juga merencanakan 5.000 masker untuk sekolah.

ANEWS.coNABIRE  – Udara yang dipenuhi asap tidak menghentikan langkah para relawan muda di Nabire, Papua Tengah. Kamis (17/9/2026), sekitar 100 anggota Palang Merah Remaja (PMR) dan relawan PMI memilih turun ke jalan untuk membantu melindungi masyarakat dari paparan asap.

Mereka berdiri di persimpangan jalan, mendatangi pengendara sepeda motor, kendaraan roda empat hingga warga yang berjalan kaki.

Di tangan mereka terdapat masker yang kemudian dibagikan satu per satu kepada masyarakat.

Sebanyak 1.000 masker didistribusikan PMI Kabupaten Nabire pada tahap pertama aksi tersebut.

Kegiatan dilakukan bertepatan dengan HUT ke-81 Palang Merah Indonesia sekaligus menjadi wujud tema “Peduli, Bergerak, Bersama.”

Ketika Pelajar Memilih Turun Membantu Warga

Ada cerita tentang generasi muda di balik pembagian seribu masker tersebut.

Relawan PMR yang terlibat berasal dari SMAN 1 Nabire, SMAN 2 Nabire, SMKN 1 Nabire, SMPN 4 Nabire, SMA Muhammadiyah Nabire, SMA Almadina Nabire, SMAN 1 Wanggar, dan SMPN 1 Wanggar.

Mereka bersama relawan PMI bergerak di dua titik, yakni Perempatan Lampu Merah Kusuma Bangsa serta Perempatan Lampu Merah Pasar SP 1, Nabire Barat.

Ketua Bidang Relawan PMI Kabupaten Nabire, Wahyu Diantoro, mengaku terharu menyaksikan kesediaan para anggota PMR untuk tetap bergerak di tengah kondisi udara yang dipenuhi asap.

“Walaupun asap tebal, adik-adik PMR tidak surut langkah dan tetap bersedia berbagi kebaikan kepada masyarakat. Saya terharu melihat semangat mereka,” kata Wahyu.

Bagi Wahyu, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan kemanusiaan memiliki arti lebih jauh daripada menyelesaikan satu kegiatan sosial.

PMR menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar melihat persoalan di sekitarnya dan mengambil peran sesuai kemampuan mereka.

Dari PMR, Regenerasi Relawan Kemanusiaan Tumbuh

Regenerasi relawan menjadi bagian penting bagi keberlanjutan kerja kemanusiaan PMI.

Melalui keterlibatan sejak usia sekolah, generasi muda tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai kepalangmerahan, tetapi juga berkesempatan mengalami langsung bagaimana kepedulian diterjemahkan menjadi tindakan.

“Bagi PMI, regenerasi relawan bukan hanya mencari penerus organisasi. Yang lebih penting adalah menyiapkan generasi muda yang memiliki kepekaan ketika melihat orang lain membutuhkan pertolongan. Hari ini mereka membagikan masker, tetapi pengalaman sederhana seperti inilah yang menumbuhkan jiwa kemanusiaan dan keberanian untuk hadir bagi sesama,” ujar Wahyu.

Aksi di tengah kabut asap pun menjadi ruang belajar secara langsung bagi anggota PMR.

Mereka melihat sebuah persoalan di masyarakat, kemudian ikut bergerak melakukan sesuatu yang dapat membantu.

Semangat tersebut selaras dengan tema HUT ke-81 PMI, “Peduli, Bergerak, Bersama.”

Setelah 1.000 Masker, Sekolah Jadi Sasaran Berikutnya

Aksi kemanusiaan PMI Nabire belum direncanakan berakhir pada pembagian 1.000 masker.

PMI Kabupaten Nabire menyiapkan rencana tahap kedua dengan jumlah 5.000 masker.

Jika tahap pertama dilaksanakan di ruang publik, distribusi tahap kedua direncanakan lebih dekat dengan lingkungan generasi muda, yakni sekolah-sekolah di Nabire.

Jika seluruh rencana terealisasi, sebanyak 6.000 masker akan terbagi melalui dua tahap.

Jumlah tersebut terdiri atas 1.000 masker yang telah didistribusikan pada Kamis dan 5.000 masker yang direncanakan untuk tahap berikutnya.

Menjaga Kesehatan di Tengah Kabut Asap

Pembagian masker dilakukan di tengah kondisi asap yang menurut informasi PMI telah menyelimuti Nabire dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap saluran pernapasan masyarakat, termasuk meningkatkan risiko ISPA.

PMI mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika berada di luar rumah untuk membantu mengurangi paparan asap. Warga juga diingatkan mempertimbangkan pengurangan aktivitas luar ruangan ketika asap semakin pekat.

Namun di balik persoalan kualitas udara, aksi Kamis itu juga meninggalkan cerita lain.

Sekitar seratus pelajar dan relawan muda memilih tidak sekadar menjadi penonton.

Mereka turun ke jalan, bertemu masyarakat dan membagikan perlindungan sederhana berupa masker.

Bagi PMI Nabire, semangat itu menjadi modal penting untuk masa depan gerakan kemanusiaan.

Sebab regenerasi relawan tidak hanya berlangsung melalui teori dan pelatihan. Ia juga tumbuh ketika generasi muda diberi kesempatan peduli, bergerak dan hadir bersama masyarakat yang membutuhkan.

Penulis: Amin
Editor: Redaksi 

Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • Asap Tebal Tak Surutkan Langkah, 100 Relawan Muda PMI Nabire Turun Berbagi Masker
  • Asap Tebal Tak Surutkan Langkah, 100 Relawan Muda PMI Nabire Turun Berbagi Masker
  • Asap Tebal Tak Surutkan Langkah, 100 Relawan Muda PMI Nabire Turun Berbagi Masker
  • Asap Tebal Tak Surutkan Langkah, 100 Relawan Muda PMI Nabire Turun Berbagi Masker
  • Asap Tebal Tak Surutkan Langkah, 100 Relawan Muda PMI Nabire Turun Berbagi Masker
  • Asap Tebal Tak Surutkan Langkah, 100 Relawan Muda PMI Nabire Turun Berbagi Masker

Post a Comment