Relawan Nganjuk Didorong Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Bencana
ANEWS.co, NGANJUK – Kesiapsiagaan relawan menjadi perhatian dalam pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kabupaten Nganjuk masa bakti 2026-2031 di Pendopo Kabupaten Nganjuk, Rabu (16/9/2026). Di tengah meningkatnya ancaman bencana akibat perubahan iklim, kapasitas relawan dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat respons kemanusiaan di daerah.
Ketua PMI Jawa Timur, Imam Utomo, mengatakan kondisi kebencanaan saat ini membutuhkan kesiapan yang lebih baik dibanding sebelumnya. Ia menyoroti meningkatnya wilayah kritis akibat kekeringan di Jawa Timur.
Menurutnya, jumlah daerah yang mengalami kondisi kritis karena kekeringan meningkat dari 13 menjadi 24 kabupaten/kota dari total 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Selain kekeringan, sejumlah kejadian seperti kebakaran kawasan hutan juga menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan harus terus diperkuat.
“Jangan hanya ucapan di sini. Yang terpenting adalah nanti pelaksanaannya,” kata Imam.
Imam menegaskan relawan memiliki peran penting dalam mendukung pemerintah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) saat terjadi bencana.
Menurutnya, kemampuan relawan harus terus ditingkatkan agar kehadiran mereka benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Relawan kita harus betul-betul kapasitasnya selalu ditingkatkan. Jangan sampai ke sana hanya datang, tidak ada fungsinya,” tegasnya.
Selain penanganan bencana, Imam juga mendorong peningkatan kualitas pelayanan darah melalui Unit Donor Darah (UDD), termasuk pemenuhan standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) secara bertahap.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengingatkan sejumlah potensi bencana yang perlu diantisipasi di wilayahnya. Selain kekeringan yang kerap terjadi di kawasan utara, risiko kebakaran dan longsor juga menjadi perhatian.
Ia menyoroti potensi longsor di Kecamatan Ngetos serta sejumlah titik yang mengalami retakan tanah di wilayah Kepel.
Menurut Marhaen, kolaborasi antara pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat menjadi kunci menghadapi berbagai ancaman tersebut.
Ketua PMI Kabupaten Nganjuk, Lis Handoyo, mengatakan kepengurusan baru akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, meningkatkan pelayanan darah, serta mengembangkan Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah-sekolah.
“Kita tahu bahwa ke depan tugas-tugas yang harus diemban oleh Palang Merah tidak ringan, dan tentu harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:

Post a Comment