Raih Penghargaan Wasis Suwondo Bongkar Efek Ajaib Donor Darah


ANEWS.co, PONOROGO — Di balik deretan angka statistik pelayanan darah, esensi sejati dari gerakan sosial terletak pada ketulusan personal yang konsisten merawat napas kehidupan sesama. Tepat pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Palang Merah Indonesia (PMI) ke-81, Pendopo Agung Pemkab Ponorogo menjadi saksi bisu penghormatan paling khidmat bagi mereka yang mengabdi tanpa pamrih di garis sunyi kemanusiaan. 
Dalam resepsi kemanusiaan yang berlangsung pada Rabu (23/9/2026), penghargaan yang diserahkan oleh pemerintah daerah bukan lagi sekadar formalitas birokrasi, melainkan sebuah pengakuan mendalam atas dedikasi tanpa batas dari para relawan donor darah sukarela di Bumi Reog.
Secara kontekstual, keteguhan para pejuang kemanusiaan ini menghidupkan roh utama dari tema nasional tahun 2026, "Peduli, Bergerak, Bersama". Pertemuan akbar yang dihadiri oleh Plt. Bupati Ponorogo Bunda Hj. Lisdiyarita, SH., Ketua PMI Ponorogo Drs. H. Luhur Karsanto, M.Si., Dandim 0802 Letkol (Arh.) Farouk Saputra, S.Sos., M.MSD., serta Kapolres Ponorogo AKBP Antonin Wibi Subibyo ini, membentangkan sebuah pesan kuat. Bahwa di tengah dinamika pembangunan daerah, kepedulian yang diwujudkan melalui tetesan darah memiliki nilai yang tak terhingga bagi stabilitas dan jaminan keselamatan jiwa masyarakat luas.
Makna terdalam dari kerelaan ini melekat erat pada kisah Wasis Suwondo, seorang pria bersahaja asal Wotan, Kecamatan Pulung. Di atas lembar piagam resmi yang diterimanya dari Bupati Ponorogo, tercatat angka administratif 50 kali donor darah selama ia aktif melakukan aksi kemanusiaan di Ponorogo. Wasis terverifikasi telah menyerahkan lengannya untuk ditusuk jarum donor secara rutin sejak lulus dari bangku pendidikan pada tahun 1998 silam di Jakarta, sebelum akhirnya aktif menetap dan melanjutkan rutinitas kemanusiaannya di Kabupaten Ponorogo.
"Catatan donor saya yang aktif di Ponorogo saat ini sudah mencapai 50 kali. Manfaatnya sangat banyak sekali, terutama dari segi kesehatan kita terasa lebih enak. Harapan kami, semoga yang masih muda-muda silakan untuk mendonorkan darah demi rekan-rekan yang membutuhkan, semoga semuanya selalu sehat," ungkap Wasis Suwondo dengan nada bicara penuh keikhlasan yang tulus.
 Baginya, satu-satunya formula untuk memotivasi masyarakat agar memiliki kepedulian setara dengan bangsa maju adalah dengan merawat semangat ikhlas di dalam dada untuk menyumbangkan darah kepada sesama manusia tanpa pernah memandang perbedaan.
Dampak dari teladan nyata seorang Wasis Suwondo diharapkan mampu mengetuk pintu hati generasi muda Ponorogo untuk ikut melangkah di jalan yang sama. Kebersamaan di Pendopo Agung ini kian bermakna karena momentum HUT ke-81 tidak hanya merayakan perjuangan para pendonor darah, tetapi juga meresmikan langkah awal bagi 290 Unit kelompok PMR baru (288 Mula/SD, 1 Madya/SMP, 1 Wira/SMA) sebagai investasi kemanusiaan masa depan. Semangat gotong royong ini meluas hingga ke pelosok gersang di Dungus (Pulung), Dusun Bungur (Munggu, Bungkal), dan Kroyo (Gelang Kulon, Sampung) melalui operasi dropping air bersih terpadu bersama BAZNAS Ponorogo, Laznas Salam Setara (Water Guardian 2026), dan PT Daya Surya Sejahtera (SuryaMart), serta layanan pemeriksaan kesehatan santri Ponpes Al-Iman Babadan dan sembako ICWP, membuktikan bahwa sekecil apa pun kepedulian yang bergerak bersama akan melahirkan mata air berkah bagi sesama.
Penulis: Amin 
Editor: Redaksi

Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • Raih Penghargaan Wasis Suwondo Bongkar Efek Ajaib Donor Darah
  • Raih Penghargaan Wasis Suwondo Bongkar Efek Ajaib Donor Darah
  • Raih Penghargaan Wasis Suwondo Bongkar Efek Ajaib Donor Darah
  • Raih Penghargaan Wasis Suwondo Bongkar Efek Ajaib Donor Darah
  • Raih Penghargaan Wasis Suwondo Bongkar Efek Ajaib Donor Darah
  • Raih Penghargaan Wasis Suwondo Bongkar Efek Ajaib Donor Darah

Post a Comment