PSHT Ranting Jambon Gelar Ujian Kenaikan Tingkat, 108 Peserta Ikuti Pembinaan di Karanglo Kidul
ANEWS.co, PONOROGO – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Jambon, Cabang Ponorogo Pusat Madiun, menggelar Ujian Kenaikan Tingkat dari Polos ke Jambon yang dipusatkan di Desa Karanglo Kidul, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo.
Kegiatan tersebut diikuti 108 peserta dari berbagai desa di Kecamatan Jambon. Selain sebagai tahapan kenaikan tingkat, kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan karakter serta penguatan persaudaraan antarpeserta dan anggota PSHT di wilayah Jambon.
Ketua PSHT Ranting Jambon Cabang Ponorogo Pusat Madiun, Ibnu Bogon, mengatakan kegiatan tersebut bukan semata-mata menjadi ujian kemampuan pencak silat. Pembinaan diharapkan dapat ikut membentuk generasi yang memiliki karakter dan meningkatkan solidaritas dalam organisasi.
“Harapan kami, Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Jambon Cabang Ponorogo Pusat Madiun semakin solid, mampu mencetak generasi yang berkualitas dan selalu mendapat tempat di hati masyarakat,” kata Ibnu Bogon.
Ujian kenaikan tingkat tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Polsek Jambon, Koramil Jambon, Puskesmas Jambon, PAMTER, pengurus ranting, pengurus rayon hingga para pelatih.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dalam mendukung pelaksanaan kegiatan yang diikuti peserta dari berbagai wilayah di Kecamatan Jambon.
Ujian Tingkat Sekaligus Pembinaan Karakter
Menurut Ibnu Bogon, salah satu tujuan kegiatan adalah melakukan evaluasi terhadap peserta yang telah menjalani proses latihan untuk melanjutkan ke tingkatan berikutnya.
Namun, pembinaan tidak berhenti pada penguasaan kemampuan pencak silat. Pendidikan karakter juga menjadi salah satu tujuan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
“Ujian kenaikan tingkat ini juga menjadi bagian dari pembinaan karakter. Kami ingin peserta berkembang tidak hanya dalam kemampuan pencak silat, tetapi juga memiliki karakter yang baik serta menjaga nilai persaudaraan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, PSHT Ranting Jambon juga memberikan apresiasi kepada atlet-atlet berprestasi. Penghargaan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap peserta maupun atlet yang telah menunjukkan prestasi dalam bidang pencak silat.
Apresiasi diharapkan dapat memberikan motivasi bagi generasi muda lainnya agar serius dalam menjalani proses latihan dan mengembangkan kemampuan.
Pencak Silat dan Pembentukan Generasi Muda
PSHT merupakan organisasi pencak silat yang memiliki akar sejarah di Madiun, Jawa Timur. Berdasarkan sejarah yang dipublikasikan PSHT, organisasi tersebut didirikan di Madiun pada 1922 oleh Ki Hajar Hardjo Oetomo. Organisasi ini pada awalnya bernama Setia Hati Pemuda Sport Club (SH PSC). Namanya kemudian berkembang menjadi Persaudaraan Setia Hati Pemuda Sport Club sebelum akhirnya menjadi Persaudaraan Setia Hati Terate dalam kongres pertama di Madiun pada 25 Maret 1951.
Catatan sejarah lain juga menyebut cikal bakal PSHT lahir di Pilangbango, Madiun, pada 1922 dan didirikan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo. Perjalanan tersebut menempatkan PSHT sebagai salah satu organisasi pencak silat yang mempunyai sejarah panjang di Indonesia.
Pencak silat sendiri tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan bela diri. Dalam kehidupan masyarakat, kegiatan perguruan pencak silat juga menjadi ruang pembinaan generasi muda, kebersamaan, disiplin dan pelestarian tradisi.
Pelaksanaan ujian kenaikan tingkat di Jambon karena itu menjadi salah satu bagian dari proses pembinaan berjenjang. Sebanyak 108 peserta yang mengikuti kegiatan harus menjalani tahapan sesuai pembinaan yang telah diberikan melalui lingkungan masing-masing.
Dorong PSHT Semakin Dekat dengan Masyarakat
PSHT Ranting Jambon berharap proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menghasilkan generasi berkualitas sekaligus memperkuat hubungan organisasi dengan masyarakat.
Nilai persaudaraan menjadi salah satu hal yang ingin terus dijaga. Di samping kemampuan pencak silat, peserta diharapkan mempunyai sikap yang memberikan manfaat di lingkungan tempat tinggalnya.
“Yang ingin kami bangun adalah persaudaraan yang semakin solid, generasi berkualitas dan keberadaan PSHT yang selalu ada di hati masyarakat,” tutur Ibnu Bogon.
Melalui ujian kenaikan tingkat, pembinaan karakter serta penghargaan terhadap atlet berprestasi, PSHT Ranting Jambon berharap kegiatan pencak silat dapat berkembang sebagai ruang positif bagi generasi muda sekaligus menjadi bagian dari pelestarian budaya.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Post a Comment