Polres Ponorogo dan SMKN 2 Ponorogo Edukasi Literasi AI
Pihak sekolah menegaskan bahwa mereka tidak ingin para siswa hanya pasif menjadi pengguna teknologi tanpa arah. Oleh karena itu, sekolah bergerak cepat untuk membekali para siswa dengan pemahaman yang utuh agar mampu memanfaatkan sistem AI secara cerdas, aman, etis, dan bertanggung jawab.
Langkah taktis dan preventif tersebut diwujudkan secara nyata melalui kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Literasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) bertema “Bijak Menggunakan AI di Era Digital”.
Agenda edukatif yang menyasar generasi muda ini digelar atas kerja sama resmi dengan Kepolisian Resor (Polres) Ponorogo. Sinergi lintas sektor ini sengaja dibangun untuk memperkuat benteng moral dan intelektual pelajar di tengah gempuran arus digitalisasi global yang serbacepat.
Kegiatan krusial tersebut berlangsung dengan tertib dan interaktif bertempat di Aula SMK Negeri 2 Ponorogo pada hari Jum’at (28/8/2026). Sesi sosialisasi ini diikuti secara aktif oleh ratusan perwakilan siswa yang ditunjuk dari masing-masing kelas. Perwakilan pelajar ini nantinya mengemban misi penting untuk menularkan kembali ilmu serta wawasan digital yang mereka dapatkan kepada rekan-rekan sekelasnya secara berkesinambungan.
Kepala SMK Negeri 2 Ponorogo, Suryanto, M.Pd., menyatakan bahwa lompatan teknologi kecerdasan buatan sejatinya menghadirkan peluang emas sekaligus tantangan besar bagi dunia pendidikan vokasi.
Oleh karena itu, siswa perlu memiliki fondasi pemahaman yang cukup kuat agar teknologi canggih tersebut murni digunakan untuk mendukung kemajuan pembelajaran, bukan justru menimbulkan dampak domino negatif yang dapat merugikan masa depan mereka sendiri.
Dalam arahannya di depan ratusan siswa, Suryanto, M.Pd. mengingatkan dengan tegas mengenai potensi bahaya tersembunyi yang dibawa oleh teknologi kecerdasan buatan jika digunakan secara keliru oleh kalangan pelajar.
“AI itu bagaikan dua belah mata pisau. Ada sisi positif dan sisi negatif. Sisi positifnya bisa sangat membantu kita, khususnya para pelajar dalam kegiatan pembelajaran. Tetapi, efek dominonya juga bisa negatif,” ujarnya.
Menurut pandangan Suryanto, pemahaman yang komprehensif terhadap AI menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam membekali kesiapan siswa menghadapi perkembangan zaman yang kompetitif. Penguasaan aspek teknis teknologi harus berjalan selaras dengan penanaman nilai etika, rasa tanggung jawab, kreativitas orisinal, serta ketajaman kemampuan berpikir kritis dalam menyaring setiap informasi dari dunia maya.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:

Post a Comment