PMR SMKN 2 Ponorogo Kawal Kesehatan Kirab Pramuka 2026
ANEWS.co, PONOROGO – Peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 di Kabupaten Ponorogo menjadi momentum krusial untuk memperkuat fisik dan mental generasi muda menuju visi besar Indonesia Emas 2045. Di balik kemeriahan Kirab Pramuka Kwarcab Ponorogo yang memadati Aloon-Aloon Kabupaten Ponorogo pada Selasa, 18 Agustus 2026, tergelar aksi kemanusiaan yang sigap dari tim gabungan kesehatan lapangan.
Rangkaian kirab yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 12.00 WIB tersebut menghimpun antusiasme tinggi dari ribuan pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat se-Kabupaten Ponorogo. Namun, jarak tempuh kirab yang jauh serta terik matahari pagi memicu penurunan kondisi fisik sejumlah peserta. Menanggapi situasi tersebut, relawan muda Palang Merah Remaja (PMR) Wira SMKN 2 Ponorogo bersama relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ponorogo bergerak cepat menyisir rute dan mengamankan peserta yang mengalami kecapekan serta membutuhkan perawatan mendesak.
Keikutsertaan anggota PMR SMKN 2 Ponorogo dalam agenda besar ini bertujuan untuk mengembangkan kapasitas tim kesehatan di wilayah PMR melalui kegiatan nyata di tengah masyarakat. Harapannya, pengalaman praktik lapangan yang diperoleh dapat berguna bagi para anggota dalam mengasah keterampilan pertolongan pertama serta membagikan materi edukasi kesehatan kepada rekan-rekannya di sekolah.
Sebanyak 10 personel PMR SMKN 2 Ponorogo diterjunkan langsung ke lokasi, yaitu Fadila Maulida (XII TKJ 1), Nirmalla Hadisara A. (XII DPIB 4), Rahmat Dani (XI ULW), Rara Kusumaningtyas (XI PH 1), Naila Lutfiana (XI Kuliner 3), Callista Yales (XI Kuliner 1), Resy Ameylia (XI Kuliner 4), Felisa Ristiawati (XII TKL 1), Chacha Mutiara Arifin (X Kuliner 2), serta Evina May Sabara (X ULW). Mereka berkolaborasi erat dengan relawan senior PMI Ponorogo seperti Zaky Humaidi, Yunio Rofica, Yoga M. Ali, Nugraha Kresna, Ahmad Dani F., Ilham Hadi, Riki Yoga, Eka Yuliana, dan Udah Nur Aini.
Aksi penanganan darurat difokuskan pada pertolongan pertama, meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemberian terapi oksigen, hingga pemulihan stamina bagi peserta yang mengalami kecapekan, pingsan, maupun kram otot. Sepanjang lima jam pelaksanaan kirab, tercatat sebanyak 55 orang pasien berhasil mendapatkan tindakan medis langsung di lokasi.
Anggota PMR SMKN 2 Ponorogo, Callista Yales, menceritakan suasana penanganan kondisi darurat di lapangan yang cukup menguras tenaga.
"Begitu banyak anak yang mengalami kecapekan dan sakit, kurang lebih 20 orang, sehingga tim pertolongan pertama sempat sedikit kewalahan," ungkap Callista Yales.
Kesiapsiagaan anggota PMR di lapangan mendapat apresiasi tinggi dari Wasis selaku Koordinator Kesehatan Panitia HUT Pramuka Kwarcab Ponorogo.
"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim PMI Kabupaten Ponorogo dan adik-adik PMR atas kesiapsiagaan penuh mereka di lapangan. Dengan tema peringatan tahun ini yang berfokus pada swasembada pangan dan ketahanan nasional, fisik para peserta adalah prioritas utama kami. Penanganan cepat terhadap 55 peserta yang mengalami gangguan kesehatan membuktikan betapa krusialnya koordinasi taktis antara panitia kirab dan tim medis lapangan," ujar Wasis.
Sementara itu, Staf Bidang Yankes PMI Ponorogo yang bertindak sebagai Koordinator Lapangan, Zaky Humaidi, menegaskan komitmen PMI dalam memfasilitasi peran relawan muda di setiap kegiatan publik.
"Mewakili Ketua PMI Kabupaten Ponorogo, kami selalu siap berada di garis depan untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik. Kehadiran personel dan adik-adik PMR di titik-titik krusial Aloon-Aloon Ponorogo memastikan bahwa setiap gangguan kesehatan yang dialami peserta kirab langsung tertangani dengan standar medis yang tepat," pungkas Zaky Humaidi.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:

Post a Comment