PMI Sikka Salurkan 2.500 Liter Air Bersih dan Family Kit untuk Warga Pulau Dambila


ANEWS.co, SIKKA – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sikka menyalurkan 2.500 liter air bersih dan 14 paket family kit bagi warga rentan di Pulau Dambila, Desa Parumaan, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Kamis (10/9/2026). Bantuan tersebut diberikan untuk membantu masyarakat yang selama bertahun-tahun mengalami kesulitan mendapatkan air bersih sekaligus mendukung kebutuhan dasar warga pada masa tanggap darurat gempa bumi Sikka.

Sebanyak sembilan relawan PMI Sikka berangkat menggunakan kapal motor dari Pelabuhan Nangahale menuju Pulau Dambila dengan membawa pasokan air bersih. Setibanya di lokasi, rombongan disambut puluhan warga yang telah menunggu di tambatan perahu kampung.

Selain menyalurkan bantuan air bersih, PMI Sikka juga memberikan edukasi kebersihan kepada anak-anak serta sosialisasi layanan Restoring Family Links (RFL). Anak-anak PAUD dan siswa SDN Pangabatang turut mengikuti kegiatan edukasi mencuci tangan yang benar bersama relawan PMI.

PMI juga menyerahkan tiga lembar terpal kepada SDN Pangabatang yang mengalami kerusakan berupa retakan bangunan akibat gempa bumi yang melanda Kabupaten Sikka pada 15 Agustus 2026.

Koordinator WASH Program Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi PMI Sikka, Helmi Boli, mengatakan distribusi bantuan air bersih ke Pulau Dambila awalnya direncanakan mencapai 5.000 liter. Namun keterbatasan kapasitas kapal yang disewa membuat volume distribusi disesuaikan menjadi 2.500 liter.

“Hari ini PMI Kabupaten Sikka melakukan distribusi bantuan air bersih ke Pulau Dambila. Rencana awal sebanyak 5.000 liter, tetapi karena kapasitas kapal yang kami sewa hanya mampu mengangkut 2.500 liter, maka jumlah itu yang kami salurkan hari ini,” kata Helmi.

Menurut dia, bantuan air bersih tersebut diperuntukkan bagi 74 kepala keluarga yang bermukim di Pulau Dambila.

Selain bantuan air bersih, PMI Sikka juga menyalurkan 14 paket family kit kepada kelompok rentan yang terdiri dari satu ibu hamil dan 13 ibu menyusui berdasarkan data Pemerintah Desa Parumaan.

Paket bantuan tersebut berisi berbagai kebutuhan dasar, seperti sabun mandi, pasta gigi, sikat gigi, susu bayi, bubur bayi, sarung, dan kelambu.

Koordinator Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi PMI Sikka, Octavianus Aryo Adithyo, mengatakan distribusi bantuan ke wilayah kepulauan dilakukan untuk memastikan layanan kemanusiaan menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan akses.

“PMI berupaya menjangkau wilayah-wilayah yang memiliki keterbatasan akses, termasuk kawasan kepulauan, sehingga bantuan tidak hanya terpusat di wilayah yang mudah dijangkau,” ujarnya.

Warga Pulau Dambila Bertahun-tahun Kesulitan Air Bersih

Bantuan air bersih dari PMI Sikka menjadi sangat berarti bagi warga Pulau Dambila karena persoalan air bersih di wilayah tersebut telah berlangsung lama. Selama bertahun-tahun, masyarakat setempat harus menyeberangi laut menuju Dusun Nebura, Desa Kojagete, untuk mendapatkan air tawar yang digunakan memasak dan memenuhi kebutuhan minum sehari-hari.

Air sumur yang tersedia di Pulau Dambila hanya dapat digunakan untuk mandi dan mencuci karena memiliki rasa payau dan tidak layak dikonsumsi.

Salah seorang warga Pulau Dambila, Sumulia, mengaku persoalan air bersih menjadi kebutuhan mendesak yang selama ini dihadapi masyarakat.

“Kami sudah lama mengalami kekurangan air bersih. Di Dambila tidak ada sumber air bersih. Air sumur yang ada hanya bisa dipakai untuk mandi dan cuci karena payau, sedangkan untuk kebutuhan makan dan minum harus mengambil air di Desa Kojagete,” katanya.

Untuk memperoleh air bersih, warga biasanya menggunakan perahu menuju Mata Air Ledaune I di Dusun Nebura. Air kemudian diisi ke dalam jeriken sebelum dibawa kembali ke Pulau Dambila.

Selain harus menempuh perjalanan laut, warga juga mengeluarkan biaya untuk mendapatkan air tersebut. Harga air mencapai Rp2.000 per jeriken berkapasitas sekitar 20 liter.

Warga Desa Parumaan, Siti Susanti, mengatakan dalam sekali perjalanan masyarakat dapat membawa 10 hingga 20 jeriken air atau bahkan lebih, dengan biaya yang dikeluarkan berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp30 ribu.

Pemdes Parumaan Harapkan Solusi Permanen Air Bersih

Kepala Seksi Pelayanan Desa Parumaan, Karim, mengatakan kebutuhan air bersih di Pulau Dambila dan Pulau Pangabatang telah menjadi persoalan menahun yang belum terselesaikan hingga saat ini.

Menurut dia, kondisi tersebut semakin dirasakan masyarakat setelah gempa bumi Sikka pada 15 Agustus 2026. Banyak warga sempat mengungsi karena trauma terhadap gempa besar yang pernah terjadi pada tahun 1992 serta kekhawatiran akan potensi tsunami.

“Untuk memperoleh air bersih, kita mesti mengambil air menggunakan perahu ke desa tetangga di Kojagete,” ujarnya.

Karim menyebut kebutuhan air bersih tidak hanya dirasakan warga Pulau Dambila, tetapi juga masyarakat Pulau Pangabatang. Berdasarkan data pemerintah desa, terdapat lebih dari 200 kepala keluarga di wilayah Dusun C yang membutuhkan akses air bersih yang memadai.

Pemerintah Desa Parumaan berharap pemerintah maupun lembaga kemanusiaan dapat membantu menghadirkan solusi permanen agar masyarakat di kawasan kepulauan tersebut tidak lagi bergantung pada pasokan air dari wilayah lain.

“Kami berharap pemerintah maupun pihak lainnya dapat membantu masyarakat Pulau Dambila dan Pangabatang mendapatkan akses air bersih yang memadai,” kata Karim.


Penulis: Amin 
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • PMI Sikka Salurkan 2.500 Liter Air Bersih dan Family Kit untuk Warga Pulau Dambila
  • PMI Sikka Salurkan 2.500 Liter Air Bersih dan Family Kit untuk Warga Pulau Dambila
  • PMI Sikka Salurkan 2.500 Liter Air Bersih dan Family Kit untuk Warga Pulau Dambila
  • PMI Sikka Salurkan 2.500 Liter Air Bersih dan Family Kit untuk Warga Pulau Dambila
  • PMI Sikka Salurkan 2.500 Liter Air Bersih dan Family Kit untuk Warga Pulau Dambila
  • PMI Sikka Salurkan 2.500 Liter Air Bersih dan Family Kit untuk Warga Pulau Dambila

Post a Comment