PMI Kota Madiun Beri Pertolongan Darurat bagi Warga Kartoharjo
ANEWS.co, MADIUN – Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Madiun bergerak cepat memberikan pertolongan darurat kepada seorang warga yang tiba-tiba pingsan di Jalan Ki Ageng Selo, Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Selasa (8/9/2026). Warga tersebut diduga mengalami henti jantung secara mendadak saat berada di lokasi kejadian.
Aksi tanggap cepat ini berawal dari laporan warga sekitar yang langsung menghubungi layanan darurat PMI Kota Madiun melalui sambungan telepon. Menanggapi informasi tersebut, tim ambulans PMI langsung meluncur ke lokasi untuk memberikan pertolongan pertama.
Petugas Ambulans PMI Kota Madiun, Muhammad Kasyfanil Huda yang akrab disapa Fafan, menceritakan bahwa timnya langsung berangkat begitu menerima kabar darurat tersebut. "Kami mendapat laporan dari masyarakat melalui telepon bahwa ada warga yang tidak sadarkan diri dan membutuhkan pertolongan. Saya dan tim segera ke lokasi untuk melakukan penanganan," ujar Fafan.
Setibanya di tempat kejadian, Fafan dan tim langsung memeriksa kondisi korban. Petugas berupaya memanggil dan memegang korban, namun tidak ada respons sama sekali. Saat dilakukan pengecekan pada denyut nadi di leher maupun pergelangan tangan serta aliran napasnya, petugas tidak merasakan adanya tanda-tanda kehidupan.
Petugas kemudian mencoba memasang alat jepit pengukur kadar oksigen di jari korban untuk memastikan kondisinya. Namun, alat tersebut juga tidak mampu menangkap indikasi denyut atau aliran oksigen karena kondisi tubuh korban yang sudah sangat lemah. "Setelah itu saya cek kembali menggunakan alat pengukur oksigen, namun juga tidak terbaca," jelas Fafan.
Melihat kondisi yang semakin kritis, petugas PMI langsung berkoordinasi dan meminta izin kepada pihak keluarga korban yang berada di lokasi. Setelah mengantongi persetujuan keluarga, petugas langsung melakukan tindakan penekanan dada berulang-ulang atau pijat jantung luar. Langkah ini dilakukan untuk membantu memicu kembali kerja jantung dan mengalirkan udara ke dalam tubuh korban.
Tindakan pijat jantung darurat tersebut dilakukan oleh Fafan secara terus-menerus selama kurang lebih 10 menit di lokasi. Langkah ini sangat penting dilakukan secepat mungkin agar organ-organ penting di dalam tubuh korban tidak mengalami kerusakan akibat kekurangan oksigen.
"Setelah mendapat perizinan dari pihak keluarga, saya melakukan pijat jantung kurang lebih 10 menit. Kemudian, untuk memastikan penanganan lebih lanjut, korban saya rujuk ke RS Santa Clara Kota Madiun," ungkap Fafan.
Pihak PMI Kota Madiun mengapresiasi kepekaan warga yang langsung menelepon saat melihat kejadian tersebut. PMI juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik dan segera menghubungi nomor darurat jika menemukan orang pingsan atau tidak sadarkan diri, sehingga bantuan medis bisa datang tepat waktu.
Penulis: Fafan
Editor: Redaksi
Baca Juga:

Post a Comment