PILKASIS SMPN 4 Ponorogo, Zakia Avara Giring Ilyas dan An Nabil Ilham Haq Terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua
LINTAS86.com, PONOROGO – Semangat demokrasi dipadukan dengan pelestarian budaya lokal mewarnai pelaksanaan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (PILKASIS) SMP Negeri 4 Ponorogo. Melalui tema “Merawat Sejarah Ponorogo, Membangun Generasi Emas dengan Kearifan Lokal, Memimpin dengan Integritas”, sekolah berupaya mengenalkan nilai-nilai kepemimpinan sekaligus menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya daerah kepada seluruh peserta didik.
Kegiatan yang berlangsung di SMPN 4 Ponorogo pada Selasa, 15 Agustus 2026, diawali dengan prosesi kirab pusaka yang menghadirkan tiga pusaka bersejarah Ponorogo, yakni Payung Songsong Tunggul Wulung, Tombak Kyai Tunggal Naga, dan Sabuk Cindhe Puspito. Ketiga pusaka tersebut menjadi simbol nilai kepemimpinan, keberanian, keteladanan, serta tanggung jawab yang diharapkan mampu diimplementasikan para calon pemimpin OSIS dalam program kerja mereka.
Sebanyak 830 warga SMPN 4 Ponorogo yang terdiri dari guru, tenaga kependidikan, dan siswa-siswi mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias. Suasana khidmat semakin terasa saat Kepala SMPN 4 Ponorogo, Winarti, mengalungkan bunga melati kepada calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS sebagai simbol amanah dan kepercayaan yang diberikan kepada generasi muda untuk menjadi pemimpin yang bertanggung jawab.
Sebanyak 830 warga SMPN 4 Ponorogo yang terdiri dari guru, tenaga kependidikan, dan siswa-siswi mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias. Suasana khidmat semakin terasa saat Kepala SMPN 4 Ponorogo, Winarti, mengalungkan bunga melati kepada calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS sebagai simbol amanah dan kepercayaan yang diberikan kepada generasi muda untuk menjadi pemimpin yang bertanggung jawab.
Kepala SMPN 4 Ponorogo, Winarti, mengatakan bahwa PILKASIS tahun ini sengaja dikemas berbeda agar siswa tidak hanya memahami demokrasi sebagai proses pemilihan, tetapi juga mampu memaknai nilai budaya dan sejarah daerah sebagai pijakan dalam memimpin.
“Dengan adanya PILKASIS ini kami berharap dapat mencetak pemimpin yang handal, bertanggung jawab, memiliki integritas, serta mampu membawa perubahan positif bagi SMPN 4 Ponorogo. Yang tidak kalah penting, mereka juga harus mampu merawat dan melestarikan warisan budaya serta kearifan lokal yang menjadi identitas Ponorogo,” ujarnya.
Menurutnya, sejarah dan budaya merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, kirab pusaka dijadikan bagian dari pendidikan karakter agar siswa memahami makna kepemimpinan yang berakar pada nilai luhur para pendahulu.
Antusiasme juga datang dari para siswa yang merasa mendapatkan pengalaman berbeda dibandingkan pelaksanaan pemilihan OSIS sebelumnya. Selain belajar tentang demokrasi, mereka juga memperoleh pemahaman baru mengenai sejarah dan budaya Ponorogo.
“Kami merasa bangga mengikuti kegiatan ini karena benar-benar seperti pemilu yang sesungguhnya. Adanya kirab pusaka membuat kami semakin mengenal sejarah Ponorogo dan memahami pentingnya menjaga budaya daerah,” ujar salah seorang siswa.
Setelah melalui tahapan kampanye, penyampaian visi misi, pemungutan suara, hingga penghitungan suara, pasangan calon nomor urut 1, Zakia Avara Giring Ilyas dan An Nabil Ilham Haq, berhasil meraih suara terbanyak dan ditetapkan sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 4 Ponorogo periode 2026-2027.
PILKASIS yang dipadukan dengan kearifan lokal tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan demokrasi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. Melalui kegiatan ini, SMPN 4 Ponorogo tidak hanya menyiapkan pemimpin muda yang berintegritas, tetapi juga generasi yang bangga terhadap sejarah dan warisan leluhurnya.
,



Post a Comment