Pelajar SMKN 2 Ponorogo Galang Donasi untuk Korban Gempa NTT, Terkumpul Rp2,38 Juta
Kegiatan kemanusiaan yang digagas oleh anggota Palang Merah Remaja (PMR) dan OSIS tersebut melibatkan 20 siswa, terdiri atas 10 anggota PMR dan 10 anggota OSIS. Mereka berkeliling ke kelas-kelas mulai dari kelas X hingga kelas XII untuk mengajak seluruh warga sekolah berpartisipasi memberikan bantuan.
Ketua PMR SMKN 2 Ponorogo, Amelia, mengatakan aksi penggalangan dana tersebut merupakan bentuk kepedulian siswa terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa di NTT.
"Kegiatan open donasi ini digagas oleh teman-teman OSIS dan PMR SMKN 2 Ponorogo sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana di NTT. Kami melakukan penggalangan dana dengan mendatangi kelas-kelas dari kelas X sampai kelas XII," ujarnya.
Dari kegiatan tersebut, berhasil terkumpul donasi sebesar Rp2.381.000. Dana yang terkumpul selanjutnya disalurkan melalui PMI Kabupaten Ponorogo untuk membantu masyarakat terdampak gempa.
Amelia berharap kegiatan sosial tersebut dapat menumbuhkan jiwa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama di kalangan pelajar.
"Kami berharap kegiatan ini bisa menumbuhkan jiwa kemanusiaan di lingkungan sekolah dan mengajarkan arti berbagi terhadap sesama," katanya.
Pembina PMR SMKN 2 Ponorogo, Maya, mengapresiasi semangat para siswa yang secara mandiri menggagas kegiatan kemanusiaan tersebut.
"Inisiatif dari anak-anak OSIS dan PMR sangat tinggi. Kami sebagai pembina PMR memfasilitasi perizinan dan dispensasi saat penggalangan dana berlangsung," ujarnya.
Kepala SMKN 2 Ponorogo, Suryanto, M.Pd, menegaskan bahwa nilai terpenting dari kegiatan tersebut bukan terletak pada besarnya nominal bantuan yang terkumpul, melainkan proses pembelajaran karakter bagi peserta didik.
"Yang utama bukan nominal donasinya, tetapi bagaimana kegiatan ini menjadi pembelajaran bagi siswa untuk memiliki empati, kepedulian, dan kepekaan terhadap sesama yang sedang mengalami musibah. Nilai-nilai kemanusiaan seperti inilah yang ingin terus kami tanamkan di lingkungan sekolah," ungkapnya.
Sementara itu, Yoga Muhammad Ali, fasilitator PMI Kabupaten Ponorogo, menilai aksi yang dilakukan para pelajar tersebut menjadi contoh positif dalam menanamkan nilai kemanusiaan sejak usia sekolah.
"Kegiatan seperti ini sangat positif karena melatih kepedulian sosial siswa. Bantuan yang terkumpul mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan bersama-sama akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang sedang mengalami musibah," katanya.
Senada dengan itu, Staf Bidang Keuangan PMI Kabupaten Ponorogo, Yunio Roofica A, menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar SMKN 2 Ponorogo atas partisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana, tetapi juga belajar tentang pentingnya gotong royong, empati, dan kepedulian sosial sebagai bagian dari pendidikan karakter."Kami mengucapkan terima kasih kepada siswa, guru, dan seluruh warga SMKN 2 Ponorogo yang telah menunjukkan kepedulian terhadap korban gempa NTT. Donasi yang disalurkan melalui PMI akan kami teruskan sesuai mekanisme penyaluran bantuan kemanusiaan," ujarnya.
Post a Comment