Pascagempa NTT, 70 Siswa di Nagekeo Dapat Edukasi Kesehatan dan Dukungan Psikososial
ANEWS.co, NAGEKEO – Upaya pemulihan pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dilakukan melalui berbagai kegiatan kemanusiaan yang menyasar kelompok rentan, termasuk anak-anak usia sekolah. Sebanyak 70 siswa mengikuti edukasi kesehatan dan dukungan psikososial yang digelar di SDK Boamaso, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 12.30 WITA itu diikuti total 78 penerima manfaat, terdiri dari 70 siswa berusia 5 hingga 17 tahun serta delapan guru dan pengurus komite sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan edukasi mengenai berbagai risiko kesehatan yang berpotensi muncul pascabencana. Materi yang diberikan meliputi pencegahan Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR), diare, Demam Berdarah Dengue (DBD), serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Agar lebih mudah dipahami, siswa juga diajak mempraktikkan langsung enam langkah mencuci tangan yang benar. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu anak-anak menerapkan kebiasaan hidup sehat dalam aktivitas sehari-hari.
Selain edukasi kesehatan, kegiatan juga diisi dengan permainan edukatif dan aktivitas kelompok yang bertujuan membangun semangat, rasa percaya diri, dan interaksi positif di antara siswa. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan psikososial yang diberikan kepada anak-anak terdampak gempa.
Guru dan pengurus komite sekolah turut mengikuti sesi psikoedukasi sebagai bagian dari penguatan dukungan lingkungan pendidikan terhadap proses pemulihan anak-anak.
Pada saat yang sama, relawan lapangan menerima pembekalan melalui metode training on the job untuk meningkatkan kapasitas dalam melaksanakan promosi kesehatan dan kegiatan psikososial secara mandiri dan berkelanjutan di masyarakat.
Kegiatan ini melibatkan relawan dari berbagai daerah, yakni Yogi Artha dari PMI Provinsi Bali, Sassu Budi Satwam dari PMI Kabupaten Badung, Nabila dari PMI Kota Jakarta Timur, Nurlaela dari PMI Kota Jakarta Selatan, Kris dari PMI Kabupaten Lampung Selatan, serta Ichi dan Yohana dari PMI Kabupaten Nagekeo.
Melalui kolaborasi relawan lintas daerah tersebut, pendampingan pascagempa tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik masyarakat, tetapi juga kesehatan dan kesejahteraan psikososial anak-anak agar tetap sehat, ceria, dan bersemangat menjalani aktivitas belajar.
Post a Comment