Mengapa Kepemimpinan Tidak Cukup Dipelajari dari Teori di Dalam Kelas?
LINTAS86.com, PASURUAN - Sekolah dapat menjelaskan definisi kepemimpinan.
Siswa dapat mempelajari struktur organisasi, tugas seorang ketua, mekanisme rapat hingga cara mengambil keputusan.
Namun, mengetahui teori tentang kepemimpinan tidak otomatis membuat seseorang mampu memimpin.
Ada kemampuan yang hanya berkembang ketika seseorang berhadapan langsung dengan orang lain.
Komunikasi adalah salah satunya.
Demikian pula kerja sama, kemampuan mendengarkan, menyelesaikan perbedaan dan mengambil tanggung jawab ketika keputusan tidak berjalan sesuai rencana.
Pengalaman 33 siswa SMK Taruna Bhakti Gempol dalam LDKS dapat menjadi contoh sederhana.
Kepemimpinan Membutuhkan Pengalaman
Selama kegiatan, peserta tidak hanya menerima materi.
Mereka mendirikan tenda, hidup bersama kelompok dan mengikuti permainan yang menuntut komunikasi serta pengambilan keputusan.
Di sinilah terdapat perbedaan antara mengetahui kepemimpinan dan mengalami proses memimpin.
Ketika sebuah kelompok menghadapi tantangan, siswa harus menentukan bagaimana membagi tugas.
Ketika pendapat berbeda, mereka harus berkomunikasi.
Ketika satu anggota mengalami kesulitan, anggota lainnya perlu menentukan bagaimana kelompok bergerak bersama.
Pemimpin Tidak Selalu Orang yang Paling Banyak Bicara
Kepemimpinan juga sering disalahartikan sebagai kemampuan memberikan perintah.
Padahal seorang pemimpin perlu mendengarkan.
Seseorang juga perlu mengenali kemampuan anggota tim, menerima pendapat yang berbeda dan mengambil tanggung jawab terhadap keputusan bersama.
Karena itu, pendidikan kepemimpinan akan lebih bermakna apabila teori disertai ruang praktik.
Ujian Sebenarnya Terjadi Setelah LDKS
LDKS hanya berlangsung dua hari.
Pembentukan karakter tentu tidak.
Nilai sebenarnya dari sebuah pelatihan kepemimpinan baru terlihat ketika peserta kembali ke sekolah.
Apakah siswa menjadi lebih bertanggung jawab?
Apakah komunikasi dalam organisasi membaik?
Apakah peserta mampu menyelesaikan perbedaan?
Apakah seorang ketua mampu mendengarkan anggotanya?
Pertanyaan tersebut lebih penting daripada sekadar apakah sebuah kegiatan berjalan sukses.
Sebab tujuan pendidikan kepemimpinan pada akhirnya bukan menghasilkan siswa yang mengetahui cara menjadi pemimpin.
Tujuannya adalah membentuk siswa yang mampu memimpin dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain.
Post a Comment