Lewat Permainan, Anak Penyintas Nagekeo Belajar Hidup Sehat
ANEWS.co, NAGEKEO - Kegiatan tersebut dilaksanakan di sejumlah lokasi, di antaranya Desa Aeramo dan SD Kristen Wolorae, Kecamatan Aesesa. Program ini bertujuan memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan di tengah situasi pascabencana.
Agar materi lebih mudah dipahami dan menarik bagi anak-anak, edukasi disampaikan melalui berbagai metode seperti nyanyian, permainan dadu edukatif, penyampaian materi, serta praktik langsung mencuci tangan menggunakan sabun.
Materi yang diberikan meliputi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), enam langkah mencuci tangan, Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) dan rabies, diare, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta Demam Berdarah Dengue (DBD).
Melalui pendekatan tersebut, anak-anak diajak untuk melihat, mengingat, memahami, dan mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Program promosi kesehatan ini didukung oleh International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC), International Committee of the Red Cross (ICRC), serta sejumlah mitra Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, yaitu Palang Merah Australia, Palang Merah Amerika, dan Palang Merah Jepang.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan relawan PMI setempat serta relawan PMI dengan spesialisasi tertentu yang didatangkan dari sejumlah wilayah, termasuk DKI Jakarta dan Provinsi Bali.
Kegiatan promosi kesehatan menjadi bagian penting dalam situasi pascabencana ketika risiko munculnya berbagai penyakit dapat meningkat. Anak-anak merupakan salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perhatian karena tetap harus beraktivitas, belajar, dan bermain di tengah kondisi lingkungan yang mengalami perubahan.
Karena itu, penanganan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan logistik, tetapi juga peningkatan pengetahuan dan kebiasaan hidup bersih dan sehat.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak memahami bahwa menjaga kesehatan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti mencuci tangan dengan benar dan menjaga kebersihan diri maupun lingkungan.
Edukasi yang diberikan diharapkan dapat menjadi kebiasaan yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik selama masa pemulihan maupun setelah situasi kembali normal.

Post a Comment