Layanan Kesehatan PMI Jangkau Puluhan Penyintas Gempa Desa Totomala Nagekeo
ANEWS.co, NAGEKEO — Sebanyak 83 warga terdampak bencana gempa bumi di Desa Totomala, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, mendapatkan pemeriksaan dan layanan kesehatan melalui fasilitas mobile clinic PMI Kota Surakarta pada Sabtu (5/9/2026).
Penyelenggaraan layanan kesehatan keliling ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara PMI Kota Surakarta, PMI Kabupaten Nagekeo, serta Puskesmas Kaburea. Langkah gabungan ini dilakukan untuk menjangkau masyarakat yang masih menjalankan aktivitas di tengah keterbatasan situasi pascagempa bumi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis di lapangan, tim kesehatan menemukan sejumlah keluhan penyakit yang dominan dialami warga. Gangguan kesehatan yang paling banyak dikeluhkan masyarakat meliputi ISPA atau batuk pilek, pusing, pegal-pegal pada tubuh, hingga penyakit hipertensi (tekanan darah tinggi).
Dokter PMI Kota Surakarta, Dr. Prihatmoko, menyampaikan bahwa pemantauan medis secara intensif sangat diperlukan bagi warga, terutama bagi kelompok penyintas yang hingga kini masih bertahan hidup di dalam tenda-tenda pengungsian.
“Keluhan yang kami temukan cukup banyak berupa batuk pilek, pusing, pegal-pegal, dan hipertensi. Karena warga masih berada dalam situasi pascagempa, kondisi kesehatan mereka perlu terus dipantau,” ujar Dr. Prihatmoko.
Secara demografis, total 83 warga yang menerima penanganan medis terdiri dari 22 orang laki-laki dan 61 orang perempuan. Sebagian besar penerima manfaat layanan kesehatan ini didominasi oleh kelompok masyarakat usia dewasa hingga lanjut usia (lansia).
Dr. Prihatmoko menambahkan, penanganan medis di lokasi bencana bukan sekadar mengobati gejala penyakit yang timbul, melainkan juga bagian dari tindakan preventif untuk menjaga ketahanan fisik warga selama masa pemulihan pascabencana.
“Kami mengimbau warga yang mengalami keluhan kesehatan agar tidak menunda pemeriksaan. Terutama bagi warga lanjut usia dan mereka yang memiliki tekanan darah tinggi, perlu dilakukan pemantauan secara berkala,” ungkapnya.
Guna menjaga kestabilan kondisi masyarakat, pihak PMI berkomitmen untuk terus menjalin koordinasi berkelanjutan bersama PMI Kabupaten Nagekeo dan Puskesmas Kaburea dalam mengawal pelayanan kesehatan serta memantau perkembangan penyakit penyintas gempa.
Penulis: Haafiid
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Post a Comment