Cek Kesehatan Gratis Dekat Rumah, 306 Warga Lio Timur Datang Periksa Kondisi Tubuh
ANEWS.co, ENDE – Sebanyak 306 warga dari empat wilayah di Kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende, memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang digelar di Watuneso, Senin (15/9/2026).
Bagi Maria Daba Wangge (61), layanan tersebut menjadi kesempatan untuk memeriksa kondisi kesehatannya tanpa harus mengeluarkan biaya. Ia mengaku baru kali ini mendapatkan layanan kesehatan seperti itu sejak gempa melanda wilayahnya.
“Ini suatu keberuntungan bagi kami di desa karena selama pascagempa belum ada layanan seperti ini. Baru sekarang ada pelayanan dari PMI,” ujarnya.
Layanan kesehatan tersebut merupakan kolaborasi PMI Kabupaten Ende, PMI Provinsi Sumatera Utara, dan Puskesmas Watuneso dengan dukungan PT Musim Mas. Warga yang datang berasal dari Kelurahan Watuneso, Desa Woloaro, Desa Wolosambi, dan Desa Bu Tanalagu.
Dari total penerima manfaat, tercatat 106 laki-laki dan 200 perempuan dari 75 kepala keluarga. Kelompok lanjut usia mendominasi penerima layanan dengan jumlah 261 orang.
Kepala Markas PMI Kabupaten Ende, Yohanis Lana Senda, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mendekatkan akses pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat selama masa pemulihan pascagempa.
“Melalui layanan ini, kami ingin mendekatkan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat. Bukan hanya memberikan pengobatan, tetapi juga membantu warga mengetahui kondisi kesehatannya dan mendapatkan edukasi mengenai cara menjaganya,” ujarnya.
Menurutnya, layanan kesehatan juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat mulai membiasakan diri melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama bagi kelompok lanjut usia.
Sementara itu, Staf Kesehatan PMI Provinsi Sumatera Utara, dr. Frisca Novasari Saragih, mengatakan hipertensi menjadi salah satu kondisi yang paling banyak ditemukan selama pemeriksaan.
“Rata-rata yang kami temukan adalah hipertensi. Selain itu ada juga keluhan seperti nyeri otot dan beberapa keluhan kesehatan lainnya,” katanya.
Dalam layanan tersebut tercatat 261 warga mengalami nyeri otot (mialgia), 206 warga mengalami ISPA, dan 161 warga mengalami hipertensi.
Maria mengaku layanan kesehatan gratis tersebut juga membantu menghemat pengeluaran karena warga tidak perlu membayar pemeriksaan seperti tes gula darah maupun asam urat.
“Bisa menghemat juga karena kami tidak perlu mengeluarkan biaya untuk tes gula darah dan asam urat,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan, Maria mengetahui tekanan darah dan kadar asam uratnya cukup tinggi. Ia juga menerima edukasi kesehatan serta obat sesuai keluhan yang dialaminya.
Bagi warga Lio Timur, layanan kesehatan gratis tidak hanya menghadirkan pemeriksaan dan pengobatan, tetapi juga membantu masyarakat lebih memahami kondisi kesehatannya selama menjalani proses pemulihan pascabencana.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:

Post a Comment