Krisis Air Pascagempa, PMI Manggarai Barat Bantu 1.271 Warga di Boleng
ANEWS.co, MANGGARAI BARAT - Distribusi air bersih dilakukan pada 9-10 September 2026 di dua desa, yakni Desa Golo Sepang dan Desa Pota Wangka. Dalam kegiatan tersebut, PMI mengerahkan satu unit mobil tangki air yang dioperasikan oleh tiga personel, terdiri atas dua staf markas dan satu relawan.
Bantuan air bersih tersebut menjadi bagian dari upaya kemanusiaan PMI untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar di tengah menurunnya ketersediaan sumber air akibat musim kemarau serta dampak bencana gempa yang melanda wilayah tersebut.
Ketua PMI Kabupaten Manggarai Barat menyatakan pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi salah satu prioritas utama dalam respons kemanusiaan, terutama bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan akses terhadap sumber air.
Distribusi air bersih difokuskan pada wilayah yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mencuci hingga kebutuhan sanitasi keluarga.
Kepala Desa Golo Sepang, Saverius, menyampaikan apresiasi atas kepedulian PMI yang telah hadir membantu masyarakat di tengah situasi yang masih sulit.
“Atas nama Pemerintah Desa Golo Sepang dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan air bersih melalui mobil tangki yang telah disalurkan kepada warga kami. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat, terutama dalam kondisi pascabencana gempa yang masih kami rasakan sampai saat ini,” ujarnya.
Menurut Saverius, sejumlah warga masih menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih karena beberapa sumber mata air mengalami penurunan debit setelah terjadi gempa bumi.
Ia menilai bantuan PMI tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi kebutuhan sehari-hari masyarakat, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moril bagi warga yang sedang berupaya memulihkan kondisi pascabencana.
Hal senada disampaikan Niko Nekar, salah seorang warga penerima manfaat. Ia mengaku distribusi air bersih sangat membantu masyarakat yang tengah menghadapi krisis air.
“Distribusi air bersih dari tim PMI Manggarai Barat merupakan berkat bagi kami. Karena kekeringan yang terjadi dan akibat gempa bumi, beberapa sumber air tiba-tiba surut. Kami berharap PMI dapat membantu mendistribusikan air secara rutin, setidaknya satu kali dalam seminggu,” katanya.
Menurut Niko, menurunnya debit sumber air membuat sebagian warga harus mencari air ke lokasi yang lebih jauh dari permukiman mereka. Kondisi tersebut tentu menambah beban masyarakat yang hingga kini masih beradaptasi dengan dampak gempa bumi.
Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendesak karena menyangkut kesehatan dan kebersihan masyarakat. Kekurangan air dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit, terutama di lingkungan dengan akses sanitasi yang terbatas.
Karena itu, kehadiran PMI melalui layanan distribusi air bersih memberikan dampak langsung bagi warga yang membutuhkan.
Selain memenuhi kebutuhan air minum dan rumah tangga, bantuan tersebut juga membantu menjaga kondisi sanitasi masyarakat agar tetap layak selama masa kekeringan berlangsung.
PMI Kabupaten Manggarai Barat menegaskan akan terus memantau kondisi masyarakat dan memberikan layanan kemanusiaan sesuai kebutuhan di lapangan. Organisasi kemanusiaan tersebut berkomitmen untuk terus hadir membantu kelompok rentan yang terdampak bencana maupun situasi darurat lainnya.
Distribusi air bersih di Kecamatan Boleng menjadi salah satu bentuk nyata pelayanan kemanusiaan PMI dalam mendukung ketahanan masyarakat menghadapi kekeringan dan proses pemulihan pascabencana.
Melalui sinergi antara PMI, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat, diharapkan kebutuhan dasar warga dapat terus terpenuhi hingga kondisi pasokan air bersih kembali normal.

Post a Comment