Ketika Kabar Tak Datang Bersamaan bagi Keluarga Terkait KM Virgo Transport 8
ANEWS.co, Mojokerto – Bagi sebuah keluarga, satu kabar bisa mengubah suasana penantian. Ada yang akhirnya mengetahui keberadaan orang terdekatnya. Ada pula yang masih harus menunggu informasi berikutnya.
Keadaan berbeda itu dialami keluarga lima warga Mojokerto yang terkait dengan KM Virgo Transport VIII.
Berdasarkan asesmen PMI Kabupaten Mojokerto, dua warga telah dapat berkomunikasi dengan keluarga atau diketahui keberadaannya. Sementara tiga warga lainnya masih dalam pencarian.
Angka itu terlihat sederhana dalam sebuah laporan: dua sudah terhubung, tiga masih dicari. Namun di baliknya terdapat lima keluarga dengan tingkat kepastian yang berbeda.
Mendatangi Keluarga, Menelusuri Informasi
Didik Soedarsono dari PMI Kabupaten Mojokerto menjelaskan, petugas melakukan asesmen dengan mendatangi keluarga warga yang terkait dengan KM Virgo Transport VIII di wilayah Mojokerto.
Penelusuran informasi tidak berhenti pada keluarga.
Menurut Didik, koordinasi juga dilakukan dengan PMI Provinsi Jawa Timur, PMI Kalimantan Selatan, serta Posko BASARNAS di Surabaya.
Jalur koordinasi tersebut diperlukan karena informasi mengenai seseorang yang dicari keluarganya dapat muncul dari daerah berbeda.
Perkembangan yang diperoleh petugas selanjutnya akan diteruskan ketika terdapat pembaruan informasi.
Bagi keluarga, proses semacam ini memiliki arti yang konkret. Informasi yang berpindah dari satu daerah ke daerah lain pada akhirnya dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan tentang keberadaan seseorang yang mereka kenal dekat.
Dua Keluarga Mulai Menemukan Jawaban
Salah satu perkembangan datang dari warga Kecamatan Mojoanyar yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) bagian koki.
Berdasarkan hasil asesmen, ia telah dapat berkomunikasi dengan keluarganya. Meski komunikasi berhasil tersambung, saat asesmen dilakukan keluarga masih membutuhkan kepastian mengenai lokasi penampungannya.
Kabar lain diterima keluarga warga Kecamatan Trawas yang bekerja sebagai pengemudi truk ekspedisi.
Keberadaannya diketahui setelah PMI Kabupaten Mojokerto berkoordinasi dengan jaringan PMI di Kalimantan Selatan. Berdasarkan informasi yang diterima petugas, warga tersebut telah berada di Banjarmasin.
Satu keluarga mendapatkan kesempatan kembali berkomunikasi. Keluarga lainnya mulai mengetahui di mana orang terdekat mereka berada.
Namun kabar belum datang kepada semua keluarga.
Tiga Keluarga Masih Menunggu
Tiga warga lainnya asal Pacet, Dlanggu, dan Jetis masih berada dalam pencarian berdasarkan perkembangan asesmen PMI Kabupaten Mojokerto.
Mereka memiliki latar pekerjaan berbeda.
Seorang warga Pacet merupakan awak truk ekspedisi. Warga Dlanggu bekerja sebagai pengemudi truk pengangkut sayuran. Sementara seorang warga Jetis diketahui bekerja sebagai pemusik di kapal.
Dalam proses penelusuran, keluarga telah menyampaikan sejumlah informasi yang dapat membantu pencarian dan identifikasi kepada pihak terkait.
ANEWS.co memilih tidak mempublikasikan nama, alamat, nomor telepon, identitas keluarga hingga ciri fisik khusus para warga tersebut. Informasi seperti itu memiliki fungsi dalam proses pencarian dan identifikasi, tetapi tidak diperlukan pembaca umum untuk memahami perkembangan peristiwa.
Sebuah Kabar Bisa Menempuh Perjalanan Panjang
Perkembangan lima warga Mojokerto memperlihatkan bagaimana satu informasi dapat bergerak melewati beberapa daerah sebelum sampai kepada keluarga.
Keluarga berada di Mojokerto. Koordinasi dengan Posko BASARNAS dilakukan di Surabaya. Sementara salah satu informasi mengenai keberadaan warga diperoleh melalui jaringan PMI di Kalimantan Selatan.
Didik menerangkan, koordinasi tersebut berjalan bersamaan dengan asesmen terhadap keluarga.
Dalam situasi kedaruratan, kecepatan mendapatkan informasi memang penting. Namun, mendapatkan informasi melalui jalur yang dapat dipertanggungjawabkan juga diperlukan agar keluarga tidak harus berhadapan dengan kabar yang belum terverifikasi.
Bagi masyarakat luas, perkembangan mungkin berakhir ketika sebuah angka diperbarui.
Bagi keluarga, persoalannya lebih personal.
Ada seseorang yang sedang mereka cari.
Di Balik Angka, Ada Orang yang Ditunggu
Peristiwa seperti kecelakaan laut tidak hanya berdampak terhadap orang yang berada di lokasi kejadian.
Ketika komunikasi terputus, ketidakpastian juga menjangkau orang-orang yang berada jauh dari lokasi: keluarga.
Di sinilah asesmen dan koordinasi memiliki dimensi kemanusiaan. Informasi bukan sekadar dipindahkan dari satu petugas kepada petugas lainnya, tetapi diperlukan untuk mempertemukan seseorang dengan kabar tentang keluarganya.
Untuk dua keluarga di Mojokerto, sebagian jawaban mulai ditemukan.
Satu keluarga telah dapat berkomunikasi. Satu keluarga lainnya telah mengetahui keberadaan orang yang mereka cari.
Bagi tiga keluarga lainnya, proses pencarian belum menghasilkan kepastian yang sama.
Mereka masih menunggu kabar berikutnya.
Penulis: Redaksi ANEWS.co
Editor: Redaksi
Post a Comment