Keterampilan Pertolongan Pertama Dorong Kemandirian Siswa SLB Kota Malang
ANEWS.co, MALANG - Kegiatan Bakti Sosial dan Sosialisasi Pertolongan Pertama yang
diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang bersama
Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS) di SLB ABD Negeri
Kedungkandang, Kota Malang, menjadi pendorong penting dalam memperkuat
aspek keselamatan dan kemandirian para siswa berkebutuhan khusus. . Pemberian materi penanganan luka bakar dan kesiapsiagaan darurat harian
ini melengkapi berbagai program pembinaan keterampilan yang sedang
ditempuh para siswa.
Perwakilan
dari SLB ABD Negeri Kedungkandang Kota Malang, Ibu Vina, memberikan
gambaran mengenai kondisi pembelajaran serta profil peserta didik di
sekolahnya. . Ia menjelaskan bahwa SLB Negeri Kota Malang saat ini membina sekitar 92
siswa dari jenjang SD hingga SMA yang memiliki hambatan penglihatan
(Tunanetra/A), pendengaran (Tunarungu/B), maupun fisik (Tunagrahita/D).
Dalam
rangka mempersiapkan para siswa agar mampu hidup mandiri dan berdaya
saing setelah menyelesaikan masa sekolah, SLB ABD Negeri Kedungkandang
tidak hanya berfokus pada kurikulum akademik semata. . Selain pendidikan akademik, sekolah melengkapi para siswa dengan 7
program keterampilan khusus sebagai modal kerja, yaitu Tata Boga, Tata
Busana, Souvenir, Membatik, Tata Graha, Desain Grafis, serta TIK
(Teknologi Informasi dan Komunikasi).
“Melalui program magang dan kerja sama dengan instansi seperti Dinas Sosial (Dinsos) serta penyedia jasa kerja lokal, sekolah berkomitmen penuh agar para alumni dapat mandiri dan berdaya di tengah masyarakat,” jelas perwakilan SLB ABD Negeri Kedungkandang Kota Malang, Vina.
Hadirnya
pembekalan pertolongan pertama dari relawan PMI Kota Malang dan FORPIS
melengkapi kesiapan para siswa ketika nantinya terjun ke lingkungan
kerja maupun kehidupan bermasyarakat. . Memahami cara menangani cedera ringan seperti luka bakar dan menjaga
ketenangan saat menghadapi keadaan krisis merupakan bekal vital
pendukung kemandirian serta keselamatan kerja mereka.
Melihat besarnya manfaat dari kegiatan ini, pihak sekolah berharap adanya kolaborasi yang terus berkelanjutan. . Pihak SLB ABD Negeri Kedungkandang Kota Malang berharap agar kegiatan
sosialisasi kesehatan dari PMI tidak berhenti sebagai agenda insidental,
melainkan dapat masuk ke dalam agenda resmi kesiswaan tahunan yang
berkesinambungan.
Aspirasi dan harapan dari pihak sekolah tersebut sejalan dengan visi jangka panjang yang diusung oleh pengurus PMI Kota Malang. . Hal ini sejalan dengan komitmen PMI Kota Malang untuk terus membina dan
melibatkan generasi muda sebagai bagian penting dalam keberlanjutan
gerakan kemanusiaan di masa depan.
"Pembinaan relawan muda sejak dini dan penguatan kepedulian di lingkungan sekolah inklusif merupakan kunci utama mewujudkan masyarakat yang tanggap bencana, mandiri, dan berempati tinggi terhadap sesama," ungkap Ketua PMI Kota Malang dalam arahan pembukaan kegiatan.
Di
akhir kegiatan, Koordinator FORPIS PMI Kota Malang, Freshy Cynara,
memberikan pesan ajakan yang membakar semangat bagi seluruh pemuda dan
pelajar di Kota Malang untuk aktif mengambil peran dalam gerakan
kemanusiaan melalui organisasi kesiswaan.
“PMR itu bukan sekadar belajar pertolongan pertama atau kesehatan saja, tapi wadah untuk memperluas jaringan, belajar empati, dan mengasah kesiapsiagaan bencana. Jangan takut untuk bergabung!” pungkas Koordinator FORPIS PMI Kota Malang, Freshy Cynara.
Sinergi antara program sosialisasi pertolongan pertama dari PMI Kota Malang dan kurikulum keterampilan khusus di SLB ABD Negeri Kedungkandang diharapkan dapat melahirkan generasi muda berkebutuhan khusus yang tangguh, mandiri, serta siap berperan aktif dalam pembangunan masyarakat
Penulis: Febri/Fani
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Post a Comment