Kembali Ceria Usai Gempa, Anak SEKAMI Ndona Belajar Hidup Bersih Sambil Bermain


ANEWS.co, ENDE – Setelah sekitar tiga minggu tidak menjalankan aktivitas rutin akibat rasa takut pascagempa, anak-anak SEKAMI (Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner) di Gereja Santa Maria Ndona, Kabupaten Ende, perlahan kembali mengikuti kegiatan bersama.

Setiap hari Minggu setelah mengikuti ibadah, anak-anak biasanya mengikuti kegiatan Sekolah Minggu yang diisi dengan kuis Kitab Suci, gerak dan lagu, serta berbagai aktivitas bersama. Kegiatan tersebut diikuti oleh 20 anak yang terdiri atas 17 perempuan dan tiga laki-laki dengan pendampingan tiga orang pembimbing.

Namun, situasi pascagempa membuat kegiatan tersebut sempat terhenti. Rasa takut dan kekhawatiran yang masih dirasakan anak-anak menyebabkan aktivitas mingguan belum dapat berjalan seperti biasanya.

Pendamping SEKAMI Gereja Santa Maria Ndona, Maria Yolan Wonga, mengatakan kegiatan mulai dilaksanakan kembali secara bertahap melalui pendekatan yang lebih menyenangkan bagi anak-anak.

“Dalam situasi gempa saat ini, kegiatan sempat tidak dijalankan karena anak-anak masih merasa takut. Sekitar tiga minggu kami tidak menjalankan kegiatan, tetapi minggu kemarin kami mulai kembali dengan kegiatan dukungan psikologis seperti gerak dan lagu untuk adik-adik SEKAMI,” ujarnya.

Selain kegiatan dukungan psikologis, anak-anak juga mengikuti promosi kesehatan yang memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri, khususnya kebiasaan mencuci tangan dengan baik dan benar.

“Kami merasa sangat membantu. Mereka yang sebelumnya masih merasa takut, perlahan kembali seperti biasa. Apalagi ditambahkan promosi kesehatan, bagus karena melatih anak-anak supaya bisa mencuci tangan dengan baik dan benar,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya menerima penjelasan mengenai pentingnya kebersihan tangan, tetapi juga diajak mempraktikkan langsung langkah-langkah mencuci tangan yang benar.

Materi disampaikan melalui pendekatan yang dekat dengan dunia anak-anak. Edukasi dipadukan dengan permainan sehingga suasana belajar berlangsung lebih menyenangkan.

Choir Rasyid dari tim promosi kesehatan mengatakan anak-anak diajak belajar melalui metode yang interaktif agar materi lebih mudah dipahami.

“Kami memberikan informasi tentang pentingnya mencuci tangan, kemudian anak-anak juga diajak untuk langsung mempraktikkannya. Supaya tidak hanya mendengarkan materi, kami juga mengajak mereka bermain sehingga pembelajaran tentang kesehatan bisa lebih menyenangkan dan mudah diingat,” ujarnya.

Salah satu peserta, Theresia Desna Lepa (12), siswi kelas VII dan anggota SEKAMI, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.

“Rasanya senang dan bahagia belajar hal baru tentang kesehatan dan mencuci tangan. Banyak sekali yang dipelajari, apalagi langsung praktik,” tuturnya.

Kegiatan promosi kesehatan dan dukungan psikologis menjadi bagian dari aktivitas yang kembali dijalankan setelah sebelumnya sempat terhenti akibat gempa.

Maria berharap kegiatan serupa dapat kembali dilakukan di Gereja Santa Maria Ndona.

“Kami tunggu datang kembali di tempat kami untuk memberikan promosi kesehatan dan pelayanan kesehatan lagi,” pungkasnya. 

Penulis: Amin 
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • Kembali Ceria Usai Gempa, Anak SEKAMI Ndona Belajar Hidup Bersih Sambil Bermain
  • Kembali Ceria Usai Gempa, Anak SEKAMI Ndona Belajar Hidup Bersih Sambil Bermain
  • Kembali Ceria Usai Gempa, Anak SEKAMI Ndona Belajar Hidup Bersih Sambil Bermain
  • Kembali Ceria Usai Gempa, Anak SEKAMI Ndona Belajar Hidup Bersih Sambil Bermain
  • Kembali Ceria Usai Gempa, Anak SEKAMI Ndona Belajar Hidup Bersih Sambil Bermain
  • Kembali Ceria Usai Gempa, Anak SEKAMI Ndona Belajar Hidup Bersih Sambil Bermain

Post a Comment