Bukan Sekadar Kantor, Markas Baru PMI DKI Jakarta Siap Perkuat Layanan Donor Darah
ANEWS.co, JAKARTA – Sebuah gedung baru berdiri di Jalan Kramat Raya No. 47, Jakarta Pusat. Namun bagi Palang Merah Indonesia (PMI), bangunan itu bukan sekadar tempat bekerja. Ia menjadi markas yang harus siap ketika masyarakat membutuhkan pelayanan kemanusiaan.
Pesan itu disampaikan Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla saat bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan gedung baru PMI Provinsi DKI Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Peresmian bertepatan dengan HUT ke-81 PMI yang membawa tema “Peduli, Bergerak, Bersama.”
“PMI itu tidak punya kantor tetapi markas,” kata Jusuf Kalla.
Pernyataan tersebut menggambarkan karakter pelayanan PMI yang tidak semata-mata berjalan mengikuti aktivitas perkantoran. Dalam situasi darurat dan kebutuhan kemanusiaan, pelayanan dapat dibutuhkan masyarakat kapan saja.
Rp233,17 Miliar dari APBD DKI Jakarta
Pembangunan fasilitas baru PMI DKI Jakarta menggunakan anggaran Rp233,17 miliar yang sepenuhnya bersumber dari APBD DKI Jakarta, menurut keterangan Gubernur Pramono Anung.
Pramono melihat pembangunan fasilitas pelayanan tersebut sebagai salah satu wujud penggunaan pajak yang dikembalikan manfaatnya kepada masyarakat.
“Saya dengan Bapak Jusuf Kalla merasa kagum dengan gedung ini. Artinya, gedung ini dibangun dari pajak. Orang membayar pajak, dan Jakarta adalah kota yang memberikan transparansi terhadap pemanfaatan pajak,” ujar Pramono.
Dukungan pemerintah daerah terhadap markas PMI menjadi penting karena fasilitas tersebut nantinya berkaitan langsung dengan sejumlah pelayanan publik di bidang kemanusiaan dan kesehatan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pelayanan darah.
Jusuf Kalla menyebut PMI memiliki 225 Unit Donor Darah yang tersebar di Indonesia. Fasilitas UDD PMI DKI Jakarta dinilainya menjadi salah satu yang memiliki kelengkapan pelayanan.
Pramono dalam kegiatan tersebut turut menyampaikan penerapan teknologi pemeriksaan Nucleic Acid Test (NAT) di Jakarta untuk mendeteksi penyakit seperti hepatitis dan HIV dalam mendukung keamanan pelayanan darah.
Ada Pelayanan Donor Darah hingga Laboratorium
Gedung baru PMI DKI Jakarta dibagi menjadi Gedung A dan Gedung B.
Gedung A menjadi ruang yang lebih banyak bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat. Di dalamnya terdapat fasilitas pelayanan publik, donor darah konvensional dan apheresis, ruang pertemuan, serta fasilitas kegiatan PMI lainnya.
Sementara Gedung B digunakan untuk mendukung laboratorium, administrasi Unit Donor Darah, kemarkasan, dan fungsi Pengurus PMI Provinsi DKI Jakarta.
Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta Beky Mardani menilai fasilitas tersebut merupakan hasil dari proses panjang pengembangan pelayanan PMI di Ibu Kota.
“Atas nama keluarga besar PMI Provinsi DKI Jakarta, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas dukungan dan hibah pembangunan gedung ini,” kata Beky.
Ia menjelaskan pembangunan dilaksanakan oleh Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta hingga tahap penyelesaian dan finishing.
Beky juga mengingat perjalanan pembangunan fasilitas tersebut tidak dimulai dalam satu periode kepengurusan.
Menurutnya, pengurus PMI periode sebelumnya memiliki kontribusi dalam merintis serta meletakkan fondasi bagi pengembangan fasilitas pelayanan yang kini telah diwujudkan.
“Apa yang kita saksikan hari ini merupakan sebuah gagasan yang telah dirintis sebelumnya, kemudian dilanjutkan dan diwujudkan bersama sehingga pada hari ini PMI Provinsi DKI Jakarta memiliki gedung yang lebih memadai untuk menjawab kebutuhan pelayanan masyarakat yang semakin berkembang,” kata Beky.
Satu Ekosistem Pelayanan PMI
Penggabungan fungsi pelayanan publik, donor darah, laboratorium, administrasi dan kemarkasan dalam satu kompleks menjadi salah satu hal yang ditekankan dalam pengoperasian fasilitas baru tersebut.
“Gedung ini bukan hanya menyediakan ruang kerja, tetapi membangun satu ekosistem pelayanan PMI yang mempertemukan fungsi pelayanan, fungsi kemarkasan, fungsi koordinasi dan fungsi pengelolaan organisasi dalam suatu lingkungan yang lebih modern dan terintegrasi,” tutur Beky.
Keberadaan fasilitas tersebut sekaligus menjadi penanda perjalanan PMI memasuki usia ke-81.
Tema “Peduli, Bergerak, Bersama” mendapatkan bentuk konkretnya ketika fasilitas organisasi tidak berhenti menjadi bangunan, tetapi digunakan untuk memperkuat pelayanan yang dibutuhkan masyarakat.
Bagi warga Jakarta, ukuran keberhasilan gedung baru tersebut pada akhirnya bukan hanya terletak pada besarnya bangunan maupun anggaran pembangunannya. Manfaat terpenting berada pada kualitas, kesiapan dan kemudahan pelayanan kemanusiaan yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Penulis: Benhil M.
Editor: Redaksi
Post a Comment