Edukasi Bripda Johan Susetya: Bijak Menggunakan Air di Tengah Kemarau

 




ANEWS.co, PONOROGO - Bencana kekeringan yang melanda Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, menuntut kedisiplinan dan kesadaran bersama dari seluruh lapisan masyarakat. Dengan jumlah warga terdampak mencapai 510 jiwa dari 123 Kepala Keluarga, pasokan air bersih sebanyak 30.000 liter per minggu harus dikelola secara cermat agar dapat memenuhi kebutuhan harian seluruh keluarga secara merata.

Dalam kondisi keterbatasan ini, Bripda Johan Susetya selaku Bhabinkamtibmas Desa Munggu mengambil peran edukatif untuk mengarahkan warga binaannya dalam memanfaatkan bantuan air bersih secara efisien. Menurutnya, potensi gesekan dan kelangkaan air dapat ditekan jika masyarakat memiliki pemahaman yang sama mengenai tata kelola penggunaan air harian.

“Potensi gesekan antarwarga sudah pasti ada. Maka dari itu upaya Bhabinkamtibmas memberikan edukasi atau imbauan kepada warga sebelum datangnya bantuan air sangat penting. Warga jadi tahu apa yang harus dilakukan agar tidak terjadi gesekan sehingga bantuan air bersih dapat tersalurkan dengan maksimal, tidak ada yang terbuang percuma,” ungkap Bripda Johan.

Selain menjaga ketertiban di titik penyaluran, Bripda Johan secara konsisten mengingatkan warga untuk menyusun prioritas pemanfaatan air bersih selama masa kekeringan berlangsung. Ia menekankan pentingnya mendahulukan kebutuhan primer harian dan menunda penggunaan air untuk aktivitas yang tidak mendesak.

“Pesan saya kepada warga Munggu yaitu gunakanlah bantuan air bersih secara bijaksana, tidak perlu membuang-buang air dengan cuma-cuma sehingga bantuan air menjadi cukup dan kekeringan bisa sedikit teratasi. Kita tidak tahu sampai kapan kekeringan ini terjadi, alangkah baiknya kita mempunyai urutan penggunaan air mulai yang paling membutuhkan seperti minum, memasak, dan lainnya sampai dengan yang tidak perlu seperti mencuci motor atau menyirami halaman,” tuturnya.

Di lapangan, Bripda Johan juga tidak segan turun tangan membantu warga mengangkut wadah penampungan air agar proses pengambilan berjalan lebih cepat. Dedikasi dan edukasi berkala yang disampaikannya menjadi modal penting dalam menjaga kondusivitas, keharmonisan, serta ketahanan warga Desa Munggu selama menghadapi masa-masa sulit pasokan air bersih.

Penulis: Amin 
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • Edukasi Bripda Johan Susetya: Bijak Menggunakan Air di Tengah Kemarau
  • Edukasi Bripda Johan Susetya: Bijak Menggunakan Air di Tengah Kemarau
  • Edukasi Bripda Johan Susetya: Bijak Menggunakan Air di Tengah Kemarau
  • Edukasi Bripda Johan Susetya: Bijak Menggunakan Air di Tengah Kemarau
  • Edukasi Bripda Johan Susetya: Bijak Menggunakan Air di Tengah Kemarau
  • Edukasi Bripda Johan Susetya: Bijak Menggunakan Air di Tengah Kemarau

Post a Comment