Di Balik Kemeriahan Antologi Fest 2026, Layanan Kesehatan Tetap Siaga
| Petugas memberikan pelayanan kesehatan selama berlangsungnya Antologi Fest 2026 di Lapangan Tirta Yasa Park, Kota Kediri, Sabtu (12/9/2026). |
ANEWS.co, KEDIRI - Di balik kemeriahan Antologi Fest 2026 di Lapangan Tirta Yasa Park, Kota Kediri, Sabtu (12/9/2026), layanan kesehatan tetap bersiaga untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat yang hadir.
Festival yang berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 22.00 WIB tersebut diselenggarakan oleh No Wacana Creative dan diperkirakan dihadiri sekitar 1.800 penonton.
Banyaknya pengunjung membuat kesiapsiagaan pelayanan kesehatan menjadi salah satu bagian penting selama kegiatan berlangsung. Dukungan pelayanan melibatkan Dinas Kesehatan Kota Kediri, RSUD Kilisuci Kota Kediri, serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kediri.
PMI Kota Kediri menurunkan enam personel yang dikoordinatori Wahyu Purnama Wijaya, ST. Tim bertugas mendukung kesiapsiagaan pelayanan kesehatan, memberikan pertolongan pertama, serta membantu peserta maupun penonton yang membutuhkan bantuan kesehatan.
Berdasarkan laporan pelaksanaan dukungan pelayanan kesehatan Antologi Fest 2026, sepanjang kegiatan berlangsung petugas memberikan pelayanan kepada 20 peserta dengan berbagai kondisi.
Keluhan dan kondisi yang ditangani antara lain kram, sesak napas, pingsan, dislokasi kaki, dislokasi rahang, cedera akibat pukulan, serta keluhan masuk angin. Sesak napas dan dislokasi kaki termasuk kondisi yang mendapat perhatian selama pelayanan.
Meski sejumlah peserta membutuhkan pertolongan, tidak terdapat kasus yang memerlukan rujukan ke rumah sakit. Hingga acara selesai, jumlah rujukan tercatat nihil.
Kolaborasi Pelayanan di Tengah Keramaian
Kesiapsiagaan kesehatan dalam kegiatan yang dihadiri banyak orang tidak hanya bergantung pada keberadaan petugas di lokasi. Koordinasi antarunsur pelayanan juga menjadi bagian penting agar pertolongan dapat diberikan ketika dibutuhkan.
Selama Antologi Fest 2026 berlangsung, personel PMI Kota Kediri berkoordinasi dengan unsur pelayanan kesehatan lainnya dan pihak penyelenggara dalam mendukung pelayanan di lokasi kegiatan.
Koordinator PMI Kota Kediri, Wahyu Purnama Wijaya, ST, mengatakan kesiapsiagaan diperlukan ketika sebuah kegiatan menghadirkan masyarakat dalam jumlah besar.
"Kesiapsiagaan menjadi bagian penting ketika banyak masyarakat berkumpul dalam sebuah kegiatan. Kami hadir untuk memberikan pertolongan ketika dibutuhkan dan berkoordinasi dengan unsur pelayanan kesehatan lainnya," kata Wahyu.
Enam personel PMI Kota Kediri yang menjalankan tugas tersebut yakni Wahyu Purnama Wijaya, ST, Zakiy Mubarak, Andrik Irfani, Lailatul Khoirunnisak, Astri Nanda Astuti, dan Devita Putri Rahayu.
Selain memberikan pertolongan pertama, kehadiran personel kesehatan di lokasi menjadi bagian dari upaya memberikan akses pertolongan kepada peserta maupun pengunjung apabila sewaktu-waktu mengalami gangguan kesehatan.
Kesiapsiagaan Jadi Bagian Kegiatan Publik
Antologi Fest 2026 menunjukkan sisi lain dari penyelenggaraan kegiatan yang menghadirkan ribuan orang. Di antara panggung, hiburan, dan keramaian pengunjung, terdapat unsur pelayanan yang tetap bekerja untuk mendukung berlangsungnya kegiatan.
Kesiapsiagaan kesehatan menjadi salah satunya.
Keberadaan petugas memungkinkan peserta yang mengalami keluhan kesehatan mendapatkan pertolongan awal langsung di lokasi. Koordinasi antara Dinas Kesehatan Kota Kediri, RSUD Kilisuci Kota Kediri, PMI Kota Kediri, dan penyelenggara turut mendukung pelayanan selama kegiatan berlangsung.
Bagi masyarakat yang datang untuk menikmati festival, keberadaan petugas kesehatan mungkin tidak selalu menjadi bagian yang paling terlihat. Namun ketika pertolongan diperlukan, kesiapan petugas menjadi bagian penting dari pelayanan dalam sebuah kegiatan publik.
Keterlibatan PMI Kota Kediri juga menjadi bagian dari pelayanan kemanusiaan melalui kesiapsiagaan dan pertolongan pertama di tengah aktivitas masyarakat.
Di balik panggung dan kemeriahan Antologi Fest 2026, petugas kesehatan tetap berjaga. Kehadiran tersebut menunjukkan bahwa sebuah kegiatan publik tidak hanya membutuhkan kesiapan pada sisi acara, tetapi juga kesiapsiagaan untuk memberikan pertolongan ketika masyarakat membutuhkannya.
Penulis: Deny
Editor: Redaksi
Post a Comment