Setelah Gempa, Anak-Anak Ini Belajar Tersenyum Lagi Lewat Permainan
ANEWS.co, ENDE – Tawa anak-anak kembali terdengar di SDK Watuneso, Kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende. Setelah sempat diliputi rasa takut akibat gempa, mereka kini kembali bermain, belajar, dan berinteraksi bersama teman-temannya.
Salah satunya Itin, siswi kelas V SDK Watuneso. Bersama 88 siswa lainnya dari SDK Watuneso dan SDK Ase, ia mengikuti kegiatan dukungan psikososial dan promosi kebersihan yang digelar PMI Provinsi Sumatera Utara bersama PMI Kabupaten Ende dengan dukungan Musim Mas Group dan PT Mega Surya Mas (MSM).
Melalui permainan bertema gempa, anak-anak diajak memahami cara menghadapi situasi darurat sekaligus mengekspresikan perasaan setelah mengalami bencana.
Wali Kelas III SDK Watuneso, Ludgardis Bheri, mengatakan pendekatan melalui permainan membuat siswa lebih mudah memahami kesiapsiagaan menghadapi gempa.
“Bagus sekali, kegiatan ini bisa bermain dengan anak-anak. Mereka menyadari bagaimana jika ada gempa kembali. Dengan pola permainan bertema gempa, siswa jadi lebih ingat bagaimana cara menanganinya kalau terjadi lagi,” ujarnya.
Menurut Ludgardis, dampak gempa sempat memengaruhi aktivitas belajar. Selama dua minggu siswa belajar dari rumah, bahkan saat kembali ke sekolah sebagian anak masih enggan duduk di kursi.
“Mereka sudah masuk kelas, tetapi tidak duduk di kursi. Mereka duduk di lantai,” katanya.
Pendamping dukungan psikososial, Krishardianto, mengatakan hasil asesmen menunjukkan sebagian siswa mengalami rasa cemas, takut, dan khawatir setelah gempa.
“Dari asesmen, ada cemas, takut, dan khawatir. Itu hal yang wajar. Situasinya saja yang tidak normal,” ujarnya.
Selain pendampingan psikososial, para siswa juga mendapat edukasi kebersihan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan selama masa pemulihan.
Bagi anak-anak di Watuneso dan Ase, proses pulih dimulai dari hal-hal sederhana: bermain bersama, belajar bersama, lalu perlahan kembali tertawa.

Post a Comment