75 Pendonor Darah Banjarnegara Raih Penghargaan Gubernur, Perkuat Ketahanan Stok Darah Jawa Tengah
Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Banjarnegara, dr. Syarah Mutia Dewi, mengatakan dari total penerima penghargaan tersebut, sebanyak 68 orang memperoleh penghargaan untuk kategori 50 kali donor darah dan 7 orang untuk kategori 75 kali donor darah.
“Untuk rinciannya yakni sebanyak 68 orang akan menerima penghargaan 50 kali donor dan 7 orang lainnya mendapatkan penghargaan 75 kali donor darah,” ujarnya.
Menurut dr. Syarah, jumlah tersebut merupakan hasil usulan yang telah lolos proses verifikasi data dan berkas melalui PMI Provinsi Jawa Tengah sejak Februari 2026. Proses verifikasi dilakukan secara ketat untuk memastikan keabsahan seluruh data pendonor yang diusulkan dari berbagai daerah.
“Proses verifikasi data dan berkas sangat teliti dan dimulai bahkan pada November 2025 kemarin, mengingat penerima penghargaan total sekitar 2.348 orang dari 25 kota/kabupaten se-Jawa Tengah,” tandasnya.
Penghargaan akan diserahkan dalam kegiatan Temu Donor Darah Sukarela Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 29 September 2026, di UTC Convention Hotel Semarang.
Bagi PMI, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi kepada individu pendonor, tetapi juga menunjukkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menopang kebutuhan darah yang terus dibutuhkan fasilitas kesehatan. Konsistensi pendonor sukarela menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga keberlanjutan layanan transfusi darah.
“Kami menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada masyarakat Banjarnegara khususnya Sobat Donor yang terus bergerak bersama PMI untuk kemanusiaan,” kata dr. Syarah.
Sementara itu, Pelaksana Harian Ketua PMI Banjarnegara, Drs. Noor Tamami, M.Pd, menegaskan bahwa gerakan kemanusiaan PMI tidak dapat berjalan tanpa dukungan masyarakat dan para pendonor darah.
“Terkhusus kepada seluruh pendonor darah yang tahun ini mendapatkan penghargaan, kami sampaikan selamat dan semoga ini menjadikan momentum untuk terus bergerak bersama PMI,” ujarnya.
Menurutnya, nilai pengabdian para pendonor jauh melampaui penghargaan yang diterima karena manfaatnya langsung dirasakan oleh sesama yang membutuhkan pertolongan.
“Mohon jangan menilai dari sisi penghargaannya namun lebih dari ketulusan, pengabdian dan sumbangsih nyata untuk sesama yang itu tentunya tidak bisa dinilai dengan apa pun,” tandasnya.
PMI Banjarnegara berharap sinergi antara masyarakat, pendonor darah, dan organisasi kemanusiaan terus terjaga sehingga kebutuhan darah dapat terpenuhi secara berkelanjutan di masa mendatang.

Post a Comment