74 Anak Dusun Lemarang Ikuti Layanan Psikososial Pascagempa

Sebanyak 74 anak Dusun Lemarang mengikuti layanan psikososial dengan permainan dan kegiatan kreatif sebagai bagian dari pemulihan pascagempa.


ANEWS.co, MANGGARAI – Sebanyak 74 anak di Dusun Lemarang mengikuti layanan Psychosocial Support Service (PSS) yang dilaksanakan PMI Kabupaten Manggarai, Senin (21/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan psikososial bagi anak-anak setelah gempa yang terjadi pada 15 Agustus.

Kegiatan melibatkan dua fasilitator PMI Pusat bersama dua relawan PMI Kabupaten Manggarai. Anak-anak mengikuti sejumlah aktivitas kelompok yang disesuaikan dengan usia, mulai dari menggambar, mewarnai, bernyanyi hingga bermain ular tangga.

Rusliansyah (44) menjelaskan, 74 peserta dibagi menjadi dua kelompok karena memiliki rentang usia berbeda. Pembagian dilakukan agar aktivitas yang diberikan dapat disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak.

Menurut dia, anak usia dini hingga kelas III sekolah dasar mengikuti kegiatan mewarnai sebagai sarana untuk mengekspresikan kreativitas. Sementara itu, anak kelas IV hingga VI mengikuti permainan kelompok menggunakan media ular tangga.

“Kita melakukan kegiatan ini supaya bisa kita lihat bagaimana perkembangan pertumbuhan anak sejak pascabencana gempa 15 Agustus. Dilihat dari perasaan dan perkembangan bersosialisasi dengan teman-teman, semuanya sudah mulai membaik,” kata Rusliansyah.

Kegiatan tidak hanya diarahkan pada permainan, tetapi juga memberikan ruang bagi anak untuk kembali berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman sebaya dalam suasana bersama.

Salah seorang peserta, Mariox Sel Cain (11), mengaku menikmati aktivitas yang dilakukan bersama teman-temannya.

“Permainan ular tangga dan menggambar tadi sangat seru karena bisa bermain bersama. Sebelumnya kami melakukan kegiatan yang sama dari PMI, yaitu enam langkah mencuci tangan dan bernyanyi bersama,” ujar Mariox.

Miftah Khuljannah (28), yang mendampingi anak kelas IV hingga VI SD, mengatakan semangat peserta terlihat selama aktivitas berlangsung.

“Di kelompok saya, anak kelas 4 sampai 6 SD melakukan kegiatan ekspresif kreatif, yaitu bermain bersama dengan media ular tangga, dan terlihat semangat serta keceriaan mereka. Di sini juga kami ajak anak-anak membersihkan sampah di sekitar sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan pascagempa,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak memperoleh ruang untuk bermain dan berinteraksi sekaligus mengikuti kegiatan yang mendorong kreativitas serta kepedulian terhadap lingkungan.

Penulis: Amin 
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • 74 Anak Dusun Lemarang Ikuti Layanan Psikososial Pascagempa
  • 74 Anak Dusun Lemarang Ikuti Layanan Psikososial Pascagempa
  • 74 Anak Dusun Lemarang Ikuti Layanan Psikososial Pascagempa
  • 74 Anak Dusun Lemarang Ikuti Layanan Psikososial Pascagempa
  • 74 Anak Dusun Lemarang Ikuti Layanan Psikososial Pascagempa
  • 74 Anak Dusun Lemarang Ikuti Layanan Psikososial Pascagempa

Post a Comment