65 Warga Tuanggeo Ikuti Layanan Kesehatan dan Psikososial Pascagempa
ANEWS.co, SIKKA – Sebanyak 65 warga Desa Tuanggeo, Kecamatan Palue, mengikuti layanan kesehatan dan dukungan psikososial pada Kamis (24/9/2026). Kegiatan menyasar anak-anak dan remaja di tengah proses pemulihan pascagempa.
Penerima manfaat terdiri atas 26 laki-laki dan 39 perempuan. Layanan melibatkan Tim Promosi Kesehatan (Promkes), Dukungan Psikososial (PSS), dan Logistik Palang Merah Indonesia (PMI).
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak dan remaja mendapatkan edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), praktik mencuci tangan, pencegahan diare, serta pengenalan risiko rabies.
Materi diberikan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan usia peserta. Anak-anak tidak hanya memperoleh penjelasan, tetapi juga mengikuti praktik dan aktivitas bersama agar pesan kesehatan lebih mudah dipahami.
Maulidi dari Tim Promosi Kesehatan PMI mengatakan penyesuaian metode menjadi bagian penting dalam menyampaikan materi kepada anak-anak.
“Edukasi kami sesuaikan dengan usia penerima manfaat. Anak-anak diajak mengenal PHBS, cara mencuci tangan, pencegahan diare, serta rabies dengan pendekatan yang mudah mereka pahami,” kata Maulidi.
Praktik mencuci tangan menjadi salah satu materi yang diberikan. Anak-anak diperkenalkan pada pentingnya menjaga kebersihan tangan, termasuk sebelum makan dan setelah melakukan aktivitas yang berpotensi membuat tangan kotor.
Selain edukasi kesehatan, kegiatan menjadi ruang bagi anak-anak untuk kembali belajar, bermain, dan berinteraksi dengan teman sebaya setelah mengalami gempa.
Beathris Paku, orang tua dari dua anak yang mengikuti kegiatan, mengatakan pengalaman gempa masih memengaruhi respons anak-anak ketika merasakan guncangan.
“Anak saya dua mengikuti kegiatan ini. Kalau biasanya di rumah ada goncangan sedikit saja, mereka sudah merasa takut,” ujar Beathris.
Kegiatan bersama tersebut memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk kembali beraktivitas dengan teman-temannya, sekaligus mendapatkan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Keterlibatan Tim Promkes, PSS, dan Logistik membuat pelayanan di Tuanggeo mencakup edukasi kesehatan, dukungan psikososial, serta kebutuhan logistik dalam rangkaian kegiatan yang sama.
Post a Comment