49 Sekolah Bertemu di Banjarnegara, Gen Z Belajar Menolong dan Peduli Sesama
ANEWS.co, BANJARNEGARA - Ratusan pelajar dari 49 SMP dan MTs di Banjarnegara menghabiskan dua hari untuk belajar lebih dari sekadar berlomba. Mereka berlatih pertolongan pertama, kesiapsiagaan bencana, kesehatan remaja, hingga cara memberikan dukungan kepada teman sebaya.
Pengalaman tersebut mereka dapatkan dalam Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Madya yang digelar di SMAN 1 Wanadadi, Banjarnegara, mulai Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pertemuan sekaligus pembinaan bagi anggota PMR. Para peserta tidak hanya mengasah keterampilan, tetapi juga belajar bekerja sama, membangun kepemimpinan dan menumbuhkan kepedulian terhadap orang lain.
Plh. Ketua PMI Banjarnegara, Drs. H. Noor Tamami, M.Pd., mengatakan Jumbara bukan sekadar perlombaan atau pertemuan antaranggota PMR.
"Jumbara merupakan salah satu bentuk pembinaan dan ajang pertemuan anggota PMR untuk saling berbagi, melakukan evaluasi, serta meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam suasana yang gembira, bersahabat dan partisipatif," ujar Noor Tamami saat membuka kegiatan.
Menurutnya, anggota PMR merupakan bagian dari generasi muda sekaligus calon relawan masa depan. Karena itu, pembinaan diarahkan tidak hanya pada penguasaan keterampilan, tetapi juga karakter dan kepedulian.
"Karena itu, melalui kegiatan PMR diharapkan tumbuh generasi yang memiliki jiwa kepemimpinan, mampu memberikan dukungan kepada teman sebaya, bersih, sehat, kreatif, mampu bekerja sama, bersahabat dan ceria," katanya.
Belajar Mendukung Teman Sebaya
Salah satu kemampuan yang dikembangkan dalam Jumbara adalah peer support atau dukungan teman sebaya. Melalui pendekatan ini, remaja didorong untuk mampu memberikan dukungan, bantuan, dan semangat kepada teman seusianya.
Kemampuan tersebut juga diarahkan untuk membantu remaja bersama-sama membangun perilaku hidup sehat dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Peserta mendapat kesempatan mengikuti sejumlah kegiatan dan keterampilan, mulai dari simulasi pertolongan pertama, perawatan keluarga, Ayo Siaga Bencana, peer support kesehatan remaja, uji wawasan kepalangmerahan hingga pembuatan vlog.
Kehadiran pembuatan vlog menjadi salah satu aktivitas yang dekat dengan karakter generasi muda saat ini. Peserta tidak hanya menerima pengetahuan, tetapi juga memperoleh ruang untuk mengekspresikan pengalaman dan kreativitas mereka.
Ketua panitia kegiatan, Ari Budi Waluyani, S.Pd., menjelaskan Jumbara berlangsung selama dua hari dan diikuti ratusan peserta dari 49 SMP dan MTs.
Menariknya, para peserta tidak seluruhnya tinggal di lokasi kegiatan. Mereka menginap di rumah penduduk melalui sistem homestay agar bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat.
"Peserta menginap di rumah penduduk atau dengan sistem home stay dengan tujuan agar adik-adik PMR dapat membaur dan berada di tengah-tengah masyarakat, belajar sambil berkegiatan dengan melibatkan unsur di sekelilingnya," ungkap Ari.
Pengalaman tinggal bersama warga membuat Jumbara tidak berhenti pada kegiatan di lingkungan sekolah. Para peserta mempunyai kesempatan belajar beradaptasi dan berinteraksi dengan lingkungan sosial yang mereka temui.
Selain kegiatan Jumpa, Bakti, dan Gembira, rangkaian Jumbara diisi dengan pentas seni, outbound kepemimpinan serta kegiatan sosial berupa pembagian sembako dan pelayanan pengobatan gratis bagi masyarakat sekitar.
Panitia berharap anggota PMR sebagai calon relawan dan agen perubahan dapat mengambil peran lebih besar di lingkungannya sekaligus mengekspresikan kepedulian dengan cara yang relevan dengan kehidupan Gen Z saat ini.
Penulis: Alwan
Editor: Redaksi
Post a Comment