27 Warga Robek Jalani Pemeriksaan, Hipertensi hingga Diabetes Ditemukan di Pengungsian
ANEWS.co, MANGGARAI – Pemeriksaan terhadap 27 warga Desa Robek menemukan sejumlah keluhan kesehatan, mulai dari hipertensi, nyeri otot, ISPA hingga diabetes melitus, Senin (21/9/2026).
Pemeriksaan berlangsung di lokasi pengungsian di depan Gereja Katolik Santu Thomas Morus Paroki Robek. Warga yang mendapatkan pelayanan terdiri atas 19 laki-laki dan delapan perempuan. Dua di antaranya merupakan ibu menyusui.
Layanan kesehatan tersebut diberikan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai kepada masyarakat terdampak bencana yang masih berada di pengungsian.
Selain melakukan pemeriksaan dan memberikan pengobatan sesuai kondisi warga, tim kesehatan memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan selama berada di lingkungan pengungsian.
Petugas juga memberikan arahan kepada warga agar menjalani pemeriksaan lanjutan apabila mengalami keluhan yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Relawan PMI Kabupaten Manggarai, Theresa Bela Resa, mengatakan terdapat sejumlah kasus yang ditemukan selama pemeriksaan berlangsung.
"Ada beberapa kasus yang ditemukan dalam pemeriksaan, yaitu hipertensi, myalgia, ISPA, dan diabetes melitus. Ada 27 orang yang menjalani pemeriksaan, terdiri atas 19 laki-laki dan delapan perempuan. Dua di antaranya merupakan ibu menyusui," kata Bela.
Salah seorang warga yang memanfaatkan layanan tersebut adalah Fransiskus Dan (62). Ia datang memeriksakan keluhan gatal-gatal yang menurut pengakuannya telah berlangsung sekitar tiga tahun.
Fransiskus mengatakan sebelumnya belum pernah memeriksakan keluhan tersebut. Ia menduga gatal-gatal yang dialaminya berkaitan dengan makanan tertentu yang tidak cocok dengan kondisi tubuhnya.
Saat pelayanan kesehatan berlangsung di lokasi pengungsian, Fransiskus akhirnya memutuskan menjalani pemeriksaan. Setelah diperiksa, ia mendapatkan obat berupa salep dan pil.
"Keluhan pribadi saya adalah beberapa tahun mengalami gatal-gatal yang mungkin dipicu makanan yang tidak cocok. Sebelumnya saya tidak pernah diperiksa dan hari ini baru saya periksa. Dokter memberikan saya obat berupa salep dan pil. Semoga dengan obat ini gatal-gatal bisa hilang," ujar Fransiskus.
Pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu kebutuhan warga selama tinggal di pengungsian. Kondisi tempat tinggal sementara membuat kesehatan dan kebersihan lingkungan perlu menjadi perhatian selama proses pemulihan pascabencana.
Selain pengobatan terhadap keluhan yang ditemukan, edukasi kesehatan diberikan agar warga dapat menjaga kondisi tubuh serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat selama berada di pengungsian.
Pelayanan yang menjangkau langsung lokasi pengungsian tersebut juga memudahkan warga seperti Fransiskus, yang sebelumnya belum pernah memeriksakan keluhan kesehatannya, untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan awal.
Post a Comment