Sinergi Lintas Kabupaten/Kota: Sederet Calon Otoritas Wilayah Papua Berkumpul di Jayapura Bahas Manajemen Posko Kemanusiaan


ANEWS.coJAYAPURA Konsolidasi besar-besaran jajaran personel Palang Merah Indonesia (PMI) resmi dimulai di Swiss-Bel-Express Jayapura. Agenda berskala regional yang bertajuk Workshop Manajemen Kemarkasan dan Relawan PMI dalam Situasi Kedaruratan dan Konflik Sosial ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait, yang hadir mewakili Gubernur Papua.
Acara pembukaan diawali dengan prosesi khidmat menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan Himne PMI. Pertemuan ini bernilai sangat strategis bagi masa depan organisasi, karena dihadiri oleh perwakilan pengurus, staf, dan relawan dari area-area rawan yang tersebar di wilayah administrasi Papua.
Berdasarkan data registrasi panitia, sebanyak 26 peserta utusan daerah hadir secara langsung, dengan rincian keterwakilan:
  • Wilayah Induk & Papua Barat: PMI Kabupaten Jayapura (2 orang), PMI Kota Jayapura (1 orang), PMI Provinsi Papua Barat (2 orang), dan perwakilan Forum Relawan (Forel) Provinsi Papua (1 orang).
  • Cakupan Provinsi Pemekaran Baru: PMI Kabupaten Puncak Jaya mengirimkan delegasi terbanyak yaitu 5 orang, disusul PMI Kabupaten Mimika (3 orang), PMI Kabupaten Lanny Jaya (2 orang), serta masing-masing 1 utusan dari Kabupaten Intan Jaya, Paniai, Dogiyai, Jayawijaya, Mamberamo Tengah, dan Pegunungan Bintang.
Istimewanya, agenda ini juga dihadiri oleh unsur peninjau (observer) penting, yakni Calon Ketua PMI Provinsi Papua Tengah dan Calon Ketua PMI Provinsi Papua Pegunungan. Kehadiran para calon pimpinan tinggi di tingkat daerah ini menandai babak baru penataan alur koordinasi antar-PMI Kabupaten/Kota, Provinsi, hingga ke tingkat Pusat.
Dalam sambutan pembukaannya, Sekda Provinsi Papua Christian Sohilait mengingatkan pentingnya penguasaan metode Safer Access Framework (Kerangka Akses yang lebih Aman). Kerangka kerja ini mencakup manajemen keselamatan personel, aspek penerimaan masyarakat (acceptance), identifikasi lambang, serta tata cara penanganan laporan insiden di area sensitif.
"Khusus pada situasi kekerasan akibat gangguan keamanan dan konflik sosial, tantangan yang dihadapi relawan sebagai garda terdepan di lapangan jauh lebih kompleks. Pemahaman taktis tersebut harus dapat dikomunikasikan dengan baik kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat luas," tegas Sekda Christian Sohilait mengutip pesan Gubernur.
Pemerintah daerah berharap, jajaran fasilitator dari PMI Pusat, PMI Provinsi, dan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) dapat menularkan keahlian diplomasi kemanusiaan dasar kepada para peserta. Hal tersebut bertujuan agar rancangan kontingensi dan prosedur operasi standar (SOP) yang dirumuskan pasca-kegiatan dapat diaplikasikan secara nyata demi melindungi warga sipil serta menjamin keselamatan personel kemanusiaan itu sendiri.


Penulis: Amin 
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • Sinergi Lintas Kabupaten/Kota: Sederet Calon Otoritas Wilayah Papua Berkumpul di Jayapura Bahas Manajemen Posko Kemanusiaan
  • Sinergi Lintas Kabupaten/Kota: Sederet Calon Otoritas Wilayah Papua Berkumpul di Jayapura Bahas Manajemen Posko Kemanusiaan
  • Sinergi Lintas Kabupaten/Kota: Sederet Calon Otoritas Wilayah Papua Berkumpul di Jayapura Bahas Manajemen Posko Kemanusiaan
  • Sinergi Lintas Kabupaten/Kota: Sederet Calon Otoritas Wilayah Papua Berkumpul di Jayapura Bahas Manajemen Posko Kemanusiaan
  • Sinergi Lintas Kabupaten/Kota: Sederet Calon Otoritas Wilayah Papua Berkumpul di Jayapura Bahas Manajemen Posko Kemanusiaan
  • Sinergi Lintas Kabupaten/Kota: Sederet Calon Otoritas Wilayah Papua Berkumpul di Jayapura Bahas Manajemen Posko Kemanusiaan

Post a Comment