Guna Meratakan Pelayanan Kesehatan, PMI Manggarai Sisir Camp Pengungsian Gempa di Reok
Sejak hari pertama bencana, Rumah Sakit Lapangan telah didirikan di Barang Kolong untuk merawat korban selamat yang mengalami cedera serta mengelola penanganan korban meninggal. Kendati demikian, luasnya sebaran titik pengungsian mandiri membuat pasokan layanan kesehatan belum merata ke seluruh lapisan pengungsi.
Beberapa pemukiman sementara di Kelurahan Wangkung, Kelurahan Mata Air, dan Desa Salama tercatat belum memiliki Pos Kesehatan Lapangan mandiri. Minimnya tenaga medis di titik-titik tersebut memicu kekhawatiran akan memburuknya kondisi kesehatan pengungsi yang terluka.
Menanggapi permasalahan ini, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai bersama Pemerintah Kecamatan Reok menginisiasi aksi jemput bola dengan melakukan diseminasi informasi kesehatan langsung ke tenda-tenda warga. Petugas memberikan edukasi serta mengarahkan para korban agar bersedia dievakuasi ke pusat layanan medis di Barang Kolong.
"Tujuan utama aksi diseminasi ini adalah memastikan tidak ada satupun korban gempa yang terabaikan. Semua korban luka yang berada di camp-camp kecil harus segera kami koordinasikan agar dapat dievakuasi ke Rumah Sakit Lapangan Barang Kolong mendapatkan perawatan rasional," tegas petugas lapangan PMI Manggarai.
Berdasarkan pemetaannya, pergerakan tim diseminasi telah merambah beberapa kantong pengungsian vital, meliputi:
- Lokasi Pengungsian Kerukuak (Kelurahan Wangkung): Menjangkau 4 titik camp warga.
- Kota Reo (Desa Salama): Menjangkau 6 tenda pengungsian terpusat.
- Kedutul (Kelurahan Mata Air): Menjangkau 3 tenda darurat.
Sementara itu, pemetaan dan diseminasi lanjutan masih terus dipacu untuk menjangkau lokasi pengungsian Tengku Romot di Kelurahan Mata Air serta beberapa titik pengungsian lain yang belum teridentifikasi secara resmi. Sinergi lintas sektor antara PMI, BPBD, dan perangkat desa terus ditingkatkan demi mengoptimalkan proses evakuasi dan perawatan medis bagi seluruh korban gempa di Kecamatan Reok.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:

Post a Comment