Tembus Final Nasional, Tim KSR UNJ Raih Juara 3 Simulasi Medis Darurat FAI XIII
ANEWS.co, PURWOKERTO – Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sukses mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional. Tim kebanggaan ibu kota ini berhasil meraih Juara 3 dalam kategori lomba Pertolongan Pertama (PP) & Pertolongan Pertama Korban Banyak (PPKB). Kompetisi ini merupakan bagian dari ajang bergengsi First Aid Invitation (FAI) XIII Tingkat Nasional.
Kompetisi FAI XIII merupakan edisi ke-13 dari ajang kepalangmerahan nasional yang diselenggarakan oleh UKM KSR PMI Unit Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Babak final yang menegangkan ini berlangsung secara luring (offline) di Gedung Aula Fakultas Kedokteran Unsoed, Purwokerto, pada Rabu (01/07/2026).
Ajang ini dirancang khusus sebagai tolok ukur evaluasi mutu, pengembangan keterampilan medis darurat, serta mempererat sinergitas antarrelawan muda di seluruh Indonesia.
Perlombaan tahun ini dijalankan menggunakan sistem hibrida (hybrid). Tahap awal dimulai dari babak penyisihan berupa seleksi administrasi dan penilaian karya digital secara daring (online). Setelah menyisihkan berbagai kontingen berat dari seluruh Indonesia, tim KSR UNJ berhasil menembus babak final 6 besar. Mereka kemudian diuji langsung dalam simulasi ketangkasan medis lapangan yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan ketenangan taktis.
Perjuangan Panjang dan Pola Persiapan Matang Sejak Bulan Mei
Keberhasilan luar biasa ini tidak didapatkan secara instan oleh kontingen KSR UNJ. Di balik piala kemenangan tersebut, ada proses latihan disiplin yang menguras energi, waktu, dan pikiran. Proses persiapan intensif ini telah berjalan selama berbulan-bulan sebelum mereka akhirnya dinyatakan layak berdiri di podium juara.
M. Ihsan Hadi Tanoyo, salah satu anggota tim kompetisi PPKB KSR PMI Unit UNJ, membagikan kisah perjuangan timnya. Ia menjelaskan secara rinci lini masa persiapan yang mereka lalui demi menghadapi ketatnya persaingan FAI XIII.
"Persiapan lomba kami mulai sejak pertengahan bulan Mei, tepatnya saat pembuatan video untuk tahap pertama yang berhasil diselesaikan pada tanggal 28 Mei 2026. Setelah itu, pengumuman peserta yang lolos ke babak final dirilis pada tanggal 14 Juni 2026. Alhamdulillah, KSR UNJ termasuk di dalamnya," kata Ihsan menerangkan proses awal kompetisi.
Setelah memastikan diri lolos ke babak utama di Purwokerto, intensitas latihan tim justru semakin meningkat. Tantangan simulasi penanganan cedera darurat medis lapangan menuntut koordinasi tim yang tanpa celah.
"Langkah kami dilanjutkan dengan persiapan intensif menuju final hingga H-1 keberangkatan. Selama proses tersebut, kami beruntung mendapatkan dukungan penuh berupa coaching langsung dari instruktur berpengalaman PMI Kota Jakarta Timur," ujar Ihsan menambahkan.
Komposisi Tim Tangguh PPKB KSR UNJ yang Solid di Lapangan
Keberhasilan memenangkan simulasi penanganan korban banyak dalam kondisi darurat sangat bergantung pada pembagian peran kerja. Tim PPKB KSR UNJ menurunkan empat personel terbaik mereka yang memiliki fungsi strategis masing-masing di area simulasi:
- Yuana Natalia (Ketua Tim) – Bertanggung jawab atas komando taktis dan triase korban di lapangan.
- Wulan Sari (Dewan Pengurus Keorganisasian) – Mengatur efisiensi alur logistik dan komunikasi medis.
- M. Ihsan Hadi Tanoyo (Anggota Tim) – Fokus pada tindakan stabilisasi cidera dan evakuasi kritis.
- Billah Belhadz Mahmuda (Anggota Tim) – Fokus pada penanganan trauma dan perawatan darurat domestik.
Kolaborasi yang apik dari keempat personel ini mampu memukau dewan juri saat mereka melakukan simulasi penanganan korban di Aula Fakultas Kedokteran Unsoed. Rasa bangga pun membuncah ketika kerja keras mereka selama ini dibayar tunai dengan raihan gelar juara ketiga nasional.
"Kami sangat bangga bisa mendapatkan prestasi juara 3 tingkat nasional ini. Puji Tuhan, terima kasih banyak buat semua doa serta dukungan yang diberikan kepada kami selama ini. Semoga hal ini bisa menjadi pemantik serta motivasi untuk prestasi-prestasi KSR UNJ kedepannya," tutur Ihsan dengan penuh rasa syukur.
Apresiasi Tinggi dari Senior dan Dukungan Penuh PMI Jakarta Timur
Prestasi mengagumkan yang ditorehkan oleh Yuana Natalia dan rekan-rekannya ini langsung memicu gelombang apresiasi positif dari keluarga besar alumni serta pihak internal organisasi. Keberhasilan ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa kualitas pembinaan relawan mahasiswa di lingkungan UNJ berada di jalur yang tepat.
Bramantio, selaku salah satu senior di KSR PMI Unit UNJ, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi terdalamnya atas perjuangan adik-adik tingkatnya yang tangguh di medan kompetisi.
"Keluarga besar KSR PMI Unit UNJ sangat bangga sekali atas capaian yang dihasilkan dari persiapan yang matang serta kompetensi yang dimiliki oleh personel-personel KSR PMI Unit UNJ. Hal itu tentu tidak terlepas dari sistem pembinaan PMI Kota Jakarta Timur yang sangat baik kepada relawan-relawannya," ungkap Bramantio bangga.
Ia juga berharap agar kabar gembira dari Purwokerto ini bisa menyebarkan energi positif yang meluas bagi iklim organisasi kemanusiaan di tingkat universitas.
"Semoga berita baik ini dapat menjadi motivasi kuat bagi relawan-relawan lainnya untuk aktif dan saling berlomba-lomba dalam memberikan pelayanan kemanusiaan terbaik," Tambah Bramantio.
Motivasi Kuat Sejak Pemberangkatan dari Markas Kota
Sinergi yang kuat antara sektor akademis kampus dengan struktur markas wilayah menjadi kunci utama di balik kesuksesan kontingen ini. Sejak awal sebelum melangkah ke arena lomba, tim KSR UNJ sudah dibekali dengan wejangan dan semangat membaja dari para pimpinan tingkat kota.
Pada saat momen pelepasan keberangkatan, pihak pengurus PMI Jakarta Timur menitipkan pesan mendalam yang selalu diingat oleh para personel tim selama berlaga: "Tetap semangat, jaga nama baik PMI dan kampus. Semoga hasil terbaik buat semua!"
Kalimat penyemangat tersebut terbukti menjadi bahan bakar mental yang krusial ketika tim harus berhadapan dengan situasi simulasi darurat yang penuh tekanan di hadapan para juri nasional.
Menanggapi hasil akhir yang membahagiakan ini, Kepala Markas PMI Jakarta Timur, Fadhli, turut menyampaikan pesan ringkas namun penuh makna untuk mengapresiasi daya juang tim.
"Tetap semangat!" ujar Fadhli singkat, menegaskan bahwa perjuangan kemanusiaan para relawan muda ini masih panjang dan harus terus dipelihara.
Harapan Jangka Panjang untuk Generasi Relawan Masa Depan
Kompetisi FAI XIII Unsoed kini telah usai, namun esensi dari keterampilan yang dilombakan harus diimplementasikan dalam kehidupan nyata. Materi taktis seperti Pertolongan Pertama (PP), Perawatan Keluarga (PK), hingga mitigasi bencana berbasis Karya Tulis Ilmiah merupakan pilar penting yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas saat menghadapi situasi krisis nyata.
Bagi KSR PMI Unit UNJ, piala juara 3 nasional ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan sebuah babak baru. Evaluasi dari hasil kompetisi di Unsoed ini akan digunakan sebagai bahan pembelajaran penting untuk meningkatkan kurikulum pelatihan internal organisasi.
Dengan dukungan penuh yang konsisten dari pihak kampus Universitas Negeri Jakarta serta jejaring kuat PMI Kota Jakarta Timur, tim ini optimis dapat kembali merebut podium tertinggi pada ajang-ajang kemanusiaan nasional berikutnya. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pemuda Jakarta siap berada di garda terdepan dalam aksi penyelamatan gawat darurat dan pelayanan kemanusiaan di Indonesia.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Baca Juga:


Post a Comment