Debut Manis di Unsoed, KSR PMI UIN Ponorogo Langsung Borong 3 Juara Nasional!


ANEWS.coPURWOKERTO – Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo—atau dikenal sebagai KSR PMI UIN Ponorogo—berhasil mengukir sejarah baru dalam dunia keprelawanan mahasiswa. Mengikuti kompetisi untuk pertama kalinya, kontingen relawan muda ini langsung memborong tiga penghargaan bergengsi pada ajang nasional First Aid Invitation (FAI) XIII.
Kompetisi dua tahunan berskala nasional ini diselenggarakan oleh UKM KSR PMI Unit Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Babak final dilaksanakan secara luring di Gedung Aula Fakultas Kedokteran Unsoed pada Rabu (01/07/2026). 
Bersaing ketat dengan puluhan perguruan tinggi dan markas PMI dari seluruh penjuru Indonesia, KSR PMI UIN Ponorogo sukses mengamankan Juara 1 lomba Iklan Layanan Masyarakat (ILM), Juara Harapan 2 Pertolongan Pertama Korban Banyak (PPKB), serta Juara Harapan 2 lomba Denah Shelter & Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Komunitas (BKRK).

Strategi Latihan Malam Hari di Alun-Alun Ponorogo

Pencapaian luar biasa ini merupakan hasil dari manajemen taktis dan dedikasi yang tinggi. Kontingen UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo mengirimkan tim berkekuatan penuh yang terdiri dari 6 orang personel inti, 1 orang official, dan didampingi oleh 3 orang pembina teknis. Tim teknis di lapangan dipecah secara spesifik menjadi dua fokus kompetisi:
  • Tim PPKB: Beranggotakan 4 orang yang berfokus pada simulasi ketangkasan medis dan penanganan cedera darurat massal.
  • Tim Denah Shelter & BKRK: Beranggotakan 2 orang yang berfokus pada mitigasi risiko, pemetaan wilayah, dan manajemen pengungsian darurat.
Persiapan intensif dilakukan selama hampir dua bulan penuh sejak panitia merilis petunjuk teknis perlombaan. Mengingat keterbatasan ruang simulasi yang menyerupai medan bencana asli, para relawan mahasiswa ini memilih ruang publik sebagai lokasi latihan.
Setiap malam, kawasan Alun-Alun Kabupaten Ponorogo diubah menjadi medan simulasi taktis. Di bawah bimbingan intensif dari dua mentor senior, Irfan Indra dan Nugraha Krisna, tim ini dilatih menghadapi skenario keparahan medis secara berulang.
Pembina KSR PMI Unit UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Mukhlas Habibi, M.Pd., mengungkapkan bahwa proses belajar dan adaptasi tim terus berjalan dinamis bahkan hingga beberapa jam sebelum kompetisi final dimulai.
"Alhamdulillah, untuk kategori digital kreatif yaitu Iklan Layanan Masyarakat (ILM) melalui kiriman video daring, kami sudah mendapatkan kepastian posisi aman sebagai Juara 1 sebelum berangkat. Namun, tantangan sesungguhnya ada pada simulasi fisik di Purwokerto. Siang hari sebelum perlombaan dimulai, adik-adik masih giat mematangkan strategi teknis. Kami mencoba formulasi pemetaan digital dengan menggabungkan Google Maps dan Google Earth. Ini krusial agar mereka siap mengidentifikasi titik-titik rawan bencana secara riil di lapangan sesuai konsep BKRK," jelas Mukhlas Habibi saat ditemui langsung di area Fakultas Kedokteran Unsoed.
Mukhlas menambahkan bahwa pada awal masa latihan, respons tim terhadap penanganan korban banyak (triage) sempat mengalami beberapa kekeliruan prosedur. Namun, melalui metode evaluasi berulang setiap malam, koordinasi taktis tim di lapangan menjadi jauh lebih matang dan sepenuhnya selaras dengan standar operasional medis kedaruratan.

Menempuh 8 Jam Perjalanan Darat Demi Nama Baik Daerah

Perjalanan menuju medan kompetisi di Jawa Tengah dimulai pada Selasa malam (30/06/2026). Keberangkatan delegasi resmi ini dilepas langsung oleh perwakilan pengurus regional, Luhur Karsanto. Mengingat rute darat yang panjang dan menguras energi, aspek keselamatan serta ketahanan fisik menjadi perhatian utama sebelum para relawan bertanding.
Dalam pengarahan pelepasan, Luhur Karsanto menekankan pentingnya menjaga integritas organisasi. Tim KSR tidak hanya membawa bendera institusi pendidikan, tetapi juga memikul nama baik seluruh elemen kepalangmerahan di Kabupaten Ponorogo.
"Adik-adik KSR PMI Unit UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo malam ini berangkat atas nama besar kampus dan juga PMI Kabupaten Ponorogo. Mari kita selalu menjaga nama baik dan kehormatan tersebut di mana pun berada. Hal pertama yang utama adalah hati-hati, jaga kesehatan, dan jangan sampai lengah terhadap rasa capek. Perjalanan darat ini panjang, menempuh waktu sekitar 8 jam. Jika lelah, silakan berhenti. Kedua, jaga semangat kalian. Anda semua adalah orang-orang pilihan yang berkesempatan membawa kehebatan Ponorogo ke tingkat nasional. Terakhir, jaga keamanan bersama dan jangan lupa untuk selalu berdoa dalam setiap kondisi," ujar Luhur Karsanto dalam pesannya.

Evaluasi Kompetisi dan Target Masa Depan

Kompetisi FAI XIII Unsoed sendiri menerapkan sistem pelaksanaan hibrida (hybrid). Tahap awal dimulai dengan babak penyisihan daring untuk menyeleksi kelengkapan administrasi dan penilaian portofolio karya digital. Tim juri nasional kemudian menyaring 6 tim terbaik (Top 6) dari seluruh Indonesia untuk maju ke babak final luring di Purwokerto.
Kompetisi di kategori lapangan berlangsung sangat ketat; sebagai gambaran peta persaingan, posisi Juara 3 pada kategori Pertolongan Pertama (PP) & PPKB berhasil diraih oleh tim tangguh dari KSR PMI Unit Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Keberhasilan KSR PMI UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo membawa pulang tiga piala sekaligus pada partisipasi perdana mereka menjadi bukti efektivitas program kerja pembinaan organisasi. Bagi pihak manajemen markas, pencapaian ini merupakan modal berharga bagi pengembangan kapasitas relawan di masa depan.
"Perasaan saya selaku Pembina tentu sangat bahagia dan bangga atas prestasi yang telah diraih oleh adik-adik KSR. Bagaimanapun juga, ini merupakan buah dari perjuangan maksimal seluruh tim. Sebagai partisipan baru dalam ajang nasional di Purwokerto ini, capaian tersebut menjadi pengalaman yang sangat mahal harganya. Kompetisi ini memicu lahirnya inovasi-inovasi taktis baru yang siap kami kembangkan dan terapkan secara nyata di internal KSR PMI UIN Ponorogo," pungkas Mukhlas Habibi.
Sebagai bagian dari evaluasi pasca-lomba, pihak pembina memberikan catatan agar sosialisasi dari panitia pelaksana di masa mendatang dapat dilakukan lebih awal. Jeda waktu yang lebih panjang akan memberikan kesempatan bagi unit-unit pelayanan di daerah untuk melakukan riset materi serta persiapan fisik delegasi secara lebih mendalam. 
Dengan pengalaman berharga dari Unsoed ini, KSR PMI UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo optimis dapat terus meningkatkan standar kompetensi kerelawanan demi memberikan pelayanan kemanusiaan yang lebih profesional di masyarakat.
Penulis: Amin 
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • Debut Manis di Unsoed, KSR PMI UIN Ponorogo Langsung Borong 3 Juara Nasional!
  • Debut Manis di Unsoed, KSR PMI UIN Ponorogo Langsung Borong 3 Juara Nasional!
  • Debut Manis di Unsoed, KSR PMI UIN Ponorogo Langsung Borong 3 Juara Nasional!
  • Debut Manis di Unsoed, KSR PMI UIN Ponorogo Langsung Borong 3 Juara Nasional!
  • Debut Manis di Unsoed, KSR PMI UIN Ponorogo Langsung Borong 3 Juara Nasional!
  • Debut Manis di Unsoed, KSR PMI UIN Ponorogo Langsung Borong 3 Juara Nasional!

Post a Comment