Sinergi PKSPL IPB, AmCross, dan PMI Dorong Mahasiswa UNIKA Ruteng Atasi Abrasi Reo

ANEWS.co, RUTENG – Kawasan pesisir Reo di Kabupaten Manggarai kini tengah menghadapi ancaman abrasi yang serius akibat hilangnya sabuk hijau pantai. Fenomena lingkungan ini memicu langkah nyata dari berbagai lembaga lintas sektor untuk turun tangan. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University bersama American Red Cross (AmCross) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai bergerak cepat membangun aliansi strategis dengan sektor akademisi lokal.
Pada Senin (29/6), tim gabungan melakukan kunjungan resmi ke Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus (UNIKA) Ruteng. Kunjungan ini dirancang khusus untuk mematangkan strategi penjajakan kerja sama dalam implementasi program Nature-based Solutions (NbS) atau Solusi berbasis Alam. Fokus utamanya adalah memobilisasi kekuatan mahasiswa sebagai aktor penggerak pemulihan lingkungan di wilayah terdampak bencana ekologis tersebut.

Memperkuat Komitmen Kemanusiaan Melalui Payung Hukum MoU Resmi

Kerja sama di lapangan antara mahasiswa UNIKA Ruteng dan gerakan kepalangmerahan sebenarnya bukan hal baru. Dinamika keterlibatan pemuda lokal sudah mengakar melalui kegiatan-kegiatan kesukarelawanan. Meski demikian, transisi menuju program konservasi lingkungan yang lebih masif membutuhkan komitmen legal formal yang lebih mengikat.
Ketua PMI Kabupaten Manggarai, Hironnymus A. Kaunang, BcKn, menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa melalui Korps Sukarela (KSR) Kampus harus dioptimalkan. Ia berharap hubungan kerja sama ini segera memiliki landasan hukum yang kuat agar eksekusi program penanggulangan abrasi dapat dipayungi secara legal.
“Harapan kami, akan ada pertemuan lanjutan yang berkaitan dengan program-program kepalangmerahan. Sebelumnya sudah ada draft MoU yang tinggal menunggu proses penandatanganan. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan mahasiswa atau relawan dari UNIKA Ruteng dapat terlibat sebagai relawan untuk mendukung program-program Palang Merah Indonesia Kabupaten Manggarai, termasuk program NbS dan berbagai kegiatan lainnya.”
— Hironnymus A. Kaunang, BcKn (Ketua PMI Kabupaten Manggarai)
Melalui legalitas Nota Kesepahaman ini, penugasan mahasiswa ke wilayah pesisir akan berjalan lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Menyelamatkan Pesisir Reo Melalui Skema Pemulihan Berbasis Alam

Kawasan Reo menjadi prioritas utama intervensi lingkungan akibat laju abrasi yang semakin mengkhawatirkan. Kerusakan lingkungan di wilayah ini didominasi oleh hilangnya vegetasi pantai. Banyak tanaman pesisir ditebang secara masif oleh masyarakat setempat untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Akibatnya, benteng alami pelindung pantai runtuh dan memicu erosi daratan oleh ombak laut.
Perwakilan American Red Cross, Al Akbar Abubakar, mengungkapkan bahwa PKSPL IPB telah mendampingi wilayah Manggarai sejak sebelum tahun 2015. Berdasarkan pengalaman panjang tersebut, AmCross dan PMI merombak total paradigma pemulihan lingkungan dengan menjauhi gaya penanaman konvensional yang sekadar mengejar kuantitas.
“Kami berkunjung ke Kampus karena perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung keterampilan dan keterbukaan masyarakat lokal. Saat ini kami sedang mencari strategi untuk menyambungkan pengetahuan dari luar Manggarai dengan pengetahuan lokal yang ada di Manggarai, dan salah satu mitra yang memiliki kapasitas kuat adalah PKSPL IPB.”
— Al Akbar Abubakar (Perwakilan American Red Cross)
Al Akbar menambahkan bahwa ke depan, pihak AmCross akan membangun keterhubungan yang jauh lebih intensif dengan UNIKA Ruteng. Mahasiswa nantinya akan dikirim langsung ke desa-desa dampingan untuk mengawal program NbS ini secara berkala.

Fokus Utama Implementasi Strategi NbS AmCross

Dalam penerapannya, pendekatan Solusi berbasis Alam yang diusung oleh lembaga kemitraan ini menitikberatkan pada tiga poin keberlanjutan:
  • Indikator Keberhasilan Tumbuh: Mengutamakan tingkat pertumbuhan nyata dan kelangsungan hidup vegetasi di lapangan, bukan sekadar jumlah bibit tanaman yang berhasil ditanam.
  • Pemanfaatan Tanaman Endemik Lokal: Mewajibkan penggunaan varietas tanaman asli daerah yang memiliki fungsi ekologis kuat dalam mencengkeram tanah dan menahan gelombang.
  • Integrasi Ketahanan Ekonomi Warga: Menghubungkan program ekologi dengan pemanfaatan hasil alam, contohnya pemanfaatan buah mangrove untuk diolah menjadi produk konsumsi bernilai jual.

Respons Positif Akademisi: Kesiapan Kolaborasi Lintas Fakultas

Inisiatif kolaborasi lingkungan ini mendapat respons yang sangat positif dari jajaran pimpinan akademis kampus. Hubungan emosional yang baik antara akademisi Ruteng dan IPB University menjadi modal utama yang mempercepat penyamaan visi dan misi program.
Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan UNIKA Ruteng, Dr. Yuliana Wahyu, S.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap tawaran kolaborasi penanggulangan abrasi ini. Ia menilai kehadiran para pakar lingkungan dapat mempercepat transformasi pengetahuan ke dalam lingkungan kampus.
“Setelah pertemuan ini kami akan mengkomunikasikan lebih lanjut dengan pimpinan Universitas. Ke depan kerja sama tidak hanya terbatas pada Fakultas Pertanian dan Peternakan, tetapi juga dapat melibatkan fakultas lain. Kami juga sudah memiliki kerja sama dengan IPB University dan selama ini beberapa narasumber kami berasal dari IPB sehingga sudah terbangun chemistry yang baik antara UNIKA Ruteng dan IPB University.”
— Dr. Yuliana Wahyu, S.Si., M.Pd. (Dekan Fapertanak UNIKA Ruteng)

Kajian Konservasi yang Sedang Berjalan di Manggarai Timur

Potensi riset penunjang dipaparkan lebih detail oleh Devi Liana, SP., M.Si, selaku Ketua Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian dan Peternakan UNIKA Ruteng. Kampus saat ini sedang aktif menjalankan proyek konservasi lingkungan bersama instansi pemerintah daerah. Proyek tersebut menyasar kawasan Manggarai Timur yang meliputi dua kecamatan dan lima desa.
“Di Manggarai Timur terdapat kawasan mangrove yang cukup luas dan memiliki keterkaitan penting dengan kehidupan satwa. Kami melihat kawasan tersebut perlu mendapat perhatian dalam upaya pemberdayaan demi keberlanjutan sumber daya alam. Kami sangat senang jika dapat dilibatkan dalam kegiatan penelitian program NbS bersama PMI dan IPB.”
— Devi Liana, SP., M.Si (Kaprodi Agronomi UNIKA Ruteng)

Kolaborasi Riset Pertanian: Mengatasi Kegagalan Panen di Desa Dampingan

Ruang lingkup sinergi ini meluas hingga ke sektor ketahanan pangan masyarakat pedalaman. Selama mendampingi desa program ELECTRA PMI, tim ahli PKSPL IPB mengidentifikasi adanya hambatan besar pada sektor komoditas pertanian utama warga yang berdampak langsung pada kesejahteraan mereka.
Andy Afandy, Wakil Kepala Sumber Daya Alam dan Lingkungan PKSPL IPB University, membuka kesempatan riset bersama bagi para dosen dan mahasiswa UNIKA Ruteng. Kolaborasi akademis ini ditargetkan untuk mengurai dua masalah utama pertanian:
  • Epidemi Penyakit Pisang Kepok: Menemukan solusi ilmiah atas hancurnya produktivitas pisang kepok yang merupakan komoditas unggulan andalan warga Manggarai.
  • Krisis Produktivitas Padi Sawah: Mengatasi rendahnya hasil panen padi sawah akibat anomali cuaca ekstrim dan keterbatasan metode tani modern.
“Nanti mungkin kita bisa berkolaborasi untuk mencari solusi atas berbagai permasalahan yang kami temukan di desa-desa dampingan. Saya pikir implementasi keilmuan mahasiswa dan akademisi UNIKA Ruteng dapat masuk dalam berbagai kegiatan Nature-based Solutions.”
— Andy Afandy (Wakil Kepala SDAL PKSPL IPB)

Akselerasi Keterampilan Mahasiswa Melalui Program Magang MBKM

Sebagai langkah konkret jangka pendek, PKSPL IPB University membuka pintu lebar-lebar bagi mahasiswa UNIKA Ruteng untuk berpartisipasi langsung dalam skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Hingga pertengahan tahun 2026 ini, PKSPL IPB tercatat telah membina sekitar 30 mahasiswa magang di kantor pusat mereka.
Keterlibatan aktif ini dirancang agar mahasiswa Manggarai memperoleh bekal keterampilan teknis konservasi tingkat lanjut sebelum diterjunkan langsung ke pesisir Reo. Pertemuan strategis ini ditutup dengan komitmen bersama untuk segera melakukan finalisasi draf kerja sama teknis di lapangan.
Penulis: Adrian Jr 
Editor: Redaksi
Baca Juga:
Copied 👍

Latest News

  • Sinergi PKSPL IPB, AmCross, dan PMI Dorong Mahasiswa UNIKA Ruteng Atasi Abrasi Reo
  • Sinergi PKSPL IPB, AmCross, dan PMI Dorong Mahasiswa UNIKA Ruteng Atasi Abrasi Reo
  • Sinergi PKSPL IPB, AmCross, dan PMI Dorong Mahasiswa UNIKA Ruteng Atasi Abrasi Reo
  • Sinergi PKSPL IPB, AmCross, dan PMI Dorong Mahasiswa UNIKA Ruteng Atasi Abrasi Reo
  • Sinergi PKSPL IPB, AmCross, dan PMI Dorong Mahasiswa UNIKA Ruteng Atasi Abrasi Reo
  • Sinergi PKSPL IPB, AmCross, dan PMI Dorong Mahasiswa UNIKA Ruteng Atasi Abrasi Reo

Post a Comment